• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Minggu, 27 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Dunia; Surga bagi Orang Kafir dan Penjara Bagi Orang Mukmin

by Sodikin
6 tahun ago
in Ibrah
Reading Time: 2 mins read
A A
0
emas

Ilustrasi. Foto: Reuters

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

JIKA kita melihat dunia dengan segala kenikmatannya, niscaya kita akan terkesima dan tertarik untuk melakukan apapun demi memenuhi hasrat. Namun perlu disadari bahwa dunia ini hanya sementara dan kampung akhirat adalah abadi. Dunia ibarat surga bagi orang kafir dan penjara bagi orang-orang mukmin.

Dunia ibarat surga bagi orang kafir karena mereka bisa melakukan apapun yang mereka inginkan  di dunia ini. Memakan daging babi, minum khamr dan berzina. Sebaliknya, dunia ini bagaikan sebuah penjara yang menyesakkan bagi orang-orang mukmin karena mereka harus menahan segala apa yang diperintahkan oleh nafsunya.

BACA JUGA: Jadi Makanan Penghuni Neraka, Pohon Zaqqum Ternyata Ada di Dunia

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah SAW bersabda, “Dunia itu penjara bagi orang mukmin dan surga bagi orang kafir.” (HR. Ahmad).

ArtikelTerkait

Sapu Cinta dari Sultan Abdul Hamid II

Istighfar dan Para Ulama Salaf

Kunci Menjadi Kaya: Sedekah dan Keberkahan harta

Sunnah Keluar Rumah, oleh: Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc., MA.

Melihat realita yang ada, kebanyakan kaum muslimin di dunia ini adalah orang fakir dan miskin. Mereka hanya menjadi pedagang kecil, pegawai, buruh dan pekerjaan kecil lainnya. Sementara mayoritas perusahaan besar adalah milik orang kafir, para penemu teknologi, pemegang kurs mata uang paling tinggi, dan mayoritas negera-negara maju di kuasai oleh mereka.

“Kehidupan dunia dijadikan terasa indah dalam pandangan orang-orang yang kafir, dan mereka menghina orang-orang beriman. Padahal orang-orang yang bertakwa itu berada di atas mereka pada hari kiamat.” (QS. Al-Baqarah: 212)

Tapi tidak usah bersedih ketika mereka merendahkan kita di dunia ini. Biarlah mereka bersenang-senang serta dilalaikan oleh angan-angan kosong mereka. Mereka menyiksa kaum muslimin, membunuh ribuan nyawa anak-anak yang tak berdosa. Di Palestina, Rohingya, Burma, Iughur, Suriah. Tapi ingat, pada hari kiamat kelak  kita akan berada di atas mereka, pada hari itu  kita yang akan menertawakan mereka dan mereka pun berangan-angan agar dikembalikan kedua ini untuk menjadi seorang muslim, Allah Azza wa Jalla berfirman:

“Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman yang menertawakan orang-orang kafir.” (QS. Al-Muthaffifin: 34)

Maka kita sebagai muslim, jangan tertipu dengan kehidupan dunia ini. Kehidupan yang penuh senda gurau dan main-main, kehidupan yang sungguh melalaikan. Jangan lupa bahwa dunia hanyalah tempat di mana sandiwara kehidupan dipentaskan. “Kehidupan dunia sangat sederhana. Kita bagaikan aktor dan artis yang sedang memegang peran masing-masing. Sedangkan sutradaranya adalah Allah SWT. Skenarionya adalah Alquran dan Sunnah. Barang siapa yang memerankan perannya sesuai dengan skenario Allah, maka ia pun memperoleh bayaran berupa surga. Tetapi bagi mereka yang berperan sesuai kehendak hati dan nafsunya melanggar skenario yang ditetapkan oleh sang Sutradara Kehidupan, mereka akan dipecat, masuk ke dalam neraka.” (Ahmad Rifa’I Rif’an)

BACA JUGA: 3 Hukuman dan Derita bagi Pecinta Dunia

Ketika Allah menyuruh kita bersabar saat ujian kemiskinan melanda, maka bersabarlah. Begitupula ketika Allah memberikan kita nikmat, maka bersyukurlah. Kunci selamat dalam kehidupan ini adalah mengikuti kehendak Allah dan menjalankan skenario yang telah ditetapkan-Nya. Jangan keluar batas apalagi membuat skenario baru, maka kehidupanmu akan kacau balau dan bisa saja mendapatkan hukuman dari sang Sutradara.

Karena itu jika selama ini kita masih menyimpang dari skenario yang telah ditetapkan, maka segeralah kembali. Sebelum sang Sutradara mengatakan “cut” pertanda kamu diberhentikan dari adegan kehidupan ini.

Akhirnya, jadilah di dunia ini layaknya orang asing atau seperti seorang perantau. Karena tujuan perjalanan kita bukanlah dunia, akan tetapi tujuan akhir kita adalah akhirat. Jadikanlah dunia ladang untuk bercocok tanam, sedangkan masa panen adalah di akhirat kelak. Bersyukurlah atas segala kenikmatan maka nikmat itu bertambah. Sedangkan dalam urusan dunia ini, jangan melihat orang yang berada di atas kita, lihatlah kepada siapa yang berada di bawah kita, agar kita bisa lebih bersyukur atas segala kehendak-Nya. []

SUMBER: WAHDAH.OR.ID

Tags: kenikmatan duniamukminnafsupenjarasurga
ADVERTISEMENT
Previous Post

Berdasarkan Penelitian, Inilah Manfaat Shalat bagi Kesehatan

Next Post

Nyata, Guru Ini Pernah Pinjamkan Uang Rp100.000 Diganti Jadi Rp600 Juta

Sodikin

Sodikin

Related Posts

Sultan Abdul Hamid II

Sapu Cinta dari Sultan Abdul Hamid II

7 Juli 2025
Imam Syafi'i, Ulama, Madzhab, Istighfar

Istighfar dan Para Ulama Salaf

5 Juli 2025
Rezeki, Jalan Rezeki, pencuri, Uang Haram, Sedekah

Kunci Menjadi Kaya: Sedekah dan Keberkahan harta

4 Juli 2025
Pahala, Sunnah Keluar Rumah

Sunnah Keluar Rumah, oleh: Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc., MA.

21 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.