Tiga Sifat Nabi Ibrahim yang Patut Ditiru

0

TERKADANG kita merasa di saat masalah datang  menyapa kehidupan,  kita mengaggap bahwa kita adalah orang yang paling berat masalah dan ujianya. Tanpa kita sadari bahwa ada orang-orang terdahulu yang ujianya lebih besar dan lebih berat dari pada masalah-masalah yang kita hadapi saat ini.

Salah satunya yaitu kehidupan Nabi Ibrahim, yang sifat-sifatnya bisa kita jadikan pelajaran.

“Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.” (QS. Huud: 75).

Sifat Ibrahim yang dimaksud dalam ayat adalah:

  1. Beliau menginginkan hukuman (yang menimpa kaum Luth) ditunda saja.
  2. Beliau begitu tunduk pada Rabbnya dan tak pernah putus asa dalam do’a.
  3. Beliau juga hamba yang terus ingin bertaubat. (Dalam kitab Al-Mukhtashar fii At-Tafsir, hlm. 230)

Dalam Tafsir As-Sa’di disebutkan penjelasan lainnya bahwa Ibrahim memiliki sifat:

  1. Beliau memiliki akhlak yang baik dan begitu berlapang dada dan tidaklah marah ketika menghadapi orang-orang yang tidak tahu.
  2. Beliau terus beribadah pada Allah di setiap waktu.
  3. Beliau kembali (bertaubat) pada Allah dengan mengenal dan mencintai-Nya, serta berpaling dari selain-Nya. Oleh karenanya beliau sangat ingin tahu, kenapa sampai ada kaum yang diberi azab oleh Allah. Makanya beliau terus mencari tahu tentang sebab kebinasaan kaum Luth. (Tafsir As-Sa’di, hlm. 403)

Sifat Nabi Ibrahim ‘alaihis salam yang patut ditiru:

  1. Berakhlak yang mulia dengan meminta pada Allah agar azab yang menimpa suatu kaum bisa ditunda.
  2. Rajin beribadah dan berdo’a.
  3. Rajin bertaubat.

Semoga kita bisa meniru sifat mulia Nabi Ibrahim, yang senantiasa sabar meski belum dikaruniai keturunan, selalu berhusnudzon kepada Allah dengan ikhtiar dan doa yang tak putus-putus. Serta selalu membersihkan diri dengan cara bertaubat.  Wallahu waliyyut taufiq. []

 

Sumber: Al-Mukhtashar fii At-Tafsir. Penerbit Markaz At-Tafsir li Ad-Dirasat Al-Qur’an. Tafsir As-Sa’di. Cetakan kedua, tahun 1433 H. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di dalam rumaysho

 

loading...
loading...