• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Senin, 15 Desember 2025
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
Tidak ada Hasil
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
Tidak ada Hasil
View All Result
Tidak ada Hasil
View All Result
Islampos
Home Syi'ar Sirah

Iblis di Balik Berhala Pertama dalam Sejarah Manusia

Oleh Sodikin
6 tahun lalu
in Sirah
Waktu Baca: 3 menit baca
A A
0
Ilustrasi. Foto: Busy

Ilustrasi. Foto: Busy

0
BAGIKAN

BERHALA sudah menjadi bagian dari sejarah umat manusia sejak zaman dahulu kala. Semua nabi dan rasul diutus untuk memerangi perbuatan syirik ini dan mengajak manusia untuk menyembah Allah SWT. Adapun berhala pertama yang disembah manusia muncul di zaman jauh sebelum Nabi Nuh. Berhala pertama tersebut bernama Waddan.

Pada awalnya Waddan adalah seorang manusia shaleh yang hidup jauh sebelum masa Nabi Nuh. Karena keshalehan dan keluhuran budinya, Waddan sangat dicintai oleh para pengikutnya. Lalu pada suatu waktu Waddan meninggal. Dengan diliputi kesedihan, rakyatnya kemudian mengubur jasad Waddan di tanah Babilonia (sekarang di Irak).

BACA JUGA: Kisah Ibu dan Bayi Saat Azab Banjir di Zaman Nabi Nuh

Di tengah suasana duka yang begitu mendalam, Iblis melihat sebuah kesempatan untuk memperdayai manusia. Dia kemudian mengubah wujudnya ke dalam bentuk manusia. Dia menghampiri orang-orang yang sedang bersedih itu, lalu berkata, “Aku melihat kalian bersedih karena kematian orang ini. Bolehkan aku membuat patung yang menyerupai dia (Waddan), yang mana nantinya bisa diletakkan di tempat pertemuan kalian, agar kalian bisa mengingatnya?”

ArtikelTerkait

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

Mereka menjawab, “Silakan.”

Demikianlah, Iblis lalu membuat patung Waddan, lalu orang-orang meletakkan patung tersebut di tempat pertemuan mereka. Setelah diletakkan di sana, manakala orang-orang teringat akan Waddan, mereka begitu antusias untuk memandangi patung Waddan.

Melihat antusiasme orang-orang, lalu Iblis menawari mereka untuk membuat patung lagi, “Bolehkan aku membuatkan kembali patung dirinya untuk disimpan di rumah kalian masing-masing, sehingga dia (Waddan) akan berada di rumah semua orang, dan kalian bisa mengingatnya?”

Mendapatkan tawaran ini semua orang setuju.

Anak-anak dari orang-orang ini kemudian menyaksikan bahwa betapa orang tua mereka begitu mengagumi patung ini. Dan tak ayal, mereka pun mengikuti perilaku orang tua mereka. Sehingga lama kelamaan, para anak keturunan mereka, ketimbang mengingat dan menyembah Allah, mereka lebih suka mengingat dan menyembah Waddan, berhala pertama dalam sejarah umat manusia.

Ibnu Abbas menjelaskan, “Adalah pada masa Yarid ketika berhala dibuat, dan beberapa dari mereka berpaling dari Islam.” Al-Tabari mengatakan bahwa Yarid adalah keturunan Adam dari garis Idris, dia dilahirkan 460 tahun setelah kematian Adam.

Dalam riwayat lainnya, Ibnu Abbas menjelaskan, “Setelah kematian orang-orang shaleh itu, Setan mengilhami umat mereka untuk mendirikan patung-patung di tempat-tempat di mana mereka biasa berkumpul. Mereka melakukannya, tetapi patung-patung ini tidak disembah sampai generasi mendatang menyimpang dari jalan hidup yang benar. Kemudian mereka menyembahnya sebagai berhala mereka.”

Dalam riwayat versi lainnya, Al-Tabari menjelaskan, “Terdapat orang-orang shaleh yang hidup pada periode antara Adam dan Nuh, mereka memiliki pengikut yang menjadikan mereka sebagai teladan. Setelah kematian mereka, sahabat-sahabat mereka yang biasa mencontoh mereka (akhlak orang-orang shaleh ini), berkata, ‘Jika kita membuat patung-patung mereka, itu akan lebih memudahkan kita untuk beribadah, dan akan mengingatkan kita tentang mereka.’

“Maka mereka membangun patung-patung mereka (orang-orang saleh), dan setelah mereka mati, dan generasi lain datang setelah mereka, Iblis merayap dalam benak mereka dengan mengatakan, ‘Nenek moyang kalian dulu menyembah mereka, dan melalui ibadah itu mereka mendapat hujan.’ Jadilah generasi baru itu menyembah patung-patung.”

