• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Senin, 2 November 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Bukan Begitu Caranya!

by Adam
10 tahun ago
in Ibrah
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Foto: Obsidian Portal

Foto: Obsidian Portal

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

SUATU hari ketika Imam Abu Hanifah sedang berjalan-jalan melalui sebuah buah rumah yang jendelanya masih terbuka, terdengar oleh beliau suara orang yang mengeluh dan menangis tersedu-desu.

Orang tersebut mengeluh. “Alangkah malangnya nasibku. Sejak pagi belum datang setetes air atau sesuap nasi ke perutku sehingga seluruh badanku menjadi lemah lunglai. Adakah orang yang mau memberi walaupun hanya setetes air.”

Mendengar keluhan tersebut, Abu Hanifah merasa iba terhadapnya. Lalu beliau melemparkan bingkisan yang berisi uang kepadanya. Abu Hanifah lalu meneruskan perjalanannya. Orang itu terkejut ketika mendapati sebuah bungkusan yang tidak diketahui dari mana datangnya, lantas segera dibukanya.

Ternyata bungkusan tersebut berisi uang dengan selembar kertas yang tertulis, “Wahai manusia, sesungguhnya kamu tidak wajar mengeluh seperti itu. Kamu tidak perlu mengeluh dengan nasibmu. Ingatlah kepada kemurahan Allah dan jangan berhenti memohon kepada-Nya dengan bersungguh-sungguh. Janganlah berputus asa, tetapi berusahalah terus-menerus.”

ArtikelTerkait

Sapu Cinta dari Sultan Abdul Hamid II

Istighfar dan Para Ulama Salaf

Kunci Menjadi Kaya: Sedekah dan Keberkahan harta

Sunnah Keluar Rumah, oleh: Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc., MA.

Pada keesokan harinya Imam Abu Hanifah melewati lagi rumah itu dan suara keluhan itu terdengar kembali, “Ya Allah yang Maha Belas Kasihan dan Pemurah, sudilah kiranya memberikan bungkusan lagi seperti kemarin, sekadar menyenangkan hidupku yang melarat ini. Sungguh jika tidak diberi, akan lebih sengsaralah hidupku…”

Mendengar keluhan itu kagi, lalu Abu Hanifah pun melemparkan lagi bungkusan berisi uang dengan selembar kertas dari luar jendela, lalu beliau meneruskan perjalanannya. Orang itu sangat senang mendapat bungkusan lagi.

Seperti kemarin, dibacanya tulisan tersebut yang terdapat pada kertas tersebut, “Hai kawan, bukan begitu cara memohon, bukan demikian cara berikhtiar. Perbuatan demikian ‘malas’ namanya. Putus asa pada kebenaran dan kekuasan Allah.

“Sungguh Allah tidak senang melihat pemalas dan putus asa, enggan bekerja untuk keselamatan dirinya. Hendaklah engkau senang bekerja dan berusaha, karena kesenangan itu tidaklah datang dengan sendirinya tanpa dicari dan diusahakan. Allah tidak akan mengabulkan orang yang malas bekerja. Allah tidak akan mengabulkan doa orang yang putus asa. Insya Allah kamu akan mendapat rezeki, selama kamu tidak berputus asa. Maka, carilah segera pekerjaan, saya berdoa semoga engkau sukses.”

Setelah membaca surat tersebut, ia termenung, insyaf dan sadar akan kemalasannya. Pada keesokan harinya, dia pun keluar untuk mencari rezeki. Sejak hari itu, sikapnya pun berubah mengikuti aturan-aturan hidup dan tidak melupakan nasihat Abu Hanifah tersebut. []

Sumber: Setiawan, Hendra. 2014. Agar Selalu Ditolong Allah: Bandung. Jabal

Tags: Abu Hanifahcaraikhtiarip renungan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mencari Kebenaran, Pemuda Australia Putuskan Masuk Islam

Next Post

Dukung Umat Islam, Guru Non-Muslim Ini Berjilbab

Adam

Adam

Dengan Ilmu, engkau berani bertindak dan dapat menahan diri untuk diam

Related Posts

Sultan Abdul Hamid II

Sapu Cinta dari Sultan Abdul Hamid II

7 Juli 2025
Imam Syafi'i, Ulama, Madzhab, Istighfar

Istighfar dan Para Ulama Salaf

5 Juli 2025
Rezeki, Jalan Rezeki, pencuri, Uang Haram, Sedekah

Kunci Menjadi Kaya: Sedekah dan Keberkahan harta

4 Juli 2025
Pahala, Sunnah Keluar Rumah

Sunnah Keluar Rumah, oleh: Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc., MA.

21 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.