islampos
Media islam generasi baru

Allah Dulu, Allah Lagi, Allah Terus

Foto: public domain
0

PERNAHKAH kita berpikir mengapa orang lain mau berteman dengan kita? Padahal, begitu banyak kesalahan dan aib yang kita sembunyikan dengan begitu rapat. Dan mereka tetap menganggap kita orang baik. Menurutmu, siapa yang mampu membuat orang lain menganggap bahwa diri kita baik jika bukan Allah?

Bagaimana mungkin, orang masih mau berbaik hati menolong kita, padahal kita sering sekali menggunjingkannya dengan teman kita yang lain? Jika bukan Allah, siapa lagi yang mampu menutup rapat aib kita dari orang lain?

Pernahkah kita berpikir, mengapa Allah simpan kita di tempat yang sekarang? Padahal jika kita mau pikirkan, diri kita masih jauh untuk mendapatkan posisi seperti saat ini. Tapi lagi dan lagi Allah takdirkan kita mendapatkannya. Jika bukan Allah yang menghendaki, lalu siapa lagi?

Pernahkah kita berpikir, mengapa saat ini kita masih diberikan hidup yang bahagia? Padahal jika mau kita renungkan, sangat sedikit sekali nikmat yang kita syukuri. Dan Allah tetap melimpahkan cinta-Nya. Jika bukan Allah yang Maha Pemberi Cinta yang melakukannya, lalu siapa lagi?

Pernahkah kita berpikir, mengapa Allah tidak langsung mengazab kita? Padahal, begitu banyak perintah-perintahNya yang kita langgar? Jika bukan Allah Yang Maha Pemurah, lalu siapa lagi?

Allah tidak langsung mengazab kita atas dosa-dosa kita. Justru kenikmatan dan rahmat-Nyalah yang setiap detik mengalir begitu deras untuk hambanya yang pendosa. Jika bukan Allah yang menyehatkan, menyembuhkan, menolong dan menjaga kita, lalu siapa lagi?

Dan pertanyaannya kini adalah, sudahkah kita bersyukur atas apa yang sudah Allah berikan pada kita? Mari kita renungkan.[]

loading...
loading...