• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Sabtu, 26 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Aku Relakan Bayi Itu untuknya

by Laras Setiani
6 tahun ago
in Kisah Nabi
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Foto: Pinterest

Foto: Pinterest

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

TIDAK banyak orang yang tahu jika di tepi hutan itu tinggal dua orang keluarga. Para suami di keluarga itu adalah teman akrab yang sudah lama menjalin persahabatan. Tidak heran jika mereka masing-masing berkeluarga dalam waktu yang bersamaan.

Mereka mempunyai bayi dalam waktu yang hampir sama pula. Hari ini, keduanya berpergian ke luar daerah untuk beberapa minggu karena sebuah urusan. Mereka tidak terlalu khawatir meninggalkan istri-istrinya karena satu sama lain sudah seperti saudara saja layaknya.

Satu ketika ada seekor serigala buas menerkam dan memakan salah seorang anak mereka tatkala kedua perempuan itu tengah mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Mereka berdua memang terbiasa meninggalkan bayi-bayi itu di ayunan di pinggir hutan di waktu siang.

BACA JUGA: 2 Hewan Ini Masuk Surga: Kambing Nabi Ismail dan Sapi Nabi Musa

ArtikelTerkait

Hikmah Penciptaan Nabi Adam (‘alaihis salam)

Kesabaran Nabi Ayyub

Kisah Qabil dan Habil

Kisah Mimpi Nabi Yusuf

Keduanya ketakutan. Sebenarnya sudah jelas sekali bahwa yang dimangsa adalah bayi si wanita yang tubuhnya gemuk. Sedangkan bayi dari perempuan yang agak kurus hanya menderita luka akibat cakaran serigala itu.

Akan tetapi, karena sangat takut dimarahi oleh suaminya, perempuan yang gemuk bersikeras bahwa yang selamat adalah anaknya.

Akibatnya kedua perempuan itu bertengkar hebat memperebutkan bayi yang lolos dari maut tersebut.

Karena sama-sama ngototnya dan tidak ada penyelesaian, maka keduanya menghadap Nabi Sulaiman AS untuk meminta keputusan—siapa gerangan yang berhak memiliki bayi itu.

Menghadapi persoalan itu, Nabi Sulaiman berpikir keras. Ia tidak mengetahui latar belakang keduanya karena tempat tinggal mereka berdua yang cukup terpencil. “Jadi, anak siapa bayi ini?” tanya Nabi Sulaiman.

Perempuan yang gemuk menjawab lantang, “Anakku. Sungguh mati dia anakku. Lihatlah wajahnya mirip dengan suamiku.”

Belum selesai si perempuan gemuk berbicara, perempuan satunya lagi menukas dengan keras, “Bukan, wahai Nabi yang bijaksana. Bayi itu betul-betul anakku.”

Nabi Sulaiman berkali-kali memperingatkan agar mereka berkata jujur, jangan bohong. Namun tetap saja kedua perempuan itu tidak ada yang mengalah. Malah semakin sengit. Lagi-lagi hal ini semakin membingungkan Nabi yang mempunyai paras tampan itu.

Nabi Sulaiman terdiam sejenak. Ia memandangi wajah keduanya. Keduanya sama-sama begitu meyakinkan. Tapi jelas, hanya ada satu ibu untuk bayi yang kini di hadapannya itu.

Setelah berpikir dalam wkatu yang sangat lama, akhirnya Nabi Sulaiman memanggil seorang algojo untuk membawa golok yang tajam.

Nabi Sulaiman berkata kepada keduanya, “Mengingat kalian berdua sama-sama mengakui anak ini sebagai milik kalian, maka aku memutuskan bayi ini dibelah menjadi dua oleh algojo kerajaan. Bukankah itu adil? Dan tiap bagian akan diberikan kepada kalian berdua…”

BACA JUGA: Kisah Nabi Sulaiman dan Jin Jahat Sakhr Al-Marid (2)

Kedua peremepuan itu sama-sama terperangah. Mereka sama-sama tidak memercayai apa yang barusan mereka dengar dari Nabi yang kaya raya namun sangat bijaksana itu. Jika dibelah, tentulah bayi itu akan mati juga.