Terkait peristiwa-peristiwa di atas, Ibnu Katsir menjelaskan bahaya-bahaya yang akan menimpa umat manusia mana kala mereka menyembah berhala. Menurutnya, karena mereka kehilangan pemahaman tentang keberadaan Allah, dan lupa akan hukum-hukum-Nya, maka mereka menjadi hilang kendali, berbuat kejam, dan melakukan tindakan-tindakan tidak bermoral.

Lebih jauh, Ibnu Katsir menjelaskan, bahwa pada hakikatnya, ketika manusia menyembah kepada selain Allah, maka mereka sesungguhnya telah terenggut kebebasannya. Akibat serius yang ditimbulkan oleh penyembahan berhala adalah hancurnya pikiran manusia. Allah menciptakan manusia dengan akalnya agar mereka memperoleh pengetahuan yang terpenting, bahwa Allah adalah satu-satunya pencipta, sementara yang lain hanyalah makhluk yang bergantung kepada-Nya.

BACA JUGA: Ilmuwan Ungkap Kebenaran Alquran soal Bahtera Nabi Nuh

Karena itu, ketidakpercayaan kepada Allah, mengakibatkan hilangnya kebebasan, hancurnya pikiran, dan hilangnya tujuan mulia dalam kehidupan. Dengan menyembah apa pun selain Allah, manusia menjadi pengabdi Setan, yang mana, padahal dirinya sendiri adalah makhluk, yang sama-sama tidak berdayanya dengan manusia.

Demikianlah, tradisi penyembahan berhala ini terus terjadi sampai ke masa Nuh. Oleh Ibnu Katsir, Nuh digambarkan sebagai satu-satunya orang yang tersisa yang pemikirannya masih merdeka. Dia tidak terseret oleh arus besar bangsanya sendiri yang telah melupakan Allah dan menyembah berhala.

Allah SWT kemudian mengutus Nuh untuk memberi peringatan kepada kaumnya, peristiwa ini diabadikan di dalam Alquran, “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata): ‘Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kamu, agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan.’.” (Q.S 11: 25-26). []

SUMBER: GANA ISLAMIKA

Tags: kisah nabi nuhkisah para nabi
ShareSendShareTweetShareScan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Muslimah, Ini 14 Sikap Istri Rasulullah SAW yang Wajid Anda Tiru (1)

Next Post

Mendidik Anak Menuju Surga, Bagaimana? 

Sodikin

Sodikin

Terkait Posts

pasukan nabi isa, pemuda, nabi ibrahim, nabi musa

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

7 Juli 2025
QRIS

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

30 Juni 2025
Ibnu Abbas, Bani Israil, Abu Bakar

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

27 Juni 2025
Penjagaan Allah terhadap Nabi, Abu Bakar

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

12 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

Oleh Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

Oleh Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Oleh Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

Oleh Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999! 1 berhala

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

Oleh Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

12 Ayat Al-Quran tentang Istiqamah, Dapat Memotivasi Kita

Oleh Sufyan Jawas
31 Oktober 2021
0
Hadist Nabi Tentang Ikhlas

ayat Al-Quran Tentang Istiqamah

Lihat LebihDetails

85 Motto Hidup dari Kutipan Ayat Alquran

Oleh Eneng Susanti
17 Januari 2023
0
motto hidup ayat Alquran, cara menjadikan Al-Qur'an sebagai penyembuh

SAHABAT mulia Islampos, ada banyak pelajaran dan hikmah yang bisa dipetik dari Alquran. Banyak pula kutipan ayat Alquran yang bisa...

Lihat LebihDetails

Berikut 7 Hadist tentang Muamalah

Oleh Sufyan Jawas
25 Oktober 2021
0
Hadist tentang muamalah

Dikutip dari halaman Swm, berikut hadist-hadist tentang muamalah.

Lihat LebihDetails

Bait-bait syair Imam Syafi’i yang Menyentuh dan Menggetarkan Jiwa

Oleh Dini Koswarini
26 Oktober 2022
0
Penilaian Manusia, Muhasabah, Imam Syafi'i, ujian, akad

Inilah Bait-bait syair Imam Syafi’i rahimahullah yang bisa kita jadikan sebagai keteladanan di saat kondisi seperti sekarang ini.

Lihat LebihDetails

MasyaAllah, Inilah 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan beserta Artinya

Oleh Haura Nurbani
24 Agustus 2023
0
Hukum Mengubur Ari-ari Bayi, Fakta Bayi Baru Lahir, ASI, ciri bayi cerdas, nama, Nama Anak Perempuan, Hukum Bayi Tabung dalam Islam, Doa ketika Melahirkan

Nama Sahabiyat adalah nama wanita-wanita agung yang dikaitkan dengan Nabi Muhammad dalam menyebarkan Islam bersamanya.

Lihat LebihDetails
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

Tidak ada Hasil
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.