ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Wahai Pemuda, Jangan Pelihara Sifat Ini

Foto: Dream.co.id
0

PEMUDA merupakan orang-orang yang diyakini sebagai generasi penerus bangsa. Sebab, mereka memiliki semangat juang yang tinggi. Pemikiran dan keikutsertaannya dalam membangun sebuah bangsa begitu dinantikan. Kreativitas dan inovasi pemuda begitu diharapkan.

Tapi sayang, tak semua pemuda mampu melakukan hal itu. Ada pula pemuda-pemuda yang asik dengan dunianya sendiri tanpa memikirkan kemajuan bangsa. Ya, memikirkan orang lain pun tidak, apalagi memikirkan lingkup yang lebih luas. Salah satu hal yang membuat pemuda enggan keluar dari zona nyamannya ialah memelihara sifat malas.

Ketahuilah, dilansir dalam infoyunik.com bahwa pemuda yang malas akan mendapatkan kebencian dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Pada masa ini, pemuda diharuskan mengoptimalkan segala kemampuannya untuk bekerja mempersiapkan hari tua. Masa muda adalah masa gelora kehidupan. Selain itu, juga akan menjadi penentuan masa depan yang sesungguhnya.

Kemalasan anak muda menjadi indikasi bahwa mereka akan hidup susah di hari tuanya. Maka malasnya pemuda adalah alamat awal dari suram dan buramnya masa depan mereka. Inilah mengapa Allah membenci anak mudah yang memiliki sifat yang malas. Rasulullah menghimpun orang-orang mulia dalam tujuh golongan di antaranya adalah pemuda yang enerjik.

Rasulullah bersabda, “Tujuh golongan orang yang akan mendapat naungan Allah pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan Allah. Peminpin yang adil, pemuda yang tumbuh berkembang dalam beribadah kepada Allah, lelaki yang hatinya senantiasa terpaut ke mesjid tatkala dia keluar darinya hingga dia balik kembali, dua lelaki yang saling mencinta karena Allah. Dia berkumpul karenanya dan berpisah karenanya pula. Lelaki yang mengingat Allah sendirian kemudian kedua matanya mengalirkan air mata, lelaki yang dipanggil oleh seorang wanita yang memiliki kedudukan dan cantik lalu dia berkata, ‘Sesunggguhnya aku takut kepada Allah Tuhan semesta alam,’ seseorang yang bersedekah lalu dia menyembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfakkan tangan kanannya,” (HR. Malik, Tirmidzi, Bukhari Muslim).

Ternyata rasa malas itu memiliki dampak yang sangat buruk bagi para pemuda. Memang, kali ini mereka belum merasakannya. Tapi, ketika mereka telah tua, maka barulah penyesalan yang akan dirasa. Tentu, Anda tak ingin merasakan hal itu bukan? Jadi, ayolah bangkit dan hilangkan rasa malas yang bersarang pada diri Anda. []

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun
loading...
loading...