• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 25 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Kisah Adia, Siswa SMA yang Jualan Sayur untuk Bantu Keluarga

by Yudi
4 tahun ago
in Nasional
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Adia Riswandi, siswa SMA penjual sayur di Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)

Adia Riswandi, siswa SMA penjual sayur di Sukabumi. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

TEGAR dan pantang menyerah sepertinya cocok disematkan kepada sosok siswa SMA kelas 3 di Warungkiara, Kabupaten Sukabumi bernama Adia Riswandi (17) ini. Adia rela banting tulang dengan berjualan sayur untuk membantu keluarganya di sela-sela kesibukannya dalam bersekolah.

Adia yang saat berjualan selalu memakai seragam SMA ini mengaku hanya memiliki satu seragam.

“Adia hanya punya satu seragam, inisiatif hasil jualan Adia suka menyisihkan uang Rp 5 ribu kadang Rp 2 ribu, ingin punya seragam. Adia berangkat sekolah jam 06.00 WIB pakai seragam ini, berjualan sampai jam 07.30 WIB masuk sekolah. Ketika sayuran masih tersisa Adia melanjukan berjualan pakai seragam ini juga,” kata Adia, Kamis (17/11/2022).

Adia terkadang kehujanan saat menjajakan sayuran sepulang sekolah, tiba di rumah dia mengeringkan seragamnya itu dengan lampu rumah.

ArtikelTerkait

Banyak Diterima di UI, JISc Ungguli SMA Negeri Meski Terapkan 3 Kurikulum

Jakarta Islamic School (JISc) Difitnah, Pemilik Siap Ambil Langkah Hukum

PUI Kecam Keras Agresi Israel di Gaza, Serukan Gencatan Senjata dan Tuntut Pengadilan Internasional

Program Unik Bantuan Makan Sahur (BMS) Khusus Warga Depok

BACA JUGA: Rektor IPB Sebut 116 Mahasiswanya Terjerat Pinjol

“Ketika pulang kalau basah Adia jemur seragam di dekat lampu biar cepat kering, kadang pakai lampu biar buat besok pakai sekolah lagi,” imbuhnya.

Namun mimpi siswa SMA memiliki seragam dengan menabung terpaksa tertunda, ia lebih mementingkan sang adik yang kini masih duduk di bangku sekolah dasar. Ia juga kerap mengalah untuk kebutuhan dapur sang ibu.

“Mau bagaimana lagi, suka terpakai sama ibu beli beras kadang untuk kebutuhan bekal dan kebutuhan sekolah. Yang paling penting buat adik saya juga, saya nggak mau dia seperti Adia, makanya belikan dia seragam dan peralatan sekolah,” ujar Adia.

“Kadang saya semprot seragam pakai pewangi, dari kelas 1 SMA memang jarang beli baju. Jauh-jauh dari gaya hidup, lebih penting keluarga Adia. Saya kasihan ke adik jangan sampai seperti Adia, kalau ada rezeki ingin beli semua perlengkapan sekolah adik,” sambungnya.

Kisah mandiri Adia dibenarkan Ahmad Taufik, warga yang juga menjabat sebagai Ketua Asosisasi Badan Pemusyawaratan Desa (BPD) Kecamatan Warungkiara. Ia mengaku mengetahui kisah Adia.

“Kakaknya juga dulu berjualan sayur seperti Adia, untuk membantu keluarga. Namun kakaknya ditarik sama tetangganya untuk bekerja, karena senang melihat kemandiriannya. Lalu dilanjutkan Adia, karena kondisi ayahnya sakit,” kata Taufik.

Menurut Taufik, ia pernah mengusulkan pembangunan rumah yang dihuni Adia dan keluarganya pada 2019 silam. Rumah Adia itu akhirnya dibangun dan layak untuk dihuni.

BACA JUGA: Demi Lanjutkan Pendidikan, Mahasiswi Ini Rela Jadi Pemulung

“Dulunya bilik (anyaman bambu), rumahnya saya ajukan ke pemerintah desa alhamdulillah dapat rehab rumah, di rehabnya tahun 2019 kalau nggak salah. Adia ini anak kelas 3 SMA dia berjualan sayuran seperti kangkung, caesim, kacang panjang, kadang mentimun,” cerita Taufik.

Sayur mayur itu hasil menanam orang tua Adia. Lahan tempat menanam adalah hasil sewa dari tetangganya.

“Sayuran itu ditanam oleh ayahnya, tanahnya hasil dari sewakelola gitu. Bapaknya sakit prostat, dulu nggak bisa jalan, sekarang sudah mulai sembuh sedikit sedikit. Adia berjualan dari kelas 3 SMP dia mulai berjualan. Dulu yang jualan kakanya, dulu jualannya bareng-bareng,” pungkas Taufik. []

SUMBER: DETIK

Tags: jualanpