• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Selasa, 15 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Cak Imin Sampaikan Lagi soal Usul Hapus Jabatan Gubernur dan Alasannya

by Yudi
3 tahun ago
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
cak imin, gubernur, PKB

Ketum PKB Muhaimin Iskandar. Foto: Detik

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

KETUM PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) kembali mengusulkan agar pemilihan dan jabatan gubernur dihapus. Menurut Cak Imin, biaya untuk menjadi gubernur tidak sebanding dengan kewenangannya.

Cak Imin awalnya memaparkan langkah-langkah agar pemilu menjadi kompetisi yang sehat. Pertama, kata Cak Imin, rakyat harus memiliki kesadaran politik dan tidak terpengaruh dengan politik uang.

“Jadi kesadaran politik rakyat, sistem pemilu yang murah, yang kompetisinya sehat. Yang memberikan peluang kepada cita-cita demokrasi itu apa sih? Kesamaan di depan hukum dan pemerintahan, memiliki hak yang sama di depan hukum dan pemerintahan,” kata Cak Imin dalam acara pidato kebudayaan di Gedung Joang, Jakarta Pusat, seperti dalam siaran YouTube NU Channel, Jumat (11/8/2023).

BACA JUGA: Panji Gumilang Gugat Gubernur Jabar Ridwan Kamil

ArtikelTerkait

Banyak Diterima di UI, JISc Ungguli SMA Negeri Meski Terapkan 3 Kurikulum

Jakarta Islamic School (JISc) Difitnah, Pemilik Siap Ambil Langkah Hukum

PUI Kecam Keras Agresi Israel di Gaza, Serukan Gencatan Senjata dan Tuntut Pengadilan Internasional

Program Unik Bantuan Makan Sahur (BMS) Khusus Warga Depok

Cak Imin kemudian mengungkit usulannya agar pemilihan gubernur dan jabatan gubernur dihapus. Cak Imin menyebut biaya politik untuk menjadi gubernur itu mahal.

“Salah satunya saya kemarin mengusulkan misalnya pemilihan gubernur hilang, kalau perlu justru bukan hanya pemilihan gubernur, jabatan gubernurnya pun juga hilang. Kenapa? Karena itu jabatan yang berbiaya tinggi dalam proses politiknya, tanpa kewenangan yang jelas dan memadai, nggak imbang,” tutur dia.

“Ibarat cost-nya sama kewenangannya itu tidak ada apa… nggak imbang. Gubernur sebagai perpanjangtanganan pemerintah pusat itu tidak memiliki kewenangan yang signifikan dalam sistem pemerintahan kita, tetapi di sisi yang lain cost politik yang dibangun harus terlalu mahal,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Cak Imin memaparkan cara kedua agar pemilu berlangsung sehat. Dia menyebut sistem pemilu itu harus disederhanakan dengan pembenahan sistem

“Penyederhanaan sistem pemilihan umum, baik legislatif maupun eksekutif, di sini salah satu tahap yang kedua, pembenahan sistem,” kata dia.

“Tahap ketiga tentu saja kedaulatan rakyat yang dibangun berdasarkan ruh awalnya musyawarah dan mufakat itu implementasinya harus di dalam semua level dalam pengambilan keputusan,” lanjutnya.

Cak Imin menyebut reformasi harus terus berjalan. Selain itu, demokrasi adalah hal yang tidak bisa ditawar.

BACA JUGA: Soal Tudingan Renovasi JIS Berbau Politis, Ini Respons PJ Gubernur Heru Budi

“Artinya reformasi jalan terus, demokrasi tidak bisa ditawar lagi, cara kerja dari rakyat oleh rakyat untuk rakyat adalah cara jalan terbaik, tetapi harus tidak menabrak cita-cita, nilai, rumusan dasar tujuan kita hidup berbangsa dan bernegara,” jelas Cak Imin.

Cak Imin menyayangkan jika pemilu hanya dimenangkan oleh orang yang punya uang dan miliki modal. Dia kemudian menyinggung bahwa pemilu bukan lagi untuk rakyat.

“Buat apa kita berdemokrasi kalau yang menang hanya yang beruang, kalau yang menentukan hanya yang memiliki modal, buat apa? Artinya pemerintahan itu akhirnya berbunyi dari rakyat oleh yang punya uang dan untuk yang punya uang, itu artinya oligarki terjadi,” tutur dia. []

SUMBER: DETIK

Tags: Cak ImingubernurnuPKB
ADVERTISEMENT
Previous Post

Bicara soal Oligarki: Kiyai Said Aqil Sebut Jadi Bupati Tak Perlu Pintar, yang Penting Uang

Next Post

Jika AHY Tak Jadi Cawapres Anies, Demokrat Diyakini Hengkang dari Koalisi

Yudi

Yudi

Related Posts

JISc

Banyak Diterima di UI, JISc Ungguli SMA Negeri Meski Terapkan 3 Kurikulum

24 Juni 2025
Mam Fifi, JISc

Jakarta Islamic School (JISc) Difitnah, Pemilik Siap Ambil Langkah Hukum

18 Mei 2025
Israel

PUI Kecam Keras Agresi Israel di Gaza, Serukan Gencatan Senjata dan Tuntut Pengadilan Internasional

9 April 2025
Depok

Program Unik Bantuan Makan Sahur (BMS) Khusus Warga Depok

28 Maret 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.