Hukum Tayamum bagi Orang Sakit
Hukum tayamum bagi orang sakit pertama wajib, yaitu jika penggunaan air dikhawatirkan akan menjatuhkannya pada kematian.
Hukum tayamum bagi orang sakit pertama wajib, yaitu jika penggunaan air dikhawatirkan akan menjatuhkannya pada kematian.
Orang itu berkata, “Ya Tuhan, bagaimana aku memberi-Mu makan, padahal Engkau adalah Tuhan alam semesta?”
Selama sakit dan safar itu tidak payah dan tidak menimbulkan kesusahan, maka tidak boleh ia ifthar.
Tidak mungkin Allah subhanahu wa ta’ala melakukan sesuatu tanpa sebab yang mendahuluinya atau tanpa hikmah di balik semua itu.
Contoh penanganan yang benar terhadap orang sakit dalam masalah makan dan minum adalah memberinya sesuai proporsi yang bisa ia cerna.
Seperti yang dikatakan, akhirnya Nabi berziarah ke makam orang tua itu walaupun tempatnya jauh sekali dan amat terpencil.
Perbuatannya ini telah membuatnya terkenal diantara pasien-pasien rumah sakit karena kehadiran Moussa dianggap telah membawa kebahagiaan bagi mereka.
Diperbolehkan menggunakan uang zakat dengan syarat pasien tidak mampu menutupi biaya pengobatan mereka.
Tidak ada halangan mengulang-ulang bacaan Al-Qur'an bagi seorang yang sakit serta dibacakan beramai-ramai secara serempak untuk seorang yang sakit.
Hukum menjenguk orang sakit adalah sunnah muakkad, atau sebagian ulama mengategorikan sebagai fardhu kifayah.