• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Kamis, 17 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

A Happy Marriage Needs A Very Hard Work

by Haura Nurbani
1 tahun ago
in Kolom
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Penyebab Suami Selingkuh, Ciri Lelaki Pengumbar Janji, Marriage

Foto: Freepik

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

NGGAK ada yang gratis dan mudah di dunia ini. Terutama pernikahan. Sebuah rumah. Bukan hanya sekadar ikatan. Tapi perlu ikhtiar yang nggak pernah berhenti.

Pernikahan bukan dongeng yang ditutup dengan kalimat, “dan mereka hidup bahagia selamanya.”

Ia adalah bait demi bait perjuangan, dua jiwa yang terus belajar, dua hati yang terus bersabar.

Bahagia dalam pernikahan bukan hadiah. Ia bukan kebetulan. Tapi hasil dari usaha yang ga keliatan orang. Dari lelah yang dirahasiakan, dari doa yang dipanjatkan terus-menerus, di waktu-waktu mustajab, di akhir sepertiga malam, di kala huja, di kala suami mencari nafkah. Sebab cinta bukan sekadar rasa, tapi janji yang dipelihara dengan kerja keras, pengorbanan, dan tawakal.

ArtikelTerkait

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

Ga sedikit yang masuk pernikahan dengan mimpi indah, tapi mundur ketika kenyataan datang. Mereka ingin manisnya, tapi ga mau telen pahitnya. Mereka ingin bunga-bunga, tapi ga pernh siap menyiangi duri. Padahal, seperti kata Imam Ibnul Qayyim rahimahullah: “Sesungguhnya rumah tangga yang paling berkah adalah yang paling banyak menanggung beban dan sabar terhadapnya.”

Suami dan istri adalah dua insan yang berbeda. Dua dunia yang dipaksa menyatu. Maka, ga ada jalan lain selain saling memahami. Saling merendah. Saling menenangkan. Dalam tawa, dalam tangis, dalam gelombang, dalam tenang.

Jangan berharap badai ga datang. Tapi belajarlah bersama untuk berteduh. Jangan berharap pasangan selalu sempurna. Tapi bersyukurlah atas kekurangannya yang membuatmu kuat. Sebab Allah ga akan pernah satukan dua insan untuk saling menyalahkan, tapi untuk saling melengkapi.

Imam Hasan Al-Bashri berkata: “Bukanlah kebaikan itu dengan banyaknya shalat dan puasa, tapi kebaikan itu adalah lapangnya dada dan sabarnya hati.”

Maka, dalam marriage (rumah tangga), yang dibutuhkan bukan hanya cinta yang meletup-letup, tapi dada yang lapang, dan hati yang sabar menunggu proses.

Kadang, rumah tangga diuji dengan kesempitan rezeki, kadang diuji dengan perbedaan pendapat, bahkan dengan kesalahan yang menyakitkan. Tapi di situlah ladang kerja keras dimulai. Menahan amarah. Belajar memaafkan. Membangun kembali dari puing-puing harapan yang sempat runtuh.

Cinta sejati ga tumbuh dari keindahan yang instan, tapi dari luka dan pengalaman hidup yang dirawat bersama. Dari kecewa yang diredam karena Allah. Dari tangis yang diubah jadi sujud.

BACA JUGA:  The End of Medsos

Pernikahan adalah ibadah panjang. Maka butuh kesungguhan seperti orang yang ingin masuk surga. Perlu tekad sekuat mujahid yang turun ke medan laga.

Jika kau tanya bagaimana cara menjaga cinta dan rumah tangga, maka jawabannya adalah: Kerja keras. Doa tak putus. Tawakal. Sabar. Dan terus belajar mencintai dengan cara yang Allah ridhai. []

@saadsaefullah

Tags: Marriagepernikahan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Menyerang Iran: Analisis Sejarah, Karakter, dan Daya Tempur

Next Post

Bahaya Terlalu Lama Main Media Sosial Setiap Hari, Berapa Waktu Ideal?

Haura Nurbani

Haura Nurbani

Related Posts

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

14 Juli 2025
Israel, Yahudi, Gaza, Tentara

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

10 Juli 2025
Firaun, Benjamin Netanyahu

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

9 Juli 2025
Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

8 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.