• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 16 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Nabi Khidir, Masih Hidup atau Sudah Meninggal?

by Saad Saefullah
2 tahun ago
in Kisah Nabi
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Nabi Musa, Nabi Adam, Nabi Khidir, Imam Mahdi, Qabil dan Habil, Nabi Ibrahim

Foto: Pinterest. Hanya Ilustrasi.

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

SEKELOMPOK kaum Muslimin berpendapat bahwa Nabi Khidir masih hidup karena telah meminum “air kehidupan”. Orang yang meminumnya tidak akan mati hingga menjelang Hari Kiamat. Nabi Khidir mengenal Rasulullah. Nabi Khidir masih hidup sampai sekarang dan akan tetapi hidup sampai datangnya Hari Kiamat.

Selain itu, mereka (sekelompok kaum Muslimin) juga banyak membuat hikayat, pendapat, khurafat, dan cerita bohong seputar kehidupan Nabi Khidir . Mereka mengatakan bahwa dia pernah bertemu dengan Rasulullah ﷺ, Abu Bakar, Umar, Ali, Umar bin Abdul Aziz serta para hamba yang saleh dan sufi lainnya.

Dia juga telah berkelana ke sejumlah tempat dan gurun pasir yang jauh. Kemudian, dia muncul di hadapan para hamba untuk mengajari, memberi makan, dan berdialog dengan mereka.

BACA JUGA: Doa Nabi Khidir Kala Menghadapi Ujian dan Cobaan

ArtikelTerkait

Hikmah Penciptaan Nabi Adam (‘alaihis salam)

Kesabaran Nabi Ayyub

Kisah Qabil dan Habil

Kisah Mimpi Nabi Yusuf

Orang yang paling banyak membuat tambahan tentang kehidupan Nabi Nabi Khidir adalah kalangan sufi. Di antara ulama yang mengatakan bahwa Nabi Khidir masih hidup setelah Rasulullah ﷺ adalah An-Nawawi, Ibnu Shallah, As-Suhaili, dan lain-lain.

An-Nawawi berkata, “Kebanyakan ulama mengatakan bahwa Nabi Khidir masih hidup dan ada di antara kita. Pendapat ini disepakati para sufi dan penganut tarekat. Cerita mereka tentang kemunculannya, pertemuan mereka dengannya, pertanyaan dan jawabannya, serta keberadaannya di tempat-tempat suci dan baik, semua itu sangat banyak dan masyhur sehingga tidak mungkin disebutkan di sini.”

Ibnu Shallah (Abu Amru bin Shallah), dalam fatwanya, mengatakan bahwa Nabi Nabi Khidir hidup di antara para ulama dan orang saleh, sedangkan orang awam bersama mereka saat itu. Namun, sebagian ahli hadis mengingkarinya. Walaupun ada sebagian ulama yang bersandar pada hadis-hadis, perkataan-perkataan, dan riwayat-riwayat tersebut, semua itu tidak benar.

Abu Qilabah, Nabi, Nabi Khidir
Foto: Unsplash

Semua riwayat tersebut berada antara derajat dhaif (lemah) dan maudhu’ (palsu), tidak ada satu pun yang sampai pada derajat sahih. Oleh karena itu, Ibnu Hajar menukil dari Abu Khaththab bin Dihyah—dalam menolak pendapat As-Suhaili (As-Suhaili termasuk yang mengatakan bahwa Nabi Khidir masih hidup setelah Rasulullah ﷺ diutus) dia berkata, “Jalan yang menunjukkan pada pendapat itu tidak ada yang benar. Tidak benar bahwa Nabi Khidir hidup semasa salah seorang nabi, kecuali bersama Nabi Musa sebagaimana yang Allah kisahkan.”

Semua cerita tentang kehidupan Nabi Nabi Khidir tidak ada yang benar menurut ahli naqli. Orang yang meriwayatkannya hanya menyebutkan kejadian tanpa menyebutkan alasannya. Bisa jadi, dia memang tidak mengetahui atau karena alasan itu sangat jelas sebagai ahli hadis. Adapun yang datang dari para leluhur, ini sangatlah mengherankan.

