• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Sabtu, 17 Oktober 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Jika Istri Tak Sampai Puncak

by Saad Saefullah
7 tahun ago
in Tirai Kamar
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Foto: harnas.co

Foto: harnas.co

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

SEORANG suami dianugerahi kenikmatan ketika berhubungan dengan istrinya yaitu inzal atau orgasme. Namun tidak demikian dengan istri. Di sebagian kasus, hal ini tidak terjadi pada wanita.

Setidaknya, dirangkum dari berbagai sumber, ada dua hal yang bisa menyebabkan orgasme wanita tidak terwujud.

Pertama, keinginan suami untuk cepat-cepat menyelesaikan “keperluannya”, atau mungkin karena terlalu cepat “keluar”, atau memang karena ketidaktahuannya mengenai cara membuat wanita istrinya ke puncak. Dalam hal ini, padahal ada sebuah hadits yang telah mengingatkan kita, “Apabila salah seorang diantara kalian menggauli istrinya, maka hendaknya ia berlaku jujur. Barangkali ia mengakhiri hubungan sebelum istri terpenuhi hajatnya, maka janganlah terburu-buru mengakhiri hingga istri terpenuhi hajatnya pula,” (Al-Haitsami dalam Majma’uz Zawaid (IV;295) dari Hadits Anas bin Malik).

Kedua, karena memang sang istri yang lambat panas. Di sini perlu dicermati, terkadang istri itu memang tipikal lambat panas. Tapi mungkin saja di sini justru kekurangannya ada pada suami yang memang terburu-buru melakukan penetrasi, kurang memberikan foreplay. Mungkin karena menganggap remeh soal hubungan, atau karena memang sikap egoisnya yang terlalu besar.

ArtikelTerkait

Yang Tidak Disukai oleh Istri dari Suami ketika Jima

Suami Nolak Terus Diajak Jima, Istri Harus Bagaimana?

Pentingnya Istri Tidak Malu untuk Memuaskan Suami karena Termasuk Ibadah

Kenapa Suami Sukanya Minta Jima Terus sama Istri?

Di sini, hal yang harus dicermati oleh seorang suami adalah bahwa, hubungan dengan istri merupakan hubungan interaksi yang termasuk dalam konsep ta’awanu ‘alal birri wat taqwa, atau bekerjasama dalam mencapai kebaikan dan ketakwaan. Di situ ada kepentingan fitrah manusia, kepentingan menjaga kesucian diri, kepentingan mencari kepuasan secara halal, kepentingan membahagiakan pasangan, kepentingan menjaga keharmonisan dan keutuhan rumah tangga dan setumpuk kepentingan yang lainnya.

Maka tidak boleh bagi seorang suami membiarkan istri tanpa mencapai puncak. Seorang suami yang selalu menyelesaikan hajatnya dengan kurang memikirkan kepuasan pasangannya jelas-jelas telah merusak banyak kemaslahatan tanpa dia sadari. Ia harus bertaubat kepada Allah Ta’ala dan merubah cara berhubungannya. Kalau tidak, ia akan menanggung akibat buruknya di dunia dan di akhirat

Ibnu Quddamah menjelaskan, “Karena hal itu (yaitu membiarkan istri tanpa orgasme) amat berbahaya dan dapat menghalanginya dari memuaskan nafsu birahinya.”

Ibnu Quddamah menjelaskan lagi, “Sangat dianjurkan melakukan permainan beberapa saat dengan istri sebelum berhubungan intim untuk membangkitkan gairah syahwatnya, sehingga ia bisa mendapatkan juga kenikmatan bersetubuh seperti yang dirasakan sang suami.”

Umar bin Abdul Aziz menjelaskan, “Jangan segera melakukan penetrasi terhadap istri sebelum ia mengalami gairah seks seperti Anda, agar Anda tidak terlebih dahulu mengalami orgasme.” Beliau melanjutkan, “Anda bisa menciumnya dan melakukan rangsangan lain, jika Anda sudah melihat dia mengalami gairah yang sama dengan Anda (terangsang), silahkan Anda menyetubuhinya.”

Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin menyatakan: “Apabila seorang laki-laki telah terpenuhi hajatnya dengan keluar mani, tahanlah hingga istri terpenuhi. Karena sang istri terkadang lambat meraihnya. Menyelesaikan hubungan seperti itu (maksudnya tanpa istri mencapai orgasme) merupakan siksaan bagi istri.” []

ADVERTISEMENT
Previous Post

Kerang dan Mutiara

Next Post

Berbahaya, Trend Skullbreaker Challenge Makan Korban di AS

Saad Saefullah

Saad Saefullah

Lelaki. Tidak terkenal. Menyukai kisah-kisah Nabi dan Para Sahabat.

Related Posts

Jima, Suami

Yang Tidak Disukai oleh Istri dari Suami ketika Jima

6 Juli 2025
Jima

Suami Nolak Terus Diajak Jima, Istri Harus Bagaimana?

28 Juni 2025
suami, istri, reproduksi, aib, cerai, perceraian, cemburu, fitnah, mahram, kekasih, pernikahan, hubungan intim,

Pentingnya Istri Tidak Malu untuk Memuaskan Suami karena Termasuk Ibadah

23 Juni 2025
Penyebab Suami Loyo di Tempat Tidur, Jima, nusyuz

Kenapa Suami Sukanya Minta Jima Terus sama Istri?

8 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.