• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 30 Oktober 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Jangan Cuma Berpikir Soal Modal untuk Mulai Usaha…

by Sodikin
6 tahun ago
in Ekonomi
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ilustrasi. Foto: Sleekr HR

Ilustrasi. Foto: Sleekr HR

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

Oleh: Ustaz Ammi Nur Baits

DI antara upaya Nabi SAW untuk menguatkan persaudaraan sesama muslim adalah dengan mempersaudarakan antara muhajirin dan anshar. Mereka bisa saling menanggung antara satu dengan yang lainnya. Mengingat kondisi kaum muslimin muhajirin yang tiba di kota Madinah, kebanyakan mereka tidak memiliki harta dan keluarga.

Di antara cara Nabi SAW dalam melakukan at-Taakhi (mempersaudarakan) adalah dengan melihat latar belakang masing-masing sahabat. Kuatnya ikatan iman, sampai para kaum anshar menawarkan siap berbagi dengan sahabat muhajirin.

BACA JUGA: Kaum Anshar Marah kepada Rasulullah ﷺ, tapi…

ArtikelTerkait

5 Negara Ini Berikan Gaji kepada Warganya yang Menganggur

7 Cara Mengatur Keuangan agar Gaji Tidak Habis Sebelum Akhir Bulan

10 Kebiasaan Buruk yang Bisa Bikin Dompet Cepat Kosong!

Strategi Efektif Mengelola Kas untuk Pertumbuhan Bisnis yang Berkelanjutan

Abu Hurairah ra menceritakan, bahwa ketika orang anshar dipersaudarakan dengan muhajirin, masyarakat anshar menyampaikan kepada Nabi SAW,

اقْسِمْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ إِخْوَانِنَا النَّخِيلَ . قَالَ « لاَ » . فَقَالُوا تَكْفُونَا الْمَئُونَةَ وَنُشْرِكُكُمْ فِى الثَّمَرَةِ . قَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا

“Silahkan anda bagi kebun kurma kami dengan kawan-kawan kami Muhajirin”

“Tidak.” Jawab Nabi SAW.

Orang anshar menawarkan, “Kalau begitu, kalian cukupi kebutuhan pengelolaan kebun kami, nanti kami libatkan kalian untuk bagi hasil buahnya.”

Jawab Muhajirin, “Siap, kami dengar dan kami taat.” (HR. Bukhari 2325).

Mereka bisa salin tolong menolong dalam materi, perhatian, memberi nasihat, membangun rasa cinta karena iman. bahkan sampai di antara mereka siap mewariskan hartanya kepada saudaranya Muhajirin jika mereka meninggal. Namun ini dilarang oleh Allah, karena ahli waris yang lebih berhak dalam masalah ini. Allah jelaskan ini dalam firman-Nya,

وَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْ بَعْدُ وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا مَعَكُمْ فَأُولَئِكَ مِنْكُمْ وَأُولُوا الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَى بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Orang-orang yang beriman sesudah itu kemudian berhijrah serta berjihad bersamamu maka orang-orang itu termasuk golonganmu (juga). Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam kitab Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. al-Anfal: 75)

Disebutkan dalam sebagian referensi bahwa para sahabat yang dipersaudarakan oleh Nabi SAW mencapai 90 sahabat. Di antaranya,

Persaudaraan Abu Bakar as-Shiddiq dengan Kharijah bintu Zuhair

Umar bin Khatab dengan Itban bin Malik. Umar dan Itban bahkan gantian (tanawub) dalam menghadiri majlis Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu mereka saling tukar hasil kajian.

Abu Ubaidah bin Jarrah dengan Muadz bin Jabal

Az-Zubair bin Awam dengan Salamah bin Sallamah bin Waqsy

Thalhah bin Ubaidillah dengan Ka’ab bin Malik

Salman al-Farisi dengan Abu Darda..

Radhiyallahu ‘anhum ajma’in…

Antara Abdurrahman bin Auf dengan Sa’d bin Rabi’ radhiyallahu ‘anhuma.

Tatkala Abdurrahman hijrah ke Madinah, beliau dipersaudarakan dengan Sa’ad bin Ar-Rabi’.

Semangat persaudaraan Sa’ad bin ar-Rabi’ dengan Abdurrahman sampai membuat beliau menawarkan separuh harta dan istrinya kepada Abdurrahman. Akan tetapi, Abdurrahman menolak dan berkata,

بَارَكَ اللَّهُ لَكَ فِي أَهْلِكَ وَمَالِكَ دُلَّنِي عَلَى السُّوقِ

“Semoga Allah memberkahi keluarga dan harta kekayaanmu. Tunjukkan saja letak pasar kepadaku.”

Ketika Abdurrahman pulang ke rumah, dia telah berhasil membawa pulang keuntungan berupa keju dan minyak samin. Tidak selang beberapa lama, Abdurrahman menikahi wanita Anshar dengan mas kawin berupa emas sebesar biji kurma. (HR. Bukhari 3937)..

Subhanallah, persaudaraan yang luar biasa..

Terlepas dari kondisi itu, ada sebuah pelajaran luar biasa yang diajarkan masyarakat muhajirin kepada kita.. bahwa masyarakat muhajirin, lebih memilih untuk menjadi mukmin yang mandiri dan tidak menggantungkan diri kepada tawaran orang lain.

BACA JUGA: Punya Usaha Mandiri, Pesantren di Pekalongan Ini Gratiskan Santrinya

Semangat seperti inilah yang seharusnya dibangun oleh para pengusaha muslim yakni tidak bergantung kepada apa yang dimiliki orang lain.

Ketika orang pemula dalam usaha selalu berfikir, dari mana saya bisa dapat modal? Siapa yang bisa memberi modal? Aset apa yang bisa digadaikan untuk mendapatkan modal bank?

Jika seperti yang Anda pikirkan, berarti Anda sudah salah jalur dalam mengawali usaha karena berada di posisi terlalu bergantung dengan dana dari orang lain.

Yang lebih tepat ketika anda berfikir, usaha apa yang bisa saya kembangkan, skill bisnis apa yang bisa saya tawarkan, sehingga orang lain tertarik untuk bergabung dengan usaha saya. Dengan prinsip semacam ini, Anda bisa menjadi orang yang lebih mandiri. Pemodal yang butuh Anda, dan bukan Anda yang butuh pemodal.

Dan secara psikologi, orang yang butuh, itulah yang dikendalikan. Jika Anda yang butuh pemodal, maka Anda dikendalikan. Anda kalah sejak berada di awal. Namun jika pemodal yang butuh Anda, maka Anda yang mengendalikan. Anda merdeka dari awal. []

SUMBER: PENGUSAHA MUSLIM

Tags: ansharbisnismodalMuhajirinmulai usahausaha
ADVERTISEMENT
Previous Post

Begini Pandangan Islam tentang Gizi

Next Post

Inilah Hal yang Boleh Disembunyikan Istri dari Suami

Sodikin

Sodikin

Related Posts

gaji, menganggur

5 Negara Ini Berikan Gaji kepada Warganya yang Menganggur

7 Januari 2025
riba, gaji, uang

7 Cara Mengatur Keuangan agar Gaji Tidak Habis Sebelum Akhir Bulan

3 Januari 2025
Kebiasaan Buruk yang Bisa Bikin Dompet Cepat Kosong, Uang

10 Kebiasaan Buruk yang Bisa Bikin Dompet Cepat Kosong!

5 Desember 2024
Bisnis

Strategi Efektif Mengelola Kas untuk Pertumbuhan Bisnis yang Berkelanjutan

7 September 2024
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.