ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Facebook dan Syair Imam Syafi’i

Foto: Mashable
0

Oleh: Nurman Kholis

SUDAH  lama berteman di Facebook. Sama-sama sering buat status. Sama-sama sering baca status masing-masing.

Tapi ada yang:
(1) sama-sama suka beri komentar atau “suka”

(2) Ada salah satunya saja yang selalu atau sering beri komentar atau “suka”. Adapun salah satunya lagi tak pernah sekalipun memberi komentar atau suka kepada teman di Facebooknya itu. Atau ia hanya mau beri komentar atau sukanya kepada orang-orang tertentu.

Jika terjadi demikian, dalam pertemanan di Facebook ini apakah layak yang suka memberi komentar atau suka namun yang dikomentari atau diberi suka sekian kali tidak pernah sekalipun melakukan hal yang sama, untuk mengikuti kata Imam Syafi’i dalam syairnya ini:
ٌ

وَلَسْت ُ بَهَيَّابٍ لمن ْ لا يَهابُنِي # ولستُ أرى للمرءِ ما لا يرى ليا
فإن تدنُ مني تدنُ منكَ مودتى # وأن تنأ عني ، تلقني عنكَ نائيا
كِــــلاَنا غـَــنِي ٌّعَــن ْأخِـــيه حـــَيَاتَــــه # وَنَحــْنُ إذَا مِـــتـــْنَــــا أشَـــــــدُّ تَــــغَـــانِــيَا

Aku tidak segan kepada orang yang tidak segan kepadaku
Dan aku pun tak akan memandang orang yang tak mau memandangku
Jika kau dekati aku, simpatiku akan dekat denganmu
Dan jika kau menjauhiku, akupun akan menjauh darimu
Bila saat hidup masing-masing kita tidak saling membutuhkan
Apatah lagi setelah mati, tentu kita lebih tidak saling membutuhkan lagi…

Yang dipraktikkan dengan:

Karena kau tak pernah sekalipun beri komentar atau suka sebagaimana yang sudah-sudah kulakukan, maka aku juga akhirnya menghentikan beri komentar atau suka sebagaimana yang sebelumnya sering kulakukan? []

loading...
loading...