• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 25 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Tak Mengerti

by Sodikin
7 tahun ago
in Kolom
Reading Time: 2 mins read
A A
0
khutbah jumat, islam

Ilustrasi. Foto: Whyislam

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

LELAKI itu termenung dengan dua alis mengerut bersamaan, matanya menyipit dengan bibir terkatup rapat. Seperti ada yang dipikirkan.

Alangkah sukar mendudukan pribumi yang didogma dengan agamanya. Betapa sulit upaya yang dilakukan untuk melemahkan mereka yang berpegang pada keyakinannya.

Islam..
Entah agama macam apa hingga membuat mereka tetap melawan, bahkan rela mati daripada menukar keyakinannya.

BACA JUGA: Batu Nisan Awal Sejarah Islam Ditemukan di Utara Masjidil Haram

ArtikelTerkait

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

Ya, Snouck Hurgronje bingung memikirkan semua itu. Penjajahan Belanda selama tiga abad lewat belum juga mampu membuat bertekuk lutut para pejuangnya.

Para ulama, kyai, ustaz, santri, pesantren, menjadi basis perlawanan yang tak bisa diremehkan. Bagaikan lebah yang lemah, tapi saat diganggu dan terancam, mereka melawan dengan sengat mematikan.

Sungguh, sebuah kenyataan yang sukar dinafikkan. Belum lagi para ulama yang sekaligus bangsawan kesultanan melakukan perlawanan, makin menambah repot aksi pendudukan negeri penjajahan. Snouck Hurgronje tak habis pikir, Kerajaan Belanda tak juga utuh berkuasa di negeri invasinya.

Sebut saja Pangeran Antasari, Sultan Hasanuddin, Pangeran Diponegoro, Tuanku Imam Bonjol, Teuku Umar, Tjoet Nyak Dhien dan sebagainya. Mereka sangat merepotkan, bahkan di antara perang-perang itu telah menguras kas Kerajaan Belanda hingga defisit.

Gold, Glory, dan Gospel yang sejak semula menjadi semangat penjajahan, harus berbenturan dengan perlawanan sengit para santri dan ulama.

Mengapa selalu melawan?

Begitu tanya mereka dalam benaknya. Mereka tidak mengerti, tidak tahu esensi agama yang diyakini pribumi. Bahwa Islam adalah nadi kehidupan, mengatur segala tingkah laku kemanusiaan.

Beda dengan mereka yang menjadikan agama terbatas dalam ruang privat, ekslusif dan terpisah dari kehidupan sosial, politik, sains dan sebagainya.

Sementara Islam tak terpisahkan kehidupan sosial, politik, sains, bahkan hingga bersuci, gosok gigi, dan senyum pun diatur dalam pengamalannya.

Jangankan perikehidupan yang menyangkut hajat hidup banyak orang, hingga yang kecil semisal sebelum dan sesudah tidur, bersuci di kamar mandi, sampai makan dan minum pun diatur dalam Islam.

Mereka tak mengerti soalan ini, soalan agama yang mengatur tetek bengek yag sebagian orang menyepelekannya. Jangankan hubungan sosial politik, sampai panjang pendek, tebal tipis dan berhenti atau lanjut dalam melafal huruf hijaiyah pun diperhatikannya. Beda antara tsa, sin dan syin.

BACA JUGA: Islam yang Khas Indonesia

Pemisahan agama yang dicanangkan penjajah untuk melemahkan perlawanan, melemahkan Islam, justru berbalik menjadi taji yang mematikan.

Sungguh mereka tak tahu tentang Islam. Bila pun tahu, pasti belum utuh berislam. Betapa banyak di antaranya orang Islam yang menjelekan Islam. Mengapa? Karena tidak mengerti, belum mengerti, atau tak mau mengerti. []

Tags: IndonesiaIslampenjajahansejarah
ADVERTISEMENT
Previous Post

Sebut Virus Corona Tentara Allah, UAS Ungkap Dalilnya

Next Post

Yang Berjubah Belum Tentu Salih

Sodikin

Sodikin

Related Posts

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

14 Juli 2025
Israel, Yahudi, Gaza, Tentara

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

10 Juli 2025
Firaun, Benjamin Netanyahu

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

9 Juli 2025
Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

8 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.