ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Jengkol bisa Sebabkan Kematian, Lha?

0

Advertisements

SIAPA yang tak kenal jengkol. Makanan yang satu ini memang memiliki bau tidak sedap, namun memiliki banyak penikmat. Kini, jengkol tak hanya dinikmati oleh orang-orang dari daerah pedesaan saja, orang kota pun kini banyak yang menggandrungi makanan yang satu ini.

Meski memiliki beragam khasiat, ternyata jengkol juga bisa menyebabkan kematian bagi penggemarnya. Menurut Ahli Gizi, Desy Nur Arista, makanan jenis kacang-kacangan ini dapat melancarkan saluran pencernaan, membentuk jaringan tubuh, mencegah anemia dan masih banyak lainnya.

BACA JUGA: Makanan Haram Sebabkan Iman Menjadi Tipis, Benarkah?

Kata Desy, jengkol mengandung protein, antioksidan, vitamin A, vitamin B, fosfor, kalsium, alkaloid, minyak atsiri, steroid, glikosida, tanin, dan saponin.

Terkait apakah jengkol dapat membantu memulihkan penyakit diabetes, Desy mengaku masih belum ada penelitian lebih.

“Ada juga penelitian yang bilang baik buat diabetes, tapi khusus yang ini penelitiannya objeknya kan masih tikus ya,” kata Desy seperti dilansir Halal Lifestyle di Jakarta, Ahad (22/72018).

Meski banyak mengandung banyak khasiat, dirinya mengimbau agar para penyuka jengkol untuk tidak memakan secara berlebihan. Hal ini dikarenakan ada kandungan asam jengkolat yang kurang baik bila dikonsumsi.

Asam jengkolat ini dapat menyebabkan penyakit jengkolan. Sebuah penyakit yang diawali dengan rasa nyeri dan sakit pada bagian pinggang dan kemudian akan disusul dengan rasa melilit pada perut. Para penderita penyakit jengkolan ini biasanya akan mengalami kesulitan buang air kecil dan menjadi penyebab sakit ketika buang air kecil.

Selain itu, jenis asam ini berpotensi menjadi Kristal di dalam pembuluh darah sehingga menyumbat pembuluh darah. Jika dibiarkan maka bisa menjadi penyebab batu ginjal, atau bahkan sampai menyebabkan kematian.

“Yang jelas ada asam jengkolat nya, jadi jangan banyak-banyak konsumsi,” kata dia mengakhiri. []

SUMBER: HALALLIFESTYLE

Artikel Terkait :

loading...
loading...

Sponsored

Langganan newsletter Kami
Langganan newsletter Kami
Daftar dan dapatkan informasi update dari Kami langsung ke Inbox e-mail Anda
Kamu dapat berhenti berlangganan kapanpun

Maaf Anda Sedang Offline