• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Minggu, 12 April 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

Ingin Lari dari Islam, Ustadz Deri Malah Dapat Hidayah

by Eva F Hasan
9 tahun ago
in Ibrah
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Foto: Google Image

Foto: Google Image

ADA  orang yang memahami agama Islam, namun tak paham cara menyampaikannya. Dulu Ustadz Deri Sulaeman sempat ingin lari dari Islam karena orang tersebut. Mereka memang menyampaikan sesuatu yang benar, namun caranya salah.

Tahun 98, Ustadz Deri pergi ke Bali. Ia mengira dengan hidup bebas di Bali akan menemukan kehidupan yang baik selain Islam.

Sampai suatu saat mantan vokalis band metal itu bertemu dengan seseorang dari luar negeri. “Saya tanya dari mana dia. Dia menjawab dari masjid,” ucap Ustadz Deri dalam acara Amazing Quran, Ahad (1/10/2017) di Jakarta.

Sang turis itu sangat bangga menjawab baru pulang dari masjid. “Ma syaa Allah ia bangga dengan jawaban dari masjid.”

ArtikelTerkait

Sapu Cinta dari Sultan Abdul Hamid II

Istighfar dan Para Ulama Salaf

Kunci Menjadi Kaya: Sedekah dan Keberkahan harta

Sunnah Keluar Rumah, oleh: Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc., MA.

Ustadz Deri menekankan bahwa dakwah itu mengajak. Bagaimana orang yang tadinya tidak shalat tertarik untuk shalat. Maka harus ada strategi untuk itu.

“Lalu, saya juga pernah menanyakan kepada seorang ustadz luar negeri. Apa pendapatnya tentang musik? Ustadz tersebut menjawab, musik boleh metal shalat tidak boleh tinggal,” terang Ustadz Deri.

Lalu, Ustadz Deri bertanya lagi kepada Ustadz tersebut. Kalau orang bertato shalat bagaimana hukumnya?.

“Ia menjawab, orang bertato shalat luar biasa. Yang aneh orang tidak bertato tidak shalat,” katanya menirukan jawaban sang Ustadz.

Ustadz Deri lalu mendatangi sebuah masjid. Ia mengaku heran dengan sambutan banyak orang. “Ketika itu, orang-orang berdiri memeluk saya.”

“Tanpa terasa saya sudah tiga hari di masjid, wudhu saya terjaga, saya tidak mendengarkan musik.”
Dulu, Ustadz Deri mengira akan mati tanpa musik. Tapi ternyata ia mampu hidup tanpa musik.

“Dan itulah awal saya hijrah,” ujarnya.

Selain sang ustadz, istrinya juga berperan dalam proses hijrah Ustadz Deri.

“Seorang istri adalah kritikus terkejam namun supporter siap mati,” katanya melanjutkan.

Da’wah adalah nur. Dakwah bukan hanya di masjid-masjid, tapi juga kita harus berjalan untuk menerangi.

Rasulullah adalah cahaya yang menerangi. Rasulullah menyalakan lentera Abu Bakar, Umar, Utsman dan hingga saat ini menyalakan seluruh dunia.

Da’wah nabi dengan penuh kelembutan. 13 tahun berdakwah di makkah. Rasulullah tak pernah usik khamar. Rasulullah berdakwah dengan kelembutan. Itulah indahnya Islam.

Hidayah hanya Allah yang mampu memberikannya. “Inilah jalan hijrah saya. Ingin lari dari Islam Allah berikan saya hidayah,” tutupnya. []

Sumber: Disarikan dari tausiah Ustadz Deri Sulaiman dalam Acara Amazing Quran, Ahad 1/10/20177

Tags: HijrahMasjidUstadz Deri
Previous Post

Media Rezim Klaim Industri Aleppo Sudah Maju

Next Post

Departemen Lingkungan Gaza: 98% Air di Gaza Tercemar

Eva F Hasan

Eva F Hasan

Please login to join discussion
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.