Bagaimana mungkin seseorang yang berakal bertemu dengan seseorang yang tidak dikenalnya dan berkata, “Aku si fulan” lalu dia memercayainya. Setelah menceritakan riwayat tentang kehidupan Nabi Khidir , Ibnu Katsir (dalam buku Tarikh-nya) berkata, “Riwayat-riwayat dan hikayat-hikayat ini adalah sandaran bagi mereka yang berpendapat bahwa Nabi Khidir masih hidup sampai sekarang.”

Semua hadis marfu’ adalah dhaif sehingga tidak boleh dijadikan hujjah dalam masalah agama. Selain itu, kebanyakan cerita hikayat mengandung kelemahan dalam isnad-.

Di sisi lain, dalam ‘Ajalah Al-Mumtazhir fi Syarhi Halah Al-Khidhir, Ibnu Katsir berkata bahwa Syaikh Abu Al-Faraj bin Jauzi menentang hadis-hadis marfu’ yang menceritakan masalah itu dan menganggapnya sebagai hadis maudhu’, juga atsar dari para sahabat dan tabi’in serta orang yang hidup setelah mereka. Dia menerangkan titik kelemahan sanad itu dengan menjelaskan keadaan dan kebodohan perawinya. Dengan demikian, dia telah berbuat yang terbaik dan merupakan kritik yang paling benar.

Nabi Khidir Meninggal Sebelum Rasulullah Diutus

Para peneliti dari kalangan ulama berpendapat bahwa Nabi Khidir hidup dan wafat sebelum Rasulullah ﷺ diutus. Mereka memandang bahwa Allah hanya Allah saja yang mengetahui berapa lama Nabi Khidir hidup serta kapan meninggal, bagaimana, dan di mana karena memang tidak ada hadis yang menjelaskan hal ini.

Mereka menolak pendapat kalangan bukan peneliti yang menyebutkan tentang lamanya Nabi Khidir hidup sampai menjelang Hari Kiamat karena tidak adanya bukti sahih yang dapat diterima. Di antara mereka yang berpendapat bahwa Nabi Khidir wafat sebelum Rasulullah ﷺ diutus adalah Al-Bukhari, Ibrahim Al-Harabi, Ibnu Jauzi, dan Ibnu Katsir.

Sementara itu, yang cenderung pada pendapat ini adalah Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam kitabnya (Az-Zahr An-Nadhr fi Naba’ Al-Khidhir). Para ulama tersebut mengemukakan bukti-bukti untuk menguatkan pendapat ini. Ibnu Katsir menyebutkan pada awal dan akhir kesimpulannya.

Nabi Musa di Madyan, Doa Nabi Ayyub, Nasihat Nabi Adam, Nabi Khidir
Foto hanya ilustrasi: Foto: Unsplash

Di antara bukti-bukti bahwa hidup wafat sebelum Rasulullah ﷺ diutus adalah sebagai berikut:

Pertama, Firman Allah dalam Surah Al-Anbiya’ (21) ayat 34:

وَمَا جَعَلْنَا لِبَشَرٍ مِّنْ قَبْلِكَ الْخُلْدَۗ اَفَا۟ىِٕنْ مِّتَّ فَهُمُ الْخٰلِدُوْنَ

“Kami tidak menjadikan keabadian bagi seorang manusia pun sebelum engkau (Nabi Muhammad). Jika engkau wafat, apakah mereka akan kekal?”

Ayat ini menerangkan bahwa tidak ada manusia yang hidup kekal di bumi dan Nabi Khidir adalah manusia sehingga dia termasuk yang tidak kekal sebagaimana kandungan ayat itu. Kemudian, tidak ada satu hadis sahih pun yang mengkhususkan dan mengecualikan Nabi Khidir untuk hidup kekal di dunia.

BACA JUGA: Nabi Musa Bertemu Nabi Khidir, Dimana?

