• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 4 November 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Inilah 9 Adab Berjalan dalan Tuntunan Islam

by Eneng Susanti
6 tahun ago
in Islam 4 Beginner
Reading Time: 3 mins read
A A
0
gunung dempo asmaul husna, amalan saat keluar rumah, Pondasi untuk menemukan tujuan hidup

Ilustrasi. Foto: Experience Mad

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

SUNAH Rasulullah SAW mencangkup segala hal yang berkaitan dengan perikehidupan dan kesehariannya. Sunah nabi lah yang menjadi cara hidup muslim. Sunah Nabi lah contoh nyata bagi muslim dalam menjalankan kehidupannya.

Sunah juga menyangkut adab atau tata krama. Muslim yang baik senantiasa mengamalkan adab dalam segala aktivitasnya.

Adab ini juga diatur dalam Islam, secara luas dan menyeluruh mulai dari kelahiran hingga kematian, mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi. Bahkan, hal kecil seperti berjalan kaki.

BACA JUGA: 17 Adab Berbicara dalam Islam

ArtikelTerkait

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

7 Prinsip Utama dalam Kehidupan Seorang Muslim

Amalan Unggulan, Amalan Rahasia, dan Amalan yang Terus-Menerus

Tempat-Tempat Terlarang untuk Shalat, di Mana Saja?

Adab berjalan dijelaskan oleh Syekh Abdul Azis bin Fathi as-Sayyid Nada dalam kitabnya Mausuu’tul Aadaab al-Islamiyah yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Ensiklopedi Adab Islam Menurut Alquran dan Sunah.

Berikut adalah adab berjalan sesuai tuntunan Islam dalam kitab tersebut:

Niat yang benar

Seorang Muslim hendaklah berniat yang benar ketika hendak berjalan. Niatkan berjalan itu untuk tujuan yang baik itu sebagai ibadah dengan mengharapkan ridha dari Allah SWT.

“Apabila berjalan hendak ke masjid, niatkan untuk beribadah kepada Allah. Jika berjalan untuk bekerja, niatkan untuk mencari rezeki yang baik dan halal untuk keluarga,’’ terang Syekh Sayydi Nada.

Bahkan, ketika akan berjalan untuk suatu permainan yang diperbolehkan, kata dia, hendaklah berniat untuk mencari penyegaran agar jiwa kembali segar dan bersemangat untuk beribadah.

Menurut Syekh Sayyid Nada, dengan menghadirkanniat yang benar, maka akan mencegah seorang Muslim dari berjalan untuk sesuatu yang haram.

Tak berjalan untuk suatu yang haram

Sesungguhnya, kedua kaki akan memberi kesaksian berbicara pada hari kiamat. Untuk itu, hendaklah menghindar dari berjalan untuk sesuatu yang dilarang agama. Sebab, setiap ayunan langkah kita menuju sesuatu yang diharamkan akan berbuah dosa.

Bersikap tawadhu dan tak sombong ketika berjalan

Allah SWT berfirman:

“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung.’’ (QS Al-Israa: 37)

Allah juga berfirman:

“Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.’’ (QS Lukman: 18)

Ahli Tafsir, Ibnu Katsir, mengingatkan agar seorang Muslim membanggakan diri, sombong, takabur dan keras kepala, karena Allah akan murka Keempat, berjalan normal. Hendaklah seseorang berjalan normal, yakni pertengahan antara berjalan terlalu lambat dan terlalu cepat. Ibnu Katsir menjelaskan, berjalan normal adalah berjalan secara biasa. Tidak terlalu cepat dan tak terlalu lambat, melainkan “Pertengahan di antara keduanya.”

Tak menoleh ke belakang

Dalam Shahiihul Jaami dikisahkan bahwa Nabi Muhammad SAW apabila berjalan tidak menoleh ke belakang. Menoleh ke belakang saat berjalan dapat membuat seseorang bertabrakan, tergelincir serta bisa juga dicurigai oleh orang yang melihatnya.

Tak berpura-pura lemah ketika berjalan

Berpura-pura lemah ketika berjalan dengan maksud untuk dilihat orang lain dilarang dalam Islam. Selain itu, juga tak boleh berpura-pura sakit ketika berjalan, karena dapat mengundang kemarahan Allah SWT.

Berjalan dengan kuat

Setiap Muslim harus berjalan dengan tegap seperti yang dicontohkan Nabi SAW. Menurut Syekh Sayyid Nada, cara berjalan seperti Rasulullah SAW lebih dekat kepada roh Islam.

‘’Mukmin yang kuat lebih dicintai Allah SWT, dibandingkan mukmin yang lemah,’’ kata Syekh Sayyid Nada.

BACA JUGA: Sepele Namun Sering Diabaikan, Ini Adab Menguap dan Bersin dalam Islam

Menghindari cara berjalan yang tercela

Contoh berjalan yang tercela itu antara lain; berjalan dengan sombong dan takabur, berjalan dengan gelisah dan gemetaran; berjalan dengan loyo seperti orang sakit; berjalan meniru lawan jenis; berjalan terburu-buru dan terlalu cepat; serta berjalan seakan-akan melompat.

Tidak berjalan dengan satu sandal

Rasulullah SAW bersabda, ‘’Apabila salah seorang dari kalian memakai sandal, maka hendaknya memulai dari yang kanan. Apabila ia melepasnya, maka mulailah dari yang kiri. Pakailah kedua-duanya atau lepaskanlah kedua-duanya.’’

Bertelanjang kaki sesekali waktu

bertelanjang kaki termasuk tanda tawadhu di hadapan Allah SWT. Dalam sebuah hadis disebutkan, ‘’Nabi SAW memerintahkan kami agar kadang kala bertelanjang kaki.’’ (HR Ahmad, Abu Dawud dan an-Nasa’I).

Menurut Syekh Sayyid Nada, bertelanjang kaki adalah perkara yang baik, syaratnya tidak terdapat najis pada tanah serta sesuatu yang dapat menyakiti kedua telapak kaki. []

Referensi: Ensiklopedi Adab Islam Menurut Alquran dan Sunah/Karya: Syekh Sayyid Nada/Penerbit: Pustaka Imam asy-Syafi\’i/Tahun: 2009

 

Tags: adabberjalanIslamSunah
ADVERTISEMENT
Previous Post

3 Cara Kelola Ekonomi Rumah Tangga dalam Islam

Next Post

Kurangi Bau Badan, Hindari Konsumsi Makanan Ini

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Related Posts

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

13 Juli 2025
Rahmat Allah, Kebaikan, Prinsip

7 Prinsip Utama dalam Kehidupan Seorang Muslim

7 Juli 2025
Tajwid, Surat Al-Baqarah, Amalan

Amalan Unggulan, Amalan Rahasia, dan Amalan yang Terus-Menerus

6 Juli 2025
Pembatal Shalat

Tempat-Tempat Terlarang untuk Shalat, di Mana Saja?

3 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.