• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Sabtu, 26 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Jauhi Fanatik Buta (Ta’ashub)

by Ari Cahya Pujianto
6 tahun ago
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Renungan, Hukum Melihat Aurat, Sumber dosa, pintu setan, jika dosa itu terlihat, Bahaya Riya, Penghapus Amal Kebaikan, Ancaman bagi Orang Sombong

Foto: Pexels

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

 

Oleh: Hosiyanto Ilyas Chanel
premanbertasbih@gmail.com

DARI Jabir bin Muth’im, bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bukan termasuk golongan kami orang yang mengajak kepada ‘ashabiyyah, bukan termasuk golongan kami orang yang berperang karena ‘ashabiyyah dan bukan termasuk golongan kami orang yang mati karena ‘ashabiyyah.” (HR. Abu Dawud No.4456).

Ta’ashub adalah istilah dalam Islam yang artinya fanatik buta. implimentasi ta’ashub terkadang direalisasikan pada organisasi, madzhab, dan golongan tertentu. Imbas dari Ta’ashub (fanatik buta) akan melahirkan pemikiran yang sempit, dan menyalahkan pendapat orang lain. Berfanatiklah terhadap kebangsaan, bahasa, agama, faham sosial dan aliran politik yang kalian anut. Tetapi kalian jangan sakit hati jika melihat orang lain yang fanatik seperti kalian.

ArtikelTerkait

5 Prinsip Emas Bisnis Rasulullah yang Relevan Sepanjang Zaman

Apa yang Terjadi Jika Makan Telur Tiap Hari?

The End of Medsos

Apa Itu Nimbus, Varian Baru Covid 19 yang Lagi Merebak?

BACA JUGA: Banyak Dai Terlalu Fanatik dan Berlebihan Menyikapi Perbedaan

Oleh karena itu, biarkanlah orang orang lain mempunyai fanatisme terhadap apa yang mereka yakini selama dalam koridor menjaga kerukunan dan keutuhan. Sebab setiap orang itu memiliki hak asasi dan kebebasan memilih dan memeluk agama yang mereka yakini kebenarannya, bahkan boleh memperlihatkan fanatismenya terhadap apa yang di kehendakinya, karena semua agama membolehkan kepada setiap orang memiliki jiwa yang fanatik.

Akan tetapi yang tidak boleh adalah fanatik buta dengan melakukan tindakan benci kepada orang yang berlainan agamanya serta melakukan terror kepadanya, itu adalah perbuatan orang yang tidak mengerti tentang agama yang di anutnya, kecuali hanya namanya saja bahkan dia bukan penganut sejati agama tersebut. Ajaran agama dan perbuatan seperti itu jelas bertolak belakang. As-Syaikh Musthofa Al-Ghalayaini dalam Idhatu An-Nasyi‟in (Juz 1 Hlm. 110) Mengungkapkan:

ومعنى التّعصّب للدين القيام بفروضه وانتهاج سنيه واتّباع أوامره، واجتناب نواهيه، والتخلق بالأخلاق الجميلة التي يحفز التدين الهمم إليها

Pengertian fanatisme terhadap agama adalah, senantiasa menjalankan segala hal yang diwajibkan oleh agama, mengikuti semua petunjuk, melaksanakan semua perintah dan menjahui segala larangan serta menetapi prilaku yang mulia, yang menjadi tujuan utama beragama.

BACA JUGA: Waspada Fanatik Buta

Memang tujuan utama adalah agar yang bersangkutan terdorong memupuk cita – cita menuju budi pekerti yang luhur. Semoga kita termasuk orang orang yang fanatisme dalam hal positif menjaga persatuan dan kesatuan serta membangun bangsa dan negara. Dan bukan menjadikan fanatisme sebagai lantaran untuk keburukan atau balas dendam, sebab hal seperti ini sama sekali bukan prilaku orang yang berhati mulia.

Janganlah kita membiarkan perbedaan pendapat, agama, kebangsaan dan bahasa menimbulkan keresahan masyarakat, menghambat kemajuan dan merusak persatuan hususnya jika perbedaan itu terjadi antara sesama bangsa yang satu bahasa, satu tanah air yaitu Indonesia tercinta.

Wallahu A’lam Bissawab. []

Tags: Fanatik ButaTa'ashub
ADVERTISEMENT
Previous Post

Saat Dosa Yahudi Dilimpahkan pada Ayam

Next Post

Belajar dari Ketaatan Nabi Ibrahim Ketika Diperintah Menyembelih Putranya

Ari Cahya Pujianto

Ari Cahya Pujianto

Hanya Pemuda Akhir Zaman yang Berharap Ridha dan Ampunan Allah Swt

Related Posts

Leasing, Bisnis

5 Prinsip Emas Bisnis Rasulullah yang Relevan Sepanjang Zaman

11 Juli 2025
telur

Apa yang Terjadi Jika Makan Telur Tiap Hari?

16 Juni 2025
Threads

The End of Medsos

14 Juni 2025
Syarat Taubat Diterima, Waktu Mustajab untuk Berdoa, Hukum Menggunakan Masker ketika Shalat, Waktu Berdoa yang Mustajab, Hadits tentang sabar, Sedekah Shubuh, ibadah, keutamaan berdoa, Syarat Taubat, Waktu Mustajab untuk Berdoa di Hari Jumat, Hukum Menghadiahkan Al-Fatihah untuk Diri Sendiri, Doa Memohon Ampunan pada Allah SWT, Perkara Iman, Istighfar,Hukum Meminta Doa dari Orang Lain, Nimbus

Apa Itu Nimbus, Varian Baru Covid 19 yang Lagi Merebak?

13 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.