• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 25 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Saat Kita Berusia …

by Ari Cahya Pujianto
6 tahun ago
in Ibrah
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Orang-orang Menghilang, anak, Jika Tidak Bisa Melakukan Seluruhnya,

Foto: Pixabay

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

 

* Saat kita berusia 1 tahun, orang tua memandikan dan merawat kita. Sebagai balasannya, kita malah menangis di tengah malam.

* Saat kita berusia 2 tahun, orang tua mengajari kita berjalan. Sebagai balasan, kita malah kabur ketika orang tua memanggil kita.

* Saat kita berusia 3 tahun, orang tua memasakkan makanan kesukaan kita. Sebagai balasan, kita malah menumpahkannya.

ArtikelTerkait

Sapu Cinta dari Sultan Abdul Hamid II

Istighfar dan Para Ulama Salaf

Kunci Menjadi Kaya: Sedekah dan Keberkahan harta

Sunnah Keluar Rumah, oleh: Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc., MA.

* Saat kita berusia 4 tahun, orang tua memberi kita pensil warna. Sebagai balasannya kita malah mencoret-coret dinding.

* Saat kita berusia 5 tahun, orang tua membelikan baju yang bagus-bagus. Tetapi malah kita mengotorinya dengan bermain-main di lumpur.

* Saat kita berusia 10 tahun, orang tua membayar mahal-mahal uang les dan sekolah kita. Sebagai balasan kita malah malas-malasan bolos.

* Saat kita berusia 11 tahun, orang tua mengantarkan kita ke mana-mana. Sebagai balasan kita tidak mengucapkan salam ketika keluar rumah.

* Saat kita berusia 12 tahun, orang tua mengizinkan menonton di bioskop dan acara lain di luar rumah bersama teman-teman kita. Sebagai balasan kita malah meminta orang tua duduk di barisan lain, terpisah dari kita dan teman2 kita.

* Saat kita berusia 13 tahun, orang tua membayar uang kemah, uang pramuka dan uang liburan kita. Sebagai balasan kita malah tidak memberinya khabar ketika kita berada di luar rumah.

* Saat kita berusia 14 tahun, orang tua pulang kerja dan ingin memeluk kita. Sebagai balasan, kita malah menolak dan mengeluh, “Papa, Mama, aku sudah besar!”

* Saat kita berusia 17 tahun, orang tua sedang menunggu telepon yang penting, sementara kita malah asyik menelepon teman-teman kita yang sama sekali tidak penting.

* Saat kita berusia 18 tahun, orang tua menangis terharu ketika kita lulus SMA. Sebagai balasan kita malah berpesta semalaman dan baru pulang keesokkan harinya.

* Saat kita berusia 19 tahuin, orang tua membayar biaya kuliah kita dan mengantar kita ke kampus pada hari pertama. Sebagai balasan, kita malah meminta mereka berhenti jauh2 dari gerbang kampus dan menghardik, “Papa, Mama, aku malu! Aku ‘kan sudah gede!”

* Saat kita berusia 22 tahun, orang tua memeluk kita dengan haru ketika kita di wisuda. Sebagai balasan, kita malah bertanya kepadanya, “Papa, Mama, mana hadiahnya? Katanya mau membelikan aku ini dan itu?”

* Saat kita berusia 23 tahun, orang tua memebelikan kita sebuah barang yang kita idam2kan. Sebagai balasan, kita malah mencela, “Duh! kalau mau beli apa-apa, untuk aku, bilang-bilang dong! aku kan nggak suka model seperti ini!”

* Saat kita berusia 29 tahun, orang tua membantu membiayai pernikahan kita. Sebagai balasan, kita malah pindah keluar kota, meninggalkan mereka, dan menghubungi mereka hanya dua kali setahun.

* Saat kita berusia 30 tahun, orang tua memberi tahu kita bagaimana cara merawat bayi. Sebagai balasan, kita malah berkata, “Papa, Mama, zaman sekarang sudaha beda. Nggak perlu lagi cara-cara seperti dulu.”

* Saat kita berusia 40 tahun, orang tua sakit2an dan membutuhkan perawatan. Sebagai balasan, kita malah beralasan, “Papa, Mama, aku sudah berkeluarga. Aku punya tanggung jawab terhadap keluargaku.”

* Dan entah kata-kata apalagi yang  pernah kita ucapkan kepada orang tua kita. []

 

Tags: AnakorangtuaRenungan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Digigit Kutu Kucing, Bocah 1 Tahun Asal Sragen Meninggal Dunia

Next Post

Pandangan Islam tentang Berpindah Agama

Ari Cahya Pujianto

Ari Cahya Pujianto

Hanya Pemuda Akhir Zaman yang Berharap Ridha dan Ampunan Allah Swt

Related Posts

Sultan Abdul Hamid II

Sapu Cinta dari Sultan Abdul Hamid II

7 Juli 2025
Imam Syafi'i, Ulama, Madzhab, Istighfar

Istighfar dan Para Ulama Salaf

5 Juli 2025
Rezeki, Jalan Rezeki, pencuri, Uang Haram, Sedekah

Kunci Menjadi Kaya: Sedekah dan Keberkahan harta

4 Juli 2025
Pahala, Sunnah Keluar Rumah

Sunnah Keluar Rumah, oleh: Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc., MA.

21 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.