Kedua, firman Allah dalam Surah Ali-Imran (3) ayat 81:

وَاِذْ اَخَذَ اللّٰهُ مِيْثَاقَ النَّبِيّٖنَ لَمَآ اٰتَيْتُكُمْ مِّنْ كِتٰبٍ وَّحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاۤءَكُمْ رَسُوْلٌ مُّصَدِّقٌ لِّمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهٖ وَلَتَنْصُرُنَّهٗ ۗ قَالَ ءَاَقْرَرْتُمْ وَاَخَذْتُمْ عَلٰى ذٰلِكُمْ اِصْرِيْ ۗ قَالُوْٓا اَقْرَرْنَا ۗ قَالَ فَاشْهَدُوْا وَاَنَا۠ مَعَكُمْ مِّنَ الشّٰهِدِيْنَ

(Ingatlah) ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, “Manakala Aku memberikan kitab dan hikmah kepadamu, lalu datang kepada kamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada pada kamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.” Allah berfirman, “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian dengan-Ku atas yang demikian itu?” Mereka menjawab, “Kami mengakui.” Allah berfirman, “Kalau begitu, bersaksilah kamu (para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu.”

Tentang makna ayat itu, Ibnu Abbas berkata, “Allah tidak mengutus seorang nabi, kecuali Dia mengambil perjanjian darinya.” Adapun Nabi Khidir , baik seorang nabi maupun wali, dia dituntut untuk beriman kepada Rasulullah ﷺ. Lantas, apakah Nabi Khidir menemui Rasulullah ﷺ memeluk agama Islam, dan menjadi pengikutnya?

Ketiga, Rasulullah ﷺ berdoa kepada Allah dalam Perang Badar agar memenangkan kaum Muslimin.

Beliau ﷺ bersaba, “Duhai Allah, seandainya membinasakan kelompok ini, Engkau tidak akan disembah di muka bumi ini.” Dalam kelompok itu, ada Abu Bakar, Umar, dan beberapa sahabat pilihan . Demikian juga Malaikat Jibril dan malaikat pilihan ikut bersama mereka. Seandainya Nabi Khidir hidup, dia akan berada dalam kelompok itu, di antara tempat yang paling terhormat.

Keempat,

Sebagian di antara mereka mengatakan bahwa Nabi Khidir ada bersama Rasulullah ﷺ di negeri itu, tetapi tidak ada seorang pun yang melihatnya. Pendapat ini memerlukan bukti yang benar.

Kelima, apa hikmah dari penyembunyian Nabi Khidir dan perginya ke gunung dan gua?

Mengapa dia tidak hidup bersama orang lain dan melakukan shalat berjamaah bersama mereka? Apakah dia meniru tindakan-tindakan nabi yang mulia?

BACA JUGA: Dinamai Nabi Khidir, karena …

Keenam,

Seandainya masih hidup, Nabi Khidir akan dituntut untuk menyebarkan ilmu pengetahuan, mengajari manusia, menyampaikan hadis Rasulullah ﷺ dan mengistimewakan kebenaran hadis tersebut daripada kelemahannya, kebaikan daripada kekurangannya, serta dituntut untuk menyampaikan yang ma’ruf dan mencegah kemungkaran. Namun, faktanya, dia tidak melaksanakan hal ini.

Seandainya kita mengatakan Nabi Khidir masih hidup hingga Rasulullah ﷺ diutus, pendapat ini tidak benar. Setelah menelaah bukti tersebut, kita menetapkan bahwa Nabi Khidir tidak hidup pada masa sekarang serta telah wafat sebelum Rasulullah ﷺ diutus dan pada waktu yang bisa diketahui oleh seorang pun, kecuali Allah.[]

SUMBER: PUSAT STUDI QURAN

Tags: nabi khidirNabi Khidir Masih Hidup
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mansyur bin Dzadzan, Kata-katanya Membuat Seorang Syekh Menangis

Next Post

Beri Pesan ke Calon PDIP di Pilkada 2024, Megawati: Tidak Bohong

Saad Saefullah

Saad Saefullah

Lelaki. Tidak terkenal. Menyukai kisah-kisah Nabi dan Para Sahabat.

Related Posts

Nabi Musa, Umar bin Khattab, Ujian, Nabi Yusuf, Nabi Ibrahim, Fakta Nabi Isa, Nabi, Nabi Adam

Hikmah Penciptaan Nabi Adam (‘alaihis salam)

16 Mei 2025
Nabi Ayyub

Kesabaran Nabi Ayyub

16 Mei 2025
qabil dan habil

Kisah Qabil dan Habil

20 Februari 2025
Surat Al-Kafirun, Malam Lailatul Qadar, Nabi Ibrahim, Raja Namrud, Mimpi Nabi Yusuf

Kisah Mimpi Nabi Yusuf

19 Februari 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.