ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Aku Wanitamu

Foto hanya ilustrasi
0

Puisi karya Anna Jameela

 

Wahai lelakiku

Akulah wanitamu

Aku siap menjadi bahu sandaran segala keluh kesahmu

 

Wahai lelakiku

Bukan tanpa sebab Allah jadikan kita  sepasang kekasih halal

Tapi qadarallah-lah yang telah menyatukan kita

Nama kita berdua diikat dan ditulis dalam kitab Lauhul Mahfudz

 

Lelakiku,

Kuharap jangan kau sakiti lahir batinku

Karena Nabi kita tak mengajarkan hal itu

 

Tirulah uswatun hasanah kita dalam memperlakukan wanita

Menyanyangi dengan penuh kelembutan serta ketaatan yang Allah perintahkan

 

Lelakiku,

Aku wanitamu

Yang dulu setengah mati kau perjuangkan di hadapan ayah ibu dan keluarga besarku

Lupakah kamu duhai pujaan hatiku?

 

Surgaku ada pada ridhomu

Ijin dan kebebasanku ada pada kata ‘iya’ mu

Maka alasan apalagi yang ingin kau buat untuk sakiti diriku?

 

Amarahmu bagai gempa berskala tinggi

Kemarahanmu lebih aku takuti daripada amarah orangtuaku

 

Banyak ketakutan….

Banyak kekhawatiranku

Takut akan kau tinggalkan aku dalam kubangan derita

Takut tak bisa menjadi sempurna seperti harapmu

Tenangkan aku akan gundahku duhai wahai

 

Lelakiku,

Tahan amarahmu….

Tahan pukulan dan bentakan kasar yang amat sangat melukai

Aku wanitamu yang sangat lemah

Tak mampu melawan dan tak seberapa kekuatanku

 

Ingatlah wahai lelakiku,

Engkaulah kelak yang mempertanggungjawabkan segala perbuatanku dan perbuatanmu

Kujaga kehormatanmu,

Kurelakan hidupku untukmu

Segenap jiwa ini aku letakkan dalam jiwamu

 

Alasan apalagi yang ingin kau ucap demi mendapatkan wanita lain selainku?

 

Duhai pemimpinku,

Jagalah aku….

Seperti janjimu saat ijab qabul dalam sighat talak di depan penghulu, saksi, orangtua dan seluruh tamu undangan

Mereka akan menjadi saksi pula di yaumul hisab

Tepati janjimu duhai sayangku

Allah tagih kelak janji itu

 

Aku wanitamu,

Tak ingin kau tertunduk malu di hadapan-Nya kelak

Maka kujaga izzahmu

 

Kuharap kau pun begitu

Jangan kau bongkar aib wanitamu kepada selain Allah

Karena hanya DIA yang pandai menjaga rahasia biduk kapal rumah tangga kita

 

Duhai lelakiku,

Ajarilah aku bagaimana cara berjalan yang benar menuju syurga

Bimbinglah wanitamu ini mendapat ridho-Nya melalui ridhomu

 

Lelakiku,

Tahukah  kau?

Bahwa  bahan bakar api neraka adalah manusia

Hinngga Allah peringatkanmu dan ku untuk menjaga keluarga kita….

Dengan titah_Nya yang disabdakan dalam Al Qur’an

 

“Jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”

 

Semoga bukan kita, sayang!

 

Qowam-ku….

Tatap aku…

Tatap mata teduhku

Di sini….

Kutawarkan sebongkah ketaatan apabila kau penuh janjimu

 

Marahlah jika aku lalai menjalankan kewajibanku

Marahlah jika aku keluar dari batas suci yang DIA tetapkan

Jangan kau marah ketika aku tidak berdandan

Jangan kau marah karena masakanku tidak enak

 

Karena Allah tidak bertanya perihal kecantikkanku dan masakanku

Kelak Allah akan bertanya perihal ibadahku, siapa pemimpinku!

 

Siapkah kau jawab pertanyaan Allah kelak jika kutunjuk kaulah pemimpinku?

 

Siap tidak siap

Mau tidak mau

Suka tidak suka

Kau harus menjawab sebagai terdakwa di depan Hakim seadil-adilnya Hakim di hari pembalasan

 

Lelakiku,

Sini kugenggam tanganmu

Mengalirkan kehangatan cinta yang telah disucikan-Nya pada kita

 

Aku wanitamu

Aku halal bagimu

Kubantu kau menjawab kelak semua pertanyaan Allah

Asal kau berjanji

Perlakukan aku sebagaimana yang DIA perintahkan padamu, qawamku

 

Aku wanitamu,

Sebagai tulang  rusukmu yang hilang satu

Kujaga cintamu hingga akhir hayat

Demi syurga yang Allah janjikan

Atas ridhomu

 

Aku mencintaimu….

Karena akulah wanitamu

.

Jatiasih yang diselimuti kesejukkan.

18116

#AJ

loading...
loading...