ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Meski Status Gunung Dieng Normal, Masyarakat Tetap Waspada Pasca-Letusan

Foto: Detik
0

DIENG–Letusan freatik yang terjadi di kawah Sileri, Dieng sekira pukul 12.00 WIB, menyebabkan 12 orang mengalami luka ringan. Badan Geologi Kementerian ESDM menyatakan bahwa aktivitas Gunung Dieng normal, namun masyarakat diimbau tetap berhati-hati.

“Sekalipun tingkat aktivitas Gunung Dieng normal, namun tetap direkomendasikan masyarakat tidak melakukan aktivitas di Kawah Timbang, karena adanya ancaman bahaya gas CO2 dan H2S yang berbahaya bagi kehidupan,” kata Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Ego Syahrial dalam sebuah keterangan, Minggu (2/7/2017).

Kemudian, Ego juga mengimbau agar masyarakat sekitar Kawah Timbang tidak melakukan penggalian dengan kedalaman lebih dari satu meter. Pasalnya, di tempat tersebut masih berpotensi terancam bahaya gas CO2 dan H2S.

“Masyarakat agar tetap tenang, tidak terpancing isu-isu terkait dengan aktivitas Gunung Dieng,” imbuhnya.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Pemkab Banjarnegara, Pemkab Wonosobo serta Pemkab Batang tentang aktivitas Gunung Dieng, tambah Ego.

“Masyarakat diimbau selalu mengikuti arahan dari SATLAK PB dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah,” arahnya.

“Bagi wisatawan yang mengunjungi kawasan wisata kawah disarankan tidak terlalu mendekat,” lanjutnya.

Khusus pada peningkatan aktivitas vulkanik di kawah Sileri, maka Syahrial meminta masyarakat dan pengunjung untuk meningkatkan kewaspadaan, dengan tidak mendekati kawah Sileri pada jarak 100 meter dari bibir kawah.

Menurutnya, pihak Kementerian ESDM telah menyampaikan rekomendasi sejak April 2017 lalu, agar masyarakat tidak mendekati bibir Kawah Sileri di bawah 100 meter.

Dia juga mengatakan telah dilakukan penutupan sementara di kawasan Kawah Sileri oleh Polres dan Kodim dengan police line. Pihak BPBD dan Pos pengamatan gunungapi Dieng melakukan pengamatan visual dan melakukan pengukuran dari area kawah sileri.

“Tim Reaksi Cepat BPBD Banjarnegara membuka posko Aju di desa Kepakisan. Membuat jalur evakuasi khusus yang selama ini tidak ada,” tutupnya. []

Sumber: Detik

loading...
loading...