• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 18 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

4 Perkara yang Bisa Menggugurkan Keikhlasan

by Saad Saefullah
2 tahun ago
in Pena Wanita
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Keikhlasan, Sabar

Foto: AI/Islampos

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

APA saja perkara yang bisa menggugurkan keikhlasan?

Di antaranya riya, sum’ah, ujub dan sombong.

Pertama Riya.

Riya berasal dari kata ra’a-yara-ruyan-wa ru’yatan yang artinya melihat. Secara istilah artinya memperlihatkan amal kepada orang lain. Disebut syirik samar.

Sebagian ulama mengatakan Riya itu lebih buruk daripada fitnah. Mengapa? Karena fitnah Dajjal hanya muncul pada akhir zaman sementara Riya bisa muncul setiap saat. Selain itu fitnah Dajjal hanya menimpa orang tidak beriman sementara riya menimpa orang yang beriman.

ArtikelTerkait

Musibah Itu Ujian, Teguran, Hukuman, ataukah Azab?

Keutamaan dan Amalan di Hari Arafah

Menaati Ulil Amri, Siapa Ulil Amri?

Siapa sebenarnya Ulil Amri dalam Al-Qur’an?

Saat kita mencari wajah manusia sebenarnya yang akan terjadi adalah justru manusia akan menguasai kita.

Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,

مَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ كَفَاهُ اللَّهُ مُؤْنَةَ النَّاسِ وَمَنِ الْتَمَسَ رِضَاءَ النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ وَكَلَهُ اللَّهُ إِلَى النَّاسِ

“Barang siapa yang mencari ridha Allah saat manusia tidak suka, maka Allah akan cukupkan dia dari beban manusia. Barang siapa yang mencari ridha manusia namun Allah itu murka, maka Allah akan biarkan dia bergantung pada manusia.” (HR. Tirmidzi No. 2414 dan Ibnu Hibban No. 276.

Kedua adalah sum’ah.

Berasal dari kata sama’a berarti memperdengarkan amalan. Menyebut-nyebut amalannya di hadapan orang, dia tidak senang bila amalannya belum diketahui orang lain.

Karena tak aneh bahwa betapa menyembunyikan amal itu sulit sekali, apalagi di zaman digital hal apapun dengan mudahnya di-upload ke media sosial hingga secara tidak langsung akan mengikis keikhlasan itu sendiri.

BACA JUGA:  Zona Keikhlasan

Ketiga adalah ujub.

Sikap merasa lebih baik daripada orang lain. Memiliki kelebihan yang banyak, rajin, pintar, dan kelebihan lainnya tapi sayang justru menjadi kehinaan untuknya di sisi Allah.

Keempat adalah takabur atau menyombongkan diri dan merendahkan orang lain.

Senang mengangkat dirinya dan juga merendahkan orang lain. Perkara ini tidak akan pernah bisa bersatu dengan sikap tawadhu’yang hanya dimiliki orang beriman.

Dalam surah Az-Zumar ayat 3 Allah Ta’ala berfirman,

اَلَا لِلّٰهِ الدِّيْنُ الْخَالِصُ…

Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik).

Di atas dijelaskan ada kata khalishu artinya murni. Murni itu tidak bercampur dengan apapun. Ibarat susu murni yang tidak tercampur dengan darah ataupun kotoran. Demikian pula ikhlas, niatnya 100% untuk Allah.

BACA JUGA: Shalat pun Membutuhkan Keikhlasan

Tidak ada unsur selain mengharapkan wajah Allah saja. Sebagaimana tauhid yang menjadi modal besar seseorang untuk mendapatkan surga Allah. Tidak ada zat apapun yang disembah, diminta pertolongan, tempat berharap melainkan Allah. Karena sejatinya Allah tidak mau diduakan dengan apapun.

Maka saat beramal yang bukan untukNya maka Allah tidak butuh dengan amalan tersebut. Bahkan saat bertemu dengan Allah dengan membawa amalan yang banyak, Allah akan campakkan amalan tersebut. (Hadits 3 orang yang dianggap sholih, tapi di akhirat menjadi orang pertama masuk neraka: mujahid, qori’ dan dermawan karena ria) []

Tags: keikhlasan
ADVERTISEMENT
Previous Post

HIPMI Syariah Salurkan 500 Paket Qurban

Next Post

10 Penyebab Doa Tidak Dikabulkan

Saad Saefullah

Saad Saefullah

Lelaki. Tidak terkenal. Menyukai kisah-kisah Nabi dan Para Sahabat.

Related Posts

Keutamaan Berjima di Malam Jumat, Tempat Duduk Penghuni Surga, Nasihat, Nabi Luth, Posisi Duduk yang Dimurkai, Manusia, Hasan Al-Bashri, ujian

Musibah Itu Ujian, Teguran, Hukuman, ataukah Azab?

12 Juni 2025
REPORTER: RHIO ATMA P. | ISLAMPOS, Haji, Golongan Umat Islam yang Akan Masuk Surga, Larangan di Bulan Dzulhijjah, Hari Arafah

Keutamaan dan Amalan di Hari Arafah

5 Juni 2025
Ulil Amri

Menaati Ulil Amri, Siapa Ulil Amri?

2 Juni 2025
Sakaratul Maut, amal, Penghalang Rezeki, Arwah, Shalat Malam, renungan ramadhan, PMO, Keutamaan Pemimpin yang Adil, Shalat Malam, Orang yang Dibenci oleh Allah SWT, Kesabaran, Ulil Amri, Ibnu Abbas, Hari Kiamat

Siapa sebenarnya Ulil Amri dalam Al-Qur’an?

23 Mei 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.