• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 16 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Buya Hamka dan Wanita yang Dipoligami

by Mila
9 tahun ago
in Ibrah
Reading Time: 2 mins read
A A
0
hamka. cinta

Foto: Google Image

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

SUATU ketika seorang wanita datang mengunjungi Buya Hamka untuk curhat. Sambil menangis ia cerita ke Buya.

“Buya… Suami saya nikah lagi. Sakit hati saya Buya… Sakit sekali! Ingin cerai rasanya!

Susah payah saya temani dia sampai punya lima anak, Eeh malah sekarang dia seenaknya nikah lagi !

Saya harus bagaimana Buya ?!”

ArtikelTerkait

Sapu Cinta dari Sultan Abdul Hamid II

Istighfar dan Para Ulama Salaf

Kunci Menjadi Kaya: Sedekah dan Keberkahan harta

Sunnah Keluar Rumah, oleh: Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc., MA.

Buya terdiam. Ia menghela nafas. Buya adalah seorang lelaki setia. Selama puluhan tahun menikah, Sama sekali tak pernah terpikir di benaknya menduakan istri yang telah memberinya 12 anak. Bahkan sampai istrinya wafat sekalipun, Tak terbersit sedikitpun keinginan menikah lagi

Walau puluhan orang datang silih berganti menawarkan anak atau saudara perempuan mereka untuk dinikahi, Buya tetap bergeming. Tidak mau menikah lagi

“Belum lepas ingatan saya pada istri yang sudah membersamai saya puluhan tahun”

Tapi sebagai ulama ia harus memberi jawaban sesuai syariat. Bukan jawaban berdasar pengalaman pribadi atau emosi semata. Maka ia tanyai wanita tadi

+ “Ananda shalat?”

– “Shalat Buya. Malah sering juga shalat Dhuha, Tahajjud, Dan puasa senin kamis”

+ “Suami ananda shalat ?”

– “Selama ini kami selalu melakukannya bersama”

+ “Jadi apa alasan ananda meminta cerai ? Sudahkah dipikirkan masak-masak ?”

Wanita itu menangis

Ia pun bercerita. Ia dan suami menikah karena saling cinta. Saat ini sudah menikah 9 tahun dan memiliki 5 anak. Pernikahan mereka bahagia, Hanya ada satu hal yang mengganggu :

Aktivitas hubungan badan suaminya tak pernah berkurang

Sebagai ibu 5 anak sekaligus seorang guru, Ia sering kelelahan. Maka ia pun sering menolak hasrat suaminya. Karena sering menolak, Maka mereka jadi sering terlibat pertengkaran

Klimaksnya adalah saat suaminya minta ijin nikah lagi. Bahkan sudah dua bulan suaminya jarang pulang. Ia mencurigai si suami sudah menikah lagi

– “Itu sebabnya saya ingin cerai, Buya”

Buya menjawab

+ “Cerai memang sesuatu yang halal. Tapi tidak disukai Allah

Terkait suami ananda, Ada dua jenis laki-laki yang memiliki ‘bakat alam’ seperti dia :

*Jenis pertama*, Adalah lelaki beriman

Dia takut pada Tuhannya. Takut menjalani perbuatan yang dimurkai Allah, Juga takut kehilangan istrinya. Dia sayang pada keluarganya. Maka sebagai jalan keluar untuk mengatasi bakat biologisnya, Ia pun menikah lagi. Walau secara diam-diam

Menikah dengan cara ini halal, Tidak dimurkai Allah

*Jenis kedua*, Adalah laki-laki yang tidak takut Allah, Apalagi takut pada istrinya

Dia akan berbuat semaunya termasuk berzina. Malah lebih parah lagi, Bisa-bisa ia melakukan perkosaan sebagai pelampiasan”

Lalu bagaimana halnya dengan istri ?

Sama saja. Ada dua macam istri :

*Jenis pertama*, Adalah istri yang tak takut Allah, Apalagi suaminya

Istri yang tak takut Allah ini akan melarang suaminya menikah lagi. (Ia tak sanggup melayani suami, Tapi juga tak memberi solusi. Ditambahi oleh Fathi). Sehingga memberi peluang suaminya berzina di luar rumah

Hanya ini yang bisa Buya sampaikan. Buya dilarang agama untuk menganjurkan ananda mengajukan cerai ke suami. Dan Buya tidak berhak menganjurkan ananda untuk bersabar. Keputusan ada di tangan ananda. Semua tergantung tinggi rendahnya iman seseorang pada Allah. Sekian ya ?”

Tak lama si wanita itupun pulang

Empat bulan kemudian ia berkunjung lagi ke rumah Buya. Kali ini bersama suami dan 5 anaknya. Di akhir silaturahmi, Si wanita berkata pada Buya,  “Buya, Saya lebih takut Allah daripada takut dimadu.”

[]

*Buya Hamka dan wanita yang dipoligami* | Diambil dan diringkas dari buku “AYAH”, Biografi Buya Hamka rahimahullah. Ditulis oleh putra beliau Irfan Hamka tahun 2013 | Diterbitkan Republika halaman 2 s.d. 5

Tags: BuyahamkaIstriMenikahPoligamiWanitya
ADVERTISEMENT
Previous Post

Seperti Inilah Bentuk Cinta pada Sang Pencipta

Next Post

Islam Versi Barat

Mila

Mila

Related Posts

Sultan Abdul Hamid II

Sapu Cinta dari Sultan Abdul Hamid II

7 Juli 2025
Imam Syafi'i, Ulama, Madzhab, Istighfar

Istighfar dan Para Ulama Salaf

5 Juli 2025
Rezeki, Jalan Rezeki, pencuri, Uang Haram, Sedekah

Kunci Menjadi Kaya: Sedekah dan Keberkahan harta

4 Juli 2025
Pahala, Sunnah Keluar Rumah

Sunnah Keluar Rumah, oleh: Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc., MA.

21 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.