• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Sabtu, 4 April 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

Bagaimana Jika Istri Menolak Berjima dengan Suami di Malam Bulan Ramadan?

by Yudi
1 tahun ago
in Tirai Kamar
Reading Time: 2 mins read
A A
0
kamar, jima, berjima

Foto: Freepik

DALAM Islam, hubungan suami istri (jima) di malam hari selama bulan Ramadan diperbolehkan sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an:

“Dihalalkan bagi kalian pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kalian…” (QS. Al-Baqarah: 187)

Namun, bagaimana jika seorang istri menolak untuk berjima dengan suaminya di malam bulan Ramadan? Berikut penjelasan dari para ulama dan hadits yang shahih.

BACA JUGA: Akibat Suami yang Tidak Jima dengan Istrinya

ArtikelTerkait

Yang Tidak Disukai oleh Istri dari Suami ketika Jima

Suami Nolak Terus Diajak Jima, Istri Harus Bagaimana?

Pentingnya Istri Tidak Malu untuk Memuaskan Suami karena Termasuk Ibadah

Kenapa Suami Sukanya Minta Jima Terus sama Istri?

1. Kewajiban Istri dalam Memenuhi Hak Suami

Dalam Islam, seorang istri diwajibkan untuk memenuhi kebutuhan suaminya selama tidak ada uzur syar’i. Rasulullah ﷺ bersabda:

“Jika seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidurnya lalu ia menolak, kemudian suami tidur dalam keadaan marah, maka para malaikat melaknatnya hingga pagi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menunjukkan bahwa seorang istri sebaiknya tidak menolak ajakan suami tanpa alasan yang dibenarkan syariat.

2. Kondisi yang Membolehkan Istri Menolak

Ada beberapa uzur yang membolehkan seorang istri menolak ajakan suami, di antaranya:

  • Sedang sakit yang membuatnya tidak mampu.
  • Haid atau nifas, karena berjima dalam keadaan ini haram.
  • Kelelahan atau ketidakmampuan yang berlebihan setelah aktivitas yang berat.

Jika ada alasan yang sah, suami harus memahami dan bersikap bijaksana.

3. Menjaga Keharmonisan Rumah Tangga di Bulan Ramadan

Bulan Ramadan adalah waktu yang penuh berkah. Pasangan suami istri hendaknya menjadikan bulan ini sebagai momen untuk mempererat hubungan, baik secara fisik maupun emosional. Jika salah satu pihak merasa keberatan, sebaiknya dikomunikasikan dengan baik agar tidak menimbulkan perselisihan.

BACA JUGA: Bernarkah Suami di Atas 50 Tahun Cepat Selesai saat Jima dengan Istri?

Menolak ajakan suami untuk berjima di malam Ramadan tanpa uzur syar’i adalah perbuatan yang tidak dibenarkan dan bisa mendatangkan murka Allah. Namun, jika ada alasan yang sah, maka seorang istri boleh menolak dengan cara yang baik. Keseimbangan antara ibadah dan menjaga keharmonisan rumah tangga sangat penting agar Ramadan menjadi bulan penuh keberkahan bagi pasangan suami istri. Semoga Allah memberikan kita pemahaman dan kekuatan dalam menjalankan kehidupan rumah tangga sesuai syariat. Aamiin. []

Tags: Berjimajima
Previous Post

4 Jawaban bagi Muslim yang Masih Punya Utang Puasa dari Tahun Kemarin

Next Post

7 Manfaat Puasa Ramadan bagi Kesehatan yang Jarang Disadari Muslim

Yudi

Yudi

Please login to join discussion
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.