• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Kamis, 17 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Pasokan Pupuk Subsidi Seret, Jokowi Keluhkan Data Pertanian Nggak Akurat

by Yudi
3 tahun ago
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
jokowi, pupuk

Foto: Presiden Jokowi (Biro Pers Sekretariat Presiden)

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) berbicara mengenai data pertanian di Indonesia yang dinilai kurang akurat. Jokowi mengeluhkan hal ini.

Jokowi menyayangkan daJokowi mengungkapkan penyebab pupuk subsidi tak sampai ke petani sebetulnya banyak, bisa saja pasokannya berkurang atau distribusinya tidak benar.ta pertanian yang kurang akurat. Pasalnya, keakuratan data pertanian dapat memberikan pemerintah arahan yang tepat untuk membuat kebijakan.

Dia pun membeberkan dampak buruknya data pertanian yang tidak akurat di Indonesia. Hal itu paling jelas terlihat pada program pupuk subsidi, dia bilang pemerintah sudah menentukan kuota pupuk subsidi sebanyak 9 juta ton.

BACA JUGA: Jokowi Bicara Pentingnya Hilirisasi Demi Negara Maju, Ingatkan Penggantinya agar Berani

ArtikelTerkait

Banyak Diterima di UI, JISc Ungguli SMA Negeri Meski Terapkan 3 Kurikulum

Jakarta Islamic School (JISc) Difitnah, Pemilik Siap Ambil Langkah Hukum

PUI Kecam Keras Agresi Israel di Gaza, Serukan Gencatan Senjata dan Tuntut Pengadilan Internasional

Program Unik Bantuan Makan Sahur (BMS) Khusus Warga Depok

Penentuan jumlah subsidi sebanyak itu dilakukan berdasarkan data petani yang membutuhkan pupuk subsidi. Namun nyatanya di lapangan masih banyak sekali keluhan petani tak mendapatkan pupuk subsidi.

“Akurasi kebijakan itu butuh akurasi data. Kalau sudah diputuskan pupuk subsidi, katakanlah 9 juta ton, itu kan dari data memutuskan itu. Tapi, di lapangan masih banyak yang petani teriak, ‘Pak pupuk ndak ada pak’,” kata Jokowi saat membuka pencanangan Sensus Pertanian 2023 yang disiarkan virtual, Senin (15/5/2023).

Jokowi mengungkapkan penyebab pupuk subsidi tak sampai ke petani sebetulnya banyak, bisa saja pasokannya berkurang atau distribusinya tidak benar.

Namun, menurutnya bisa jadi masalah itu juga terjadi karena data penggunanya kurang tepat. Misalnya saja, petani di seluruh Indonesia butuh subsidi 13 juta ton, namun dalam data yang digunakan pemerintah kebutuhan cuma tertera 9 juta ton.

“Mungkin supply kurang, atau distribusinya nggak betul. Tapi kalau datanya akurat gampang sekali. Oh iya, bukan 9 juta ton, ternyata 13 juta ton misalnya, udah rampung ndak ada keluhan kan,” ungkap Jokowi.

Mentan Buka Suara

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pun buka suara keluhan yang diungkapkan Jokowi. Syahrul bilang sebetulnya kebutuhan pupuk di Indonesia sebesar 24 juta ton secara keseluruhan. Namun, khusus untuk pupuk subsidi kemampuan keuangan negara hanya mampu menyediakan 8-9 juta ton pupuk subsidi.

“Pupuk yang dibutuhkan orang Indonesia yang ada dalam di data kita ada 24 juta ton. Tapi, kemampuan keuangan negara yang ada selama ini hanya 8-9 juta ton (untuk penyediaan pupuk subsidi), bukan kelangkaan memang kita miliki keterbatasan,” ungkap Syahrul usai menghadiri acara yang sama.

Syahrul juga mengatakan bisa jadi juga pupuk sulit didapatkan karena ada masalah pada distribusi di lapangan. Dia mengakui pemerintah pusat memang kesulitan mengawasi distribusi secara luas.

Namun, sudah ada sistem bertingkat untuk meminimalisir mandeknya distribusi pupuk di lapangan. Semua sistem itu pun diawasi teknologi digital jadi semua terpantau dengan baik.

“Walaupun memang pengendalian dari pusat itu cukup sulit dilakukan, oleh karena itu dari pusat kita kasih provinsi, provinsi ke kabupaten, kabupaten nanti yang bagikan ke masyarakat semua. Kalau ada terjadi apa-apa kita tahu siapa tanggung jawab apa dan dalam proses yang di mana,” ungkap Syahrul.

BACA JUGA: Banyak Menteri Kabinetnya Ikut Nyaleg, Jokowi Bilang Begini

Syahrul juga mengungkapkan pasokan pupuk pun makin sulit didapatkan, khususnya yang impor. Konflik Rusia dan Ukraina membuat pasokan pupuk dunia terhambat dan harganya pun jadi naik.

Pemerintah pun menyesuaikan hal itu dengan memangkas jumlah golongan petani yang mendapat subsidi. Dari 69 komoditas yang boleh menggunakan pupuk subsidi kini hanya ada 9 komoditas saja yang boleh gunakan pupuk subsidi.

“Di mana-mana kalau ketemu orang dia ngeluh pupuk karena memang butuh pupuk, dan kita terlalu jauh dari penggolongan yang kemarin dari 69 jenis komoditi dari pupuk yang 8 juta itu,” kata Syahrul.

“Kita ambil kebijakan untuk pangan dasar saja dengan harapan yang dapat pupuk hanya pada lahan lahan yang 2 hektare ke bawah agar maksimal hasilnya,” pungkasnya. []

SUMBER: DETIK

Tags: JokowipetaniPupuk
ADVERTISEMENT
Previous Post

5 Fakta Andhi Pramono: Berawal Pamer Harta, Berujung Tersangka KPK

Next Post

Pengurus Golkar Sumsel Minta Maaf Usai Aksi Sawer Uang di KPU Viral

Yudi

Yudi

Related Posts

JISc

Banyak Diterima di UI, JISc Ungguli SMA Negeri Meski Terapkan 3 Kurikulum

24 Juni 2025
Mam Fifi, JISc

Jakarta Islamic School (JISc) Difitnah, Pemilik Siap Ambil Langkah Hukum

18 Mei 2025
Israel

PUI Kecam Keras Agresi Israel di Gaza, Serukan Gencatan Senjata dan Tuntut Pengadilan Internasional

9 April 2025
Depok

Program Unik Bantuan Makan Sahur (BMS) Khusus Warga Depok

28 Maret 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.