• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Sabtu, 26 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Hukum Membaca Alquran dan Menghadiahkan Pahalanya untuk Orang yang sudah Meninggal

by Yudi
7 tahun ago
in Kolom
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ayat Alquran Tentang Kematian

Foto: Islampos

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

TANYA: Apa hukum membaca Al-Qur’an dan menghadiahkan pahalanya untuk orang yang sudah meninggal dunia?

Jawab: Sekelompok ulama Ahlus Sunnah, di antaranya kalangan Hanafiyyah dan Hanabilah, berpendapat bahwa setiap qurbah (amal kebaikan yang ditujukan untuk mendekatkan diri kepada Allah ta’ala, pent) yang dilakukan oleh seorang muslim, boleh ia hadiahkan pahalanya untuk orang-orang Islam yang telah meninggal dunia. Baik itu shalat, puasa, haji, sedekah, membaca Al-Qur’an, dzikir, maupun bentuk-bentuk qurbah lainnya. Ini adalah pendapat yang lebih rajih (lebih kuat) dalilnya. Mereka berdalil dengan firman Allah ta’ala:

وَالَّذِينَ جَاؤُوا مِن بَعْدِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ

ArtikelTerkait

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

Artinya: “Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: “Ya Rabb kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”.” (QS. Al-Hasyr [59]: 10)

BACA JUGA: Salah dalam Ijtihad Dapat Satu Pahala?

Dan dalam Hadits Nabi yang mulia:

استغفروا لأخيكم؛ فإنه الآن يُسأل

Artinya: “Mintakanlah ampunan untuk saudara kalian, karena dia sekarang sedang ditanya.” (HR. Abu Dawud)

Sedangkan sebagian ulama lagi berkata: Jika Al-Qur’an dibaca di hadapan orang yang meninggal dunia, atau pahala bacaan Al-Qur’an tersebut dihadiahkan padanya, maka pahala bacaan tersebut untuk orang yang membacanya, sedangkan orang yang meninggal dunia tersebut seperti orang yang hadir saat pembacaan Al-Qur’an dan diharapkan mendapatkan limpahan rahmat karenanya.

Dan pendapat yang terpilih, orang yang membaca Al-Qur’an ini hendaknya membaca doa setelah selesai membaca Al-Qur’an: اللهم أوصل ثواب ما قرأته إلى فلان (Ya Allah, sampaikanlah pahala bacaanku ini untuk fulan). Disyaratkan untuk hal ini, si pembaca Al-Qur’an tidak mengambil upah atas bacaannya. Jika ia mengambil upah atas bacaannya tersebut, maka haram hukumnya, baik bagi yang memberi maupun yang menerima, dan ia tidak mendapatkan pahala atas bacaan Al-Qur’annya tersebut (Lihat: “Al-Mughni” dan “Asy-Syarh Al-Kabir” 2/428).

An-Nawawi berkata: Yang masyhur dalam madzhab Asy-Syafi’i, pahala bacaan Al-Qur’an tersebut tidak sampai kepada orang yang meninggal dunia.

Asy-Syafi’i berkata: Selain hal-hal yang menjadi tanggungan kewajibannya, sedekah, doa dan istighfar, tidak ada yang perlu dilakukan untuk orang yang sudah meninggal dunia dan pahalanya tidak sampai kepadanya. Hal ini berdasarkan firman Allah ta’ala:

وأنْ ليس للإنسانِ إلا ما سَعَى

Artinya: “Seorang manusia tidak mendapatkan sesuatu selain dari yang ia usahakan sendiri.” (QS. An-Najm [53]: 39)

Dan Hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:

إذا مات ابن آدم انقطع عمله إلا من ثلاث: صدقة جارية، أو علم يُنتفع به، أو ولد صالح يدعو له

Artinya: “Jika anak Adam meninggal dunia, terputus amalnya, kecuali tiga hal: sedekah jariyah (yang terus-menerus mengalir kebaikannya), ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang mendoakannya.”

BACA JUGA: Kaum Wanita Mengira Pahala Amal Mereka Lebih Kecil Dibanding Kaum Pria

Juga karena manfaat amal tersebut hanya untuk orang yang melakukannya dan tidak untuk orang lain, maka pahalanya pun hanya untuk dirinya.

Persoalan ini adalah persoalan khilafiyyah (perbedaan pendapat di kalangan ulama), sebagaimana yang anda lihat. Bagi orang yang berakal, selayaknya ia sendiri beramal untuk dirinya, tanpa menggantungkan diri pada amal orang-orang setelahnya, baik anak-anaknya, kerabatnya, maupun teman-temannya. Dan untuk anak-anak, kerabat serta teman-teman dari orang yang meninggal dunia ini, hendaknya mereka tidak melupakannya, dan mendoakannya, bersedekah untuknya, serta menghadiahkan pahala amal shalih mereka untuknya. Karunia Allah itu luas, dan dalil-dalil yang menunjukkan sampainya pahala setiap qurbah untuk orang yang sudah meninggal dunia itu kuat, yang bisa dilihat di kitab-kitab para ulama (Lihat: Fathul Qadir 3/142, dan Al-Mugni karya Ibnu Qudamah 2/567).

Fatwa Syaikh Nuh ‘Ali Salman (Fatawa Al-Janaiz / Fatwa nomor 3).

Diterjemahkan dari: http://aliftaa.jo/Question.aspx?QuestionId=2227#.W4nQgugzbIW

Penerjemah: Muhammad Abduh Negara

Tags: alquranPahala
ADVERTISEMENT
Previous Post

11.000 Napi di Dubai Dibebaskan Usai Utang-utang Mereka Dibayarkan Lembaga Amal

Next Post

Hukum Orang yang Meninggalkan Shalat

Yudi

Yudi

Related Posts

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

14 Juli 2025
Israel, Yahudi, Gaza, Tentara

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

10 Juli 2025
Firaun, Benjamin Netanyahu

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

9 Juli 2025
Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

8 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.