• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 16 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Bahagia Kala Berbagi, 2 Kisah Kedermawanan

by Riris Fitriyah
5 tahun ago
in Ibrah
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Macam Metodologi Dakwah

Foto: Unsplash

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

BAHAGIA kala berbagi, dua kisah kedermawanan.

Ibnu Mas’ud RA menuturkan Rasulullah SAW bertanya, “Siapakah diantara kalian yang lebih mencintai harta ahli warisnya daripada harta sendiri?” Para sahabat menjawab, “Wahai Rasulullah, setiap orang diantara kami pasti lebih mencintai hartanya sendiri daripada harta ahli warisnya.” Beliau bersabda, “Sesungguhnya hartanya adalah apa-apa yang ada didepan dan harta ahli warisnya adalah apa-apa yang ada di belakang.” HR Al-Bukhari.

Bahagia Kala Berbagi, Kisah: Abdullah Ibnu Jafar RA

Abdullah Ibnu Jafar RA meriwayatkan bahwa pada suatu hari ia keluar menuju perkebunan. Iya berteduh di perkebunan kurma milik suatu kaum. Di perkebunan itu ada seorang budak hitam yang sedang bekerja. Tiba-tiba budak itu mendatangi makanannya.

Lalu seekor anjing masuk ke perkebunan itu. Anjing itu mendekat kepada budak tersebut. Budak itu pun melemparkan makanan pertamanya untuk anjing itu. Dengan lahap anjing itu menghabiskan makanan itu kemudian budak itu melemparkan makanan kedua dan makanan ketiganya dan anjing itu pun melahap makanan dengan cepat.

Sementara di sisi lain, Abdullah Ibnu Jafar terus memperhatikan budak itu. Ia bertanya, “Hai anak muda, berapa makananmu setiap hari?”

ArtikelTerkait

Sapu Cinta dari Sultan Abdul Hamid II

Istighfar dan Para Ulama Salaf

Kunci Menjadi Kaya: Sedekah dan Keberkahan harta

Sunnah Keluar Rumah, oleh: Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc., MA.

“Saya tidak tahu” jawabnya.

BACA JUGA: Belajar Kedermawanan dari Utsman bin Affan (2-Habis)

Ia kembali bertanya, “Lalu kenapa kamu memberikan makanan tersebut kepada anjing itu?”

Budak itu menjawab, “Anjing ini bukan termasuk salah satu anjing-anjing yang menjaga kebun kami. Anjing ini milik tetanggaku yang jauh disana. Anjing ini datang kepadaku dalam keadaan lapar dan memelas, maka saya tidak tega untuk mengusirnya. Akhirnya saya berikan makanan untuknya.”

Ia bertanya, “Terus hari ini kamu makan apa?”
Budak itu menjawab, “Saya akan menahan lapar seharian ini karena Allah SWT.”
Maka Abdullah Ibnu Jafar berkata, “Budak ini lebih dermawan daripada aku.” Akhirnya Abdullah Ibnu Jafar membeli kebun tersebut beserta budeg itu dan semua pohon kurma, serta pepohonan yang ada di kebun itu.

Kemudian ia membebaskan budak itu dan menghadiahkannya perkebunan untuknya karena ketulusan hati si budak yang telah memberikan makanannya kepada anjing itu.

BACA JUGA: Kedermawanan Nabi Lebih Cepat Ketimbang Angin yang Berembus

BAHAGIA KALA
Foto: Unsplash

Bahagia Kala Berbagi, Kisah: Al Hasan bin Ali

Seorang laki-laki yang menanyakan sesuatu kepada Al Hasan bin Ali. Kemudian orang itu memberikan uang sebanyak 500.000 dirham dan 500 Dinar. Orang itu berkata, “Saya akan mendatangkan kulit yang akan membawakan uang itu untukmu dan saya akan memberikan pakaian panjang untuk kuli itu. Karena para kuli itu lebih mulia daripada Hartaku.”

Dalam syair disebutkan:
Berhati-hatilah!
Wahai masa kenapa ada kekeliruan
Saya merana karena kedermawanan telah hilang
Demikianlah salah satu kebiasaan buruk zaman
Orang-orang Darmawan meninggal sementara kemiskinan terus berjalan

Dalam syair disebutkan:
Jika dunia datang kepadamu maka tangkaplah
Selamanya manusia itu akan berubah-ubah sikapnya
Tidak ada kedermawanan yang dapat menghancurkan dunia saat dunia itu datang
Dan tidak ada keberhasilan yang dapat menangkal kan dunia jika dunia itu memang harus pergi

Kedermawanan itu ada empat macam, yaitu: kedermawanan jiwa, kedermawanan ruh, kedermawanan hati, dan kedermawanan harta.

Kedermawanan jiwa bagi para hamba adalah kerelaan mereka untuk mengorbankan jiwa demi meraih petunjuk Allah SWT. Hal ini ditegaskan dalam firmannya, “Dan orang-orang yang berjihad untuk mencari keridhaan kami, bener-bener akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami.” (QS: Al-Ankabut: 69)

Kedermawanan roh bagi para pejuang adalah rela mengorbankan nyawa demi meraih kehidupan yang kekal. Hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT, “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah SWT itu mati bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” (QS Ali Imron: 169)

Kedermawanan orang-orang Arif adalah kesediaan mengorbankan hati demi mencapai ma’rifat. Sebagaimana hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT, “Yaitu pada hari harta dan anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah SWT dengan hati yang bersih.” (QS Asyura: 88-89)

Kedermawanan hati bagi para zahid adalah kesediaan mengorbankan kehidupan dunia dan memilih kehidupan akhirat. Sebagaimana hal ini ditegaskan dalam firman Allah SWT, “Negeri akhirat itu, kami jadikan untuk orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan berbuat kerusakan di muka bumi.” (QS Al-Qasas: 83) []

Sumber : Buku: Nasihat Langit untuk Maslahat di Bumi, Oleh: Syekh Abdul Hamid Al-Anquri (Ulama Abad ke-8)

Tags: berbagidermawan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Keutamaan 2 Ayat Terakhir Surat Al-Baqarah

Next Post

Bukan Kemiskinan yang Aku Khawatirkan, 5 Kisah Pintar Mengelola Harta

Riris Fitriyah

Riris Fitriyah

Related Posts

Sultan Abdul Hamid II

Sapu Cinta dari Sultan Abdul Hamid II

7 Juli 2025
Imam Syafi'i, Ulama, Madzhab, Istighfar

Istighfar dan Para Ulama Salaf

5 Juli 2025
Rezeki, Jalan Rezeki, pencuri, Uang Haram, Sedekah

Kunci Menjadi Kaya: Sedekah dan Keberkahan harta

4 Juli 2025
Pahala, Sunnah Keluar Rumah

Sunnah Keluar Rumah, oleh: Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc., MA.

21 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.