ISLAMPOS
Media Islam Generasi Baru

Takut pada Mimpi Basah, Apakah Ini?

Foto: Hipwee
0

Assalamuallaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

SAYA ingin menceritakan permasalahan yang tengah saya hadapi yang menyebabkan akhir-akhir ini saya sulit tidur. Kejadian ini dimulai ketika saya bangun tidur hendak melaksanakan shalat Subuh. Tiba-tiba saya dikejutkan oleh adanya cairan kental berwarna putih yang keluar dari saluran kencing dan menempel pada bagian dalam celana saya. Mulanya saya takut memberitahukan masalah ini kepada keluarga, karena perasaan akan dihinggapi suatu penyakit pada diri saya. Usia saya saat itu menginjak 15 tahun. Peristiwa ini sering saya alami seetiap dua minggu sekali.

Saya pernah menceritakan masalah ini kepada salah seorang teman di sekolah, ia menjelaskan bahwa peristiwa tersebut disebut mimpi basah. Ini dialami semua remaja yang baru menginjak masa baligh. Sungguh saya tidak mengerti apa yang dkatakannya saat itu. Saya berharap semoga Anda dapat menjelaskannya kepada saya tentang apa yang saya alami beberapa waktu lalu. Saat ini saya masih diselimuti perasaan takut dan khawatir akan sesuatu terjadi pada diri saya. Peristiwa ini banyak memengaruhi aktivitas belajar saya di sekolah.

Akhirnya saya ucapkan terima kasih atas nasihat dan pelajaran yang Anda berikan. Wassalamualaikum wr.wb.

Sdr: M

Wassalamuallaikum Warahmatullahi wabarakatuh.

Saudara M, yang kauceritakan di atas merupakan sesuatu yang dibanggakan setiap laki-laki. Hal tersebut jangan membuatmu khawatir dan bersedih, karena ia merupakan perkara yang wajar terjadi dan dialami setiap laki-laki yang baru menginjak masa remaja atau baligh.

Ketika tiba-tiba cairan kental berwarna putih keluar dari saluran kencing, ia tidak mengetahui jika hal tersebut dinamakan mimpi basah. Ia tidak berani menanyakan peristiwa yang dialaminya kepada orang tua atau gurunya. Singkatnya tidak ada orang lain yang menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi kecuali seorang teman sekolah.

Sungguh suatu hal naif yang terjadi di antara remaja putra kita! Ia malu menanyakan kepada orang lain yang lebih tua kecuali kepada teman seusianya. Bukankah hal seperti itu menjadi suatu kewajiban yang harus ia kemukakan kepada orang lain yang lebih tahu akan hal yang dialaminya?

Kejadian yang kaualami merupakan hal yang wajar bahkan harus terjadi pada diri remaja seusiamu. Sebaliknya, jika hal tersebut tidak dialami maka kau harus memeriksakan dirimu ke dokter. Jika hal itu terjadi maka seseorang diwajibkan mandi junub untuk melaksanakan shalatnya. Di mana peran ayah atau guru? Mengapa mereka tidak memberikan pemahaman kepada anak-anak atau murid-muridnya?

Sungguh perbedaan yang nyata antara orang memahami masalah sesungguhnya dengan orang yang pura-pura memahami. Apa yang terjadi dalam masyarakat merupakan warisan leluhur ketika menilai tabu membicarakan masalah yang berbau seks di depan umum. Pemahaman mereka hanya sebatas pikiran atau tontonan saja tanpa dapat mencari solusi terbaik bagi generasi selanjutnya.

Semoga kita dapat mengambil manfaat dari apa yang telah kami terangkan di sini. semoga allah Swt. membimbing hamba-hamba-Nya kepada jalan yang diridha-Nya. []

Sumber: Ikhwan Zone, Romantika dan Gaya Hidup Pubertas/Karya: Yusuf al-Qaradhawi /Penerbit: Zikrul Hakim

loading...
loading...