• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Kamis, 17 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

by Rifki M Firdaus
8 tahun ago
in Renungan
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Foto: Ublik

Foto: Ublik

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

Oleh: Daud Farma
Mahasiswa Universitas Al-Azhar Kairo-Mesir

EROPA boleh punya Romeo dan Juliet, dari Afrika Laila dan Majnun, dan dari Asia juga tidak kalah, ada; Zainudin dan Hayati. Tepatnya dari Indonesia pulau Sumatera. Romeo dan Juliet memang kisah cinta yang menyedihkan, diakhiri dengan kematian. Tapi yang tak kalah menyentuh jiwa adalah kisah cinta yang dilalui dengan kesucian, seperti karya Buya Hamka. Cinta Zainudin pada Hayati begitu besar! Tapi penulis memberitahu agar makhluk tidak kalah dengan cinta pada sang Khaliq, Allah Swt. Qois dan Laila, Zainudin dan Hayati, adalah kisah cinta yang bernasib tidak beruntung. Saling mencintai, namun tak bersemi. Penuh dengan cobaan, dan mereka tidak mampu menaklukkannya. Kenapa? Karena “takdir” berkata lain.

Novel ini ditulis dengan tutur bahasa yang indah, dengan gaya uslub khas MinangKabau, khas melayu. Kehalusan bahasanya berasa berada di era tahun tigapuluhan, nampak betul orang dulu itu bertutur kata nan indah. Ditulis dengan jiwa tentu masuk juga ke dalam jiwa pembaca. Dari membaca isi cerita, terasa mulia akhlak penulisnya.

Novelnya nyaris sempurna. Namun masih banyak kudapati typo. Ada yang dapat kuterka bacaannya dan ada pula yang tidak dapat kutebak, tapi rata-rata tertebak olehku. Husnuzhonku adalah mungkin ini cetakan lama yang di-pdf-kan, atau mungkin sengaja tidak diubah sedikitpun oleh tim penerbit demi menghargai karya ulama, tapi aku memilih agar editor mengeditnya saja. Supaya pembaca lebih mudah tahu kata apa yang ditulis.

ArtikelTerkait

Saat Ga Punya Duit, Waduh Rasanya ….

Saat Kita Diuji dengan Banyaknya Harta

Paksakan Bangun Shalat Malam

Uang Memang Bisa Beli … tapi Tidak Bisa Beli ….

BACA JUGA: Memperbaiki Akhlak, Bagaimana?

Di dalam ceritanya, terlihat betul Hayati memilih dan mengikuti nasibnya yang malang saat mengambil keputusan untuk tidak menikah dengan Zainudin. Tetapi dia telah melanggar sumpahnya. Karena sumpahnya itulah penulis hendak membuat Hayati menyesalinya. Bukankah penulis adalah pembuat “takdir” di dalam ceritanya? Kalaulah suaminya Aziz tidak jatuh miskin, maka tidaklah Hayati mengingat Zainudin lagi, dia sudah melupakan Zainudin. Hayati telah mencintai suaminya. Lantaran karena tak punya harta itulah yang mempertemukan Zainudin dan Hayati kembali, malah dalam satu rumah pula. Perasaan cinta Hayati pada Zainudin pun mulai tumbuh lagi. Tapi; pantang pisang berbuah dua kali, pantang pemuda makan sisa.” Apalagi janji Hayati dulu itu, tak dapat dimaafkan! Zainudin.

Yang selalu membuat sedih itu adalah saat kedua tokohnya meninggal, itulah yang disebut sad ending. Kalaulah Hayati selamat dari karamnya kapal Van Der Wijck itu, lalu menikah dan hidup bersama, tentu ini jadi happy ending. Meskipun di awal penuh dengan penderitaan. Tapi bukahkan sad endinglah yang terkenang oleh masa? Tak lekang dari zaman? Tak pudar dari ingatan? Dan semua kesedihan itu penulis tak lupa mengingatkan bahwa sebesar apapun kecintaan hamba selain daripada sang Pencipta, semuanya akan sirna, tak lupa mengingatkan kematian.

BACA JUGA: Ciri Akhlak Muslim

Lama aku menunggu sembari membaca menemukan kata; kapan ya ada kata kapal Van Der Wijck di dalam buku ini? Oh ternyata di akhir-akhir sekali.

Yang sempat mengganggu konsentrasiku saat membacanya adalah; aku selalu terbayang filmnya. Jadi tidak bisa mengkhayal bebas dan luas. Ah salahku kenapa menonton filmya terlebih dulu daripada membacanya. Agaknya kubaca sebelum filmya diagarap oleh sutradara. Tapi kabar baiknya jugalah aku malah ingin sekali lagi menonton filmya setelah tadi selesai membaca novelnya.

Ternyata Zainudin juga meninggal dunia karena sakitnya, separuh jiwanya telah dibawa Hayati ke dalam kubur. Benar-benar menyedihkan. Patut novel ini adalah novel religius yang melegenda. Sayangnya sudah sejak kecil kudengar ceritanya namun baru hari ini sempat kubaca, dan 140 halaman pdf novelnya kuhabiskan dalam 14 jam
Lamanya. Semoga kisah cintamu adalah kisah cinta yang beruntung, Kawan! []

Kirim RENUNGAN Anda lewat imel ke: islampos@gmail.com, paling banyak dua (2) halaman MS Word. Sertakan biodata singkat dan foto diri.

Tags: buya hamkacintaNovelTenggelamnya Kapal Van Der Wyck
ADVERTISEMENT
Previous Post

Pujian Sangat Berpotensi Mengundang Penyakit Hati

Next Post

Detik-detik Menjelang Kematian

Rifki M Firdaus

Rifki M Firdaus

Related Posts

Duit, Uang

Saat Ga Punya Duit, Waduh Rasanya ….

12 Juli 2025
qarun, harta

Saat Kita Diuji dengan Banyaknya Harta

11 Juli 2025
Tahajjud, Amalan di Pagi Hari, Shalat Taubat, Renungan, Tahajjud, Shalat Malam, shalat tahajud, Bangun Malam, Surah Al-Baqarah, Shalat Witir, Shalat Malam

Paksakan Bangun Shalat Malam

10 Juli 2025
Rezeki, Jalan Rezeki, pencuri, Uang Haram, Sedekah

Uang Memang Bisa Beli … tapi Tidak Bisa Beli ….

10 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.