• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Senin, 2 November 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Miliki 2 Sifat Ini agar Kamu Beruntung 

by Laras Setiani
5 tahun ago
in Islam 4 Beginner
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Makan Buah yang Ditanam di Masjid

Ilustrasi: PEXELS

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

SHALAT adalah tanda menuju kemenangan dan keberuntungan (al-falaah). Panggilan untuk shalat selalu diiringi dengan panggilan menuju kemenangan di setiap kali adzan dan iqamah dikumandangkan. Shalat adalah amal yang utama, sedangkan al-falah (kemenangan) adalah balasan (pahala) atas amal tersebut.

An-Nawawi Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,

“Al-falaah, tidak ada dalam bahasa Arab, suatu kata yang bermakna terkumpulnya kebaikan dunia dan akhirat, yang lebih baik, melebihi kata al-falaah tersebut.” (Syarh Shahih Muslim, 2: 27)

BACA JUGA: Ini 3 Waktu dan 4 Tata Cara Shalat Tahajud

ArtikelTerkait

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

7 Prinsip Utama dalam Kehidupan Seorang Muslim

Amalan Unggulan, Amalan Rahasia, dan Amalan yang Terus-Menerus

Tempat-Tempat Terlarang untuk Shalat, di Mana Saja?

Panggilan ini akan senantiasa berulang kali didengarkan oleh kaum muslimin,

حَيَّ عَلَى الصَّلاَةِ حَيَّ عَلَى الْفَلاَحِ

“Hayya ‘alash shalaat, hayya ‘alal falaah (Marilah shalat, marilah menuju kemenangan)”

ilustrasi.foto: tirto

Kalimat tersebut mengisyaratkan bahwa siapa saja yang tidak merespon panggilan adzan, maka dia tidak akan mendapatkan kemenangan (keberuntungan) dan bukan orang-orang yang menang (al-muflihiin). Karena shalat adalah sifat dan ciri yang paling menonjol dari orang-orang yang mendapatkan kemenangan dan keberuntungan.

Oleh karena itu, ketika Allah SWT menyebutkan sifat orang-orang muflihiin di awal surat Al-Mu’minuun, Allah SWT memulai dengan amalan shalat. Kemudian Allah SWT menutup pula dengan amalan shalat yang didirikan dengan khusyu’ dan konsisten (senantiasa terjaga). Allah SWT berfirman,

“Sesungguhnya beruntunglah (menanglah) orang-orang yang beriman. (Yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya. Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna. Dan orang-orang yang menunaikan zakat. Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela. Barangsiapa mencari yang di balik itu, maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya. Dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi. (Yaitu) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Mu’minuun: 1-11)

Demikian pula, ketika Allah Ta’ala di awal surat Al-Baqarah menyebutkan amal orang-orang muflihiin dan karakter mereka, Allah Ta’ala menyebutkan shalat di dalamnya. Allah Ta’ala berfirman,

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al-Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Baqarah: 2-5)

Rangkaian ayat ini menggambarkan bagaimanakah sifat atau karakter orang-orang yang beruntung. Yaitu, mereka yang mengumpulkan dua hal sekaligus:

Pertama, benarnya aqidah.

Orang-orang muflihiin memiliki aqidah yang lurus, selamat dari berbagai aqidah yang menyimpang atau bahkan aqidah kekufuran. Mereka adalah “yang beriman kepada yang ghaib”.

Yaitu, hal-hal ghaib yang dikabarkan oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Mereka adalah orang-orang yang memiliki keimanan terhadap pokok-pokok iman (ushuul imaan), yaitu iman kepada Allah, malaikat, para rasul, kitab-kitab, dan hari akhir.

Kedua, istiqamah (konsisten) dalam amal ibadah.

Foto: Islami

“Yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” Dan amal ibadah mereka yang paling agung untuk mendekatkan diri kepada Allah Ta’ala adalah mendirikan shalat wajib lima waktu di waktunya masing-masing.

Allah Ta’ala mengatakan,

إِنَّ الصَّلاَةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَاباً مَّوْقُوتاً

“Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa’: 103)

Semisal dengan awal surat Al-Baqarah tersebut adalah yang terdapat di awal surat Luqman, ketika Allah Ta’ala menyebutkan sifat orang-orang yang beruntung, yaitu memiliki aqidah yang benar (shahih) dan memiliki amal ibadah yang baik (shalih). Allah Ta’ala berfirman,

“Menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang berbuat kebaikan. (Yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat. Mereka itulah orang-orang yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhannya dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Luqman: 3-5)

Di akhir surat Al-Hajj, ketika Allah Ta’ala menyebutkan sifat orang-orang yang beruntung, Allah Ta’ala menyebutkan ruku’, sujud, tunduk, dan merendahkan diri di hadapan Allah Ta’ala. Allah Ta’ala berfirman,

“Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu, dan berbuat baiklah, supaya kamu mendapatkan kemenangan.” (QS. Al-Hajj: 77)

Oleh karena itu, tidak ada kemenangan dan keberuntungan yang didapatkan tanpa shalat. Shalat adalah tanda keberuntungan, dan pintu masuk kebaikan dan pertolongan. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu.” (QS. Al-Baqarah: 45)

BACA JUGA: Hukuman bagi Orang yang Menyia-nyiakan Shalat karena Tidur

Oleh karena itu, hendaknya seorang mukmin memuji Allah Ta’ala atas nikmat diberi pertolongan sehingga bisa mendirikan shalat. Dan juga untuk meminta di akhir shalat (sebelum salam), sebagaimana yang diajarkan oleh Rasulullah SAW,

اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

“ALLAAHUMMA A’INNII ‘ALAA DZIKRIKA WA SYUKRIKA WA HUSNI ‘IBAADATIK” (Ya Allah, bantulah aku untuk berzikir dan bersyukur kepada-Mu serta beribadah kepada-Mu dengan baik.) (HR. Abu Dawud no. 1522, dinilai shahih oleh Al-Albani)

Tentu saja, shalat masuk dalam doa tersebut. []

SUMBER: MUSLIM

Tags: AdzanBerimanBeruntungistiqomahpanggilanShalat
ADVERTISEMENT
Previous Post

Hati-hati, 5 Sifat Wanita yang Membuat Pria Menjauh

Next Post

Pernah Percaya kepada Tukang Ramal, Masih Bisakah Bertaubat?

Laras Setiani

Laras Setiani

Related Posts

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

13 Juli 2025
Rahmat Allah, Kebaikan, Prinsip

7 Prinsip Utama dalam Kehidupan Seorang Muslim

7 Juli 2025
Tajwid, Surat Al-Baqarah, Amalan

Amalan Unggulan, Amalan Rahasia, dan Amalan yang Terus-Menerus

6 Juli 2025
Pembatal Shalat

Tempat-Tempat Terlarang untuk Shalat, di Mana Saja?

3 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.