• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 30 Oktober 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Kaum Anshar Marah kepada Rasulullah ﷺ, tapi …

by Dini Koswarini
6 tahun ago
in Sirah
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Rasulullah

Foto: Pinterest

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

RASULULLAH ﷺ sedang membagikan barang hasil rampasan perang Hawazin. Barang-barang tersebut berikan kepada orang-orang Muhajirin dan orang-orang Mualaf, tetapi beliau tidak memberikan hasil rampasan itu kepada kaum Anshar.

Itu membuat orang-orang Anshar marah kepada Rasulullah ﷺ dan melontarkan kata-kata yang tidak enak didengar telinga, juga ada yang berkata kalau bcliau itu pilih kasih atau berat sebelah.

BACA JUGA: Kaum Anshar, Sosok Barisan Kesatria yang Penuh Kemuliaan

Selain itu Hasan bin Tsabit juga menegur Rasulullahﷺ lewat syairnya dan Sa’ad bin ‘Ubadah berkata, “Ya Rasulullah, sebenarnya orang-orang Anshar itu marah terhadap Rasulullah, akibat Rasalullah membagi-bagikan hasil rampasan perang kepada kaum Muhajirin dan Mualaf saja.”

ArtikelTerkait

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

Setelah mendengar hal tersebut, Rasulullah ﷺ berkata, “Hai Sa’ad, dalam hal ini kamu akan memihak kepada siapa?”

Kemudian Sa’ad menjawab, “Ya Rasulullah, saya akan memihak kepada kaumku sendiri.”

Mendengar hal itu, Rasulullah ﷺ berkata, “Kumpulkanlah semua kaummu.”

Dan Sa’ad mengumpulkan semua kaumnya.

Setelah semua-nya kumpul lalu Rasulullah ﷺ menghampirinya dan berkhotbah, “Hai semua kaum Anshar, aku telah mendengar ucapan kamu semuanya yang isinya menjelek-jelekkanku, marah terhadapku, dan menganggap aku tidak adil terhadap kalian semua. Bukankah aku telah datang kepadamu dan waktu itu kamu masih dalam kesesatan. Kemudian Allah memberi hidayah dan petunjuk kepadamu semuanya?

“Sedangkan waktu itu kamu semua dalam keadaan miskin dan Allah memberikan kamu semua kekayaan?

“Dan kamu dulu juga dalam keadaan bermusuh-musuhan, lalu Allah mempersatukan kamu semuanya?”

Kemudian setelah mendengar semua khotbah beliau akhirnya membuat kaum Anshar sadar danberkata, “Ya, Allah dan Rasul-Nya yang telah banyak memberikan kenikmatan juga lebih utama.”

Setelah mendengar ucapan kaum Anshar, beliau berkata, “Ketahuilah demi Allah yang telah menciptakanku dan memercayai aku, apabila kamu sekalian mau, tentu kamu pasti bisa menjawabnya dengan benar dan jawabanmu itu akan dibenarkanya.”

Sesudah itu beliau berkata dengan lantang, “Wahai orang-orang Anshar, apakah kamu sekalian marah terhadapku hanya karena kenikmatan duniawi saja yang aku gunakan untuk meluluhkan hati suatu kaum, supaya mereka mau masuk Islam? Dan aku percaya akan keislamanmu itu?

“Apakah kalian semua tidak rela hati, wahai orang-orang Anshar, apabila orang-orang tersebut pergi membawa unta dan kambing, sedang kamu pulang dengan membawa Rasulullah ke negeri kamu?

“Demi Zat yang menguasai diri Muhammad, jika bukan karena hijrah, maka aku pasti menjadi kaum Anshar dan seandai orang-orang melalui suatu bukit dan orang-orang Anshar melalui bukit yang lainnya, maka aku pasti akan melalui bukit yang dilewati oleh kaum Anshar juga. Ya Allah sayangilah orang-orang Anshar, anak-anaknya, cucu-cucunya, dan cidt-cicitnya.”

BACA JUGA: Cinta Kaum Anshar kepada Rasulullah

Mendengar kata-kata Rasulullah ﷺ itu, orang-orang Anshar meneteskan air mata dan menangis sampai air matanya membasahi jenggotnya.

Lalu mereka berkata, “Kami sangat ridha dan lebih senang membawa Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sebagai yang kami dapatkan.” []

Sumber: Kisah Keadilan Para Pemimpin Islam/Karya: Nasiruddin S.Ag, MM/Penerbit: Republika

Tags: kaum ansharrasulullah
ADVERTISEMENT
Previous Post

Khutbah Jumat – Muslim Ibarat Satu Tubuh

Next Post

Ini 3 Tempat Terlarang untuk Buang Hajat Menurut Hadits

Dini Koswarini

Dini Koswarini

Related Posts

pasukan nabi isa, pemuda, nabi ibrahim, nabi musa

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

7 Juli 2025
QRIS

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

30 Juni 2025
Ibnu Abbas, Bani Israil, Abu Bakar

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

27 Juni 2025
Penjagaan Allah terhadap Nabi, Abu Bakar

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

12 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.