Bagaimana ini? Mereka menunggu dengan berdebar-debar. Apakah benar seperti itu yang bakal dilakukan oleh Nabi Sulaiman?

Tatkala algojo sudah membaringkan bayi tersebut di altar untuk dibelah, dan ia mulai mengangkat goloknya, Nabi Sulaiman mengangkat tangannya menyuruh si algojo untuk berhenti sejenak.

Kemudian Nabi Sulaiman kembali berkata kepada kedua perempuan itu, “Masih juga tidak ada yang mau mengalah? Atau mengakui keberadaan yang sebenarnya, siapakah di antara kalian yang betul-betul ibu dari anak ini?”

Mereka berdua tetap pada pendirian masing-masing. Melihat itu Nabi Sulaiman segera mengeluarkan titah agar algojo tidak usah ragu-ragu untuk membelah bayi tidak berdosa itu dengan goloknya yang telah banyak memenggal leher para durjana.

Begitu algojo siap hendak mengayunkan genggamannya, perempuan yang gemuk berteriak bahwa keputusan itu sangat adil dan ia setuju agar bayi itu benar-benar dibelah.

Namun tatkala golok itu hampir menimpa tubuh si bayi, wanita yang agak kurus menjerit, “Jangan! Jangan dibunuh anak itu. Biarkah aku relakan bayi itu untuk dipelihara oleh tetanggaku ini. Daripada dia dibunuh di depan mataku sendiri…”

Nabi Sulaiman pun buru-buru memberi isyarat supaya algojo mengurungkan pelaksanaan keputusan tersebut.

Nabi memandangi keduanya lagi. Kemudian beliau berkata kepada perempuan yang kurus, “Wahai ibu yang tulus ikhlas, bayi ini adalah anakmu. Bawalah dia pulang, dan rawatlah baik-baik. Dan engkau hai perempuan,” ujarnya kepada ibu yang gemuk. “Jangan kauulangi lagi melakukan bohong dan sumpah palsu, sebab engkau bukan bayi itu. Anakmulah yang mati dilahap serigala.”

Betapa gembiranya ibu yang kurus. Dan alangkah malunya wanita yang lebih gemuk karena kecurangannya diketahui oleh Nabi Sulaiman.

BACA JUGA: Cara Nabi Sulaiman Ungkap Siapa Pencuri Angsa Milik Tetangganya

Setelah keduanya berlalu, kepada para punggawa Nabi yang juga menjadi raja itu berkata menjelaskan, “Tahukah kalian mengapa aku berpendapat bahwa wanita yang kurus itu ibu bayi yang asli?”

Mereka menggeleng, “Hanya Nabi Allah yang tahu jawabannya.”

Nabi Sulaiman menukas, “Seorang ibu yang asli, bagaimana pun juga tak akan tega hatinya menyaksikan darah dagingnya dibunuh di hadapan matanya sendiri.”

Semua yang hadir mengangguk-anggukkan kepalanya. Hari itu mereka belajar, bahwa kebohongan, serapat dan sekecil apapun akan tetap terungkap. []

Sumber: Peri Hidup Rasul & Para Sahabat/Karya: Saad Saefullah/Pustaka SPU/2012

Tags: BayiibuNabi Ismailnabi sulaiman
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pesan Rasulullah SAW, Jangan Lupa Baca Doa Ini di Akhir Shalat

Next Post

Muslim Manfaatkan Diskon Natal dan Tahun Baru, Bolehkah?

Laras Setiani

Laras Setiani

Related Posts

Nabi Musa, Umar bin Khattab, Ujian, Nabi Yusuf, Nabi Ibrahim, Fakta Nabi Isa, Nabi, Nabi Adam

Hikmah Penciptaan Nabi Adam (‘alaihis salam)

16 Mei 2025
Nabi Ayyub

Kesabaran Nabi Ayyub

16 Mei 2025
qabil dan habil

Kisah Qabil dan Habil

20 Februari 2025
Surat Al-Kafirun, Malam Lailatul Qadar, Nabi Ibrahim, Raja Namrud, Mimpi Nabi Yusuf

Kisah Mimpi Nabi Yusuf

19 Februari 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.