• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Selasa, 15 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Dua Ibu Satu Rumah

by Rifki M Firdaus
8 tahun ago
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
berlaku adil kepada anak

Foto: Ralda Rizmainun/Islampos

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

Oleh: Ummu Fara
Mengasuh buah hati

MEMILIKI keturunan adalah idaman pasangan suami istri. Setiap orangtua berusaha memberikan yang terbaik untuk buah hati. Terutama ibu. Berkorban nyawa pun ia mau.

Al umm madrasah uula. Ibu pendidik pertama dan utama bagi anak-anaknya. Sosok ibu cerdas dan bijak sangat penting dalam proses pembelajaran. Ibu dan ayah harus kompak menyusun strategi pembelajaran dan kurikulum yang akan diajarkan.

BACA JUGA: Unggahan UAS soal Ibundanya: Kita Pun Akan ke Sana Jua

ArtikelTerkait

5 Prinsip Emas Bisnis Rasulullah yang Relevan Sepanjang Zaman

Apa yang Terjadi Jika Makan Telur Tiap Hari?

The End of Medsos

Apa Itu Nimbus, Varian Baru Covid 19 yang Lagi Merebak?

Namun bagaimana ketika ayah, sebagai kepala sekolah harus bertugas di luar rumah berbulan-bulan lamanya? Ini salah satu tantangan pendidikan keluarga. Ibu harus berperan ganda. Mengajar penuh cinta. Merangkap jadi kepala sekolah sementara. Melaporkan perkembangan kepada kepala sekolahnya. Kepala sekolah mensuport pendidik untuk mewujudkan Visi pendidika keluarga. Saling menyemangati. Menguatkan. Mendoakan.

Persoalan menjadi menantang ketika ada dua ibu dalam pengasuhan. Dua guru dalam pembelajaran. Terlebih ketika keduanya tidak seirama. Tidak semisi. Ingin menunjukkan eksistensi diri. Abai dengan jiwa buah hati. Pengajar satu kekeh dengan pendidikan terupgrade yang telah disepakati bersama kepala sekolah. Pendidik satunya berpegang pengalaman dan naluri.

Sebut ia nenek. Bukan ibu kedua. Meski kenyataannya membuat cinta ananda terbagi dua. Jangan cemburu, ibu. Nyatanya nenek punya hak untuk dicintai oleh cucunya. Bersyukurlah neneknya mau membantu mengsuh dan mendidik. Jika tak sesui cobalah untuk berdialog menyamakan pemikiran.

Ketika Allah izinkan ada dua ibu dalam pengasuhan, pastikan keduanya tahu visi pendidikan keluarga. Tahu misi yang telah dirancang dalam sekolah keluarga. Jangan sampai membingungkan anak karena perbedaan visi pendidikan.

BACA JUGA: Jadi Ibu dan Istri seperti Ummu Sulaiman

Nenek, izinkan anakmu mengasuh anaknya. Berikan ruang yang nyaman bagi cucumu menimba ilmu dari ibunya. Yakinlah, menjadi ibu telah mengubah anakmu menjadi dewasa. Bimbing dan doakan ia agar mampu mengemban tugas mulia.

Tugas yang pernah kau emban untuk menghantarkannya hingga saat ini. Bukankah tujuan pendidikan keluarga salah satunya adalah menyiapkan anak hidup tanpa orangtuanya? Mandiri. Bertanggung jawab dengan amanah Allah azza wa jalla. []

OPINI ini adalah kiriman pembaca Islampos. Kirim OPINI Anda lewat imel ke: islampos@gmail.com, paling banyak dua (2) halaman MS Word. Sertakan biodata singkat dan foto diri. Isi dari OPINI di luar tanggung jawab redaksi Islampos. 

 

 

Tags: iburumah
ADVERTISEMENT
Previous Post

Terjadi Penembakan di Utrecht Belanda, KBRI Imbau WNI Waspada

Next Post

Karena Keyakinan

Rifki M Firdaus

Rifki M Firdaus

Related Posts

Leasing, Bisnis

5 Prinsip Emas Bisnis Rasulullah yang Relevan Sepanjang Zaman

11 Juli 2025
telur

Apa yang Terjadi Jika Makan Telur Tiap Hari?

16 Juni 2025
Threads

The End of Medsos

14 Juni 2025
Syarat Taubat Diterima, Waktu Mustajab untuk Berdoa, Hukum Menggunakan Masker ketika Shalat, Waktu Berdoa yang Mustajab, Hadits tentang sabar, Sedekah Shubuh, ibadah, keutamaan berdoa, Syarat Taubat, Waktu Mustajab untuk Berdoa di Hari Jumat, Hukum Menghadiahkan Al-Fatihah untuk Diri Sendiri, Doa Memohon Ampunan pada Allah SWT, Perkara Iman, Istighfar,Hukum Meminta Doa dari Orang Lain, Nimbus

Apa Itu Nimbus, Varian Baru Covid 19 yang Lagi Merebak?

13 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.