• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 23 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Ketika Sakit, Hal Ini Dianjurkan Imam Al Ghazali

by Rika
10 tahun ago
in Islam 4 Beginner
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Foto: Hidayatullah.com

Foto: Hidayatullah.com

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

DIANTARA nikmat yang seringkali terlupakan adalah nikmat sehat. Nikmat sehat sering terlupakan seperti kita melupakan nikmat terang yang tersadarkan saat keadaan gelap, mati lampu misalnya.

Jika sudah tertimpa sakit, memang tak ada gunanya mengeluh atau menyesali keadaan. Pilihan yang paling masuk akal adalah menjadikan keadaan tersebut sebagai momen berharga bagi perbaikan diri.

Dikutip dari laman NU Online, dalam kitab al-Adab fid Dîn, Abu Hamid Muhammad bin Muhammad bn Muhammad al-Ghazali mencatat beberapa hal yang harus dilakukan oleh seseorang ketika menderita sakit.

Pertama, memperbanyak ingat kematian (al-iktsâr min dzikril maut). Meski tidak selalu, sakit sering menjadi tanda seseorang akan menemui ajal. Inilah saat tepat si sakit menumbuhkan kesadaran bahwa kelak ia kembali ke hadirat-Nya. Kendati mengingat kematian seharusnya memang dilakukan setiap saat.

ArtikelTerkait

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

7 Prinsip Utama dalam Kehidupan Seorang Muslim

Amalan Unggulan, Amalan Rahasia, dan Amalan yang Terus-Menerus

Tempat-Tempat Terlarang untuk Shalat, di Mana Saja?

Kedua, memantapkan diri untuk bertobat dari kesalahan-kesalahan yang pernah dilakukan. Sakit adalah momen introspeksi dan membenahi kekurangan yang banyak diperbuat dalam keadaan sehat.

Ketiga, tidak berhenti memuji Allah, memanjatkan kerendahhatian diri dan doa. Bermujahadah disertai dengan sikap tawadu akan membuat sakit bukan semata penderitaan melainkan jembatan yang sangat bernilai bagi peningkatan mutu ketakwaan.

Keempat, menampakkan diri sebagai pribadi yang lemah dan butuh kepada Allah. Sakit adalah di antara sekian banyak gejala bahwa manusia memiliki kelemahan. Karena itu, di kala sakit sudah selayaknya ia menjadikan momen ini untuk penegasan akan kelemahan itu.

Kelima, berobat namun tanpa meninggalkan permohonan kesembuhan kepada Sang Pembuat Obat. Manusia tetap diharuskan berikhtiar untuk mencapai kesembuhan dirinya, di saat bersamaan juga harus diiringi permintaan tolong kepada Allah karena pada hakikatnya kesembuhan itu Dialah penciptanya.

Keenam, menampakkan rasa syukur ketika sedang kuat. Artinya, sisa energi yang masih ada mesti disyukuri karena itu berarti masih ada anugerah kesehatan di tengah kondisi sakit. Bandingkan ketika ia ditimpa sakit yang menyebabkan ia koma alias tak sadarkan diri.

Ketujuh, sedikit mengeluh. Mengeluh adalah hal yang manusiawi kala seseorang menderita sakit. Namun menjadi tak wajar ketika keluhan tersebut diumbar terus-menerus. Selain tak memiliki manfaat signifikan, keluhan hanya akan memperkeruh suasana kejiwaan baik pada diri si sakit maupun orang-orang yang turut menolongnya.

Kedelapan, menghindari jabat tangan. Kalimat ini bisa dimaknai secara luas bahwa orang sakit, terutama yang mengidap penyakit menular, harus sadar akan potensi dirinya menulari orang lain. dengan kata lain, ia tak boleh bersikap atau melakukan kegiatan yang bisa menyebabkan orang lain tertular, salah satu di antaranya adalah kontak fisik secara langsung. Kecuali bila kontak fisik itu diyakini tak akan menimbulkan penularan penyakit. Wallahu a’lam. []

Tags: adabAl-Ghazalisakit
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ikuti Langkah Muslim Inggris, Kanada Gelar Acara Masjid ‘Open House’

Next Post

Wahai Pemuda, Jangan Pelihara Sifat Ini

Rika

Rika

Related Posts

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

13 Juli 2025
Rahmat Allah, Kebaikan, Prinsip

7 Prinsip Utama dalam Kehidupan Seorang Muslim

7 Juli 2025
Tajwid, Surat Al-Baqarah, Amalan

Amalan Unggulan, Amalan Rahasia, dan Amalan yang Terus-Menerus

6 Juli 2025
Pembatal Shalat

Tempat-Tempat Terlarang untuk Shalat, di Mana Saja?

3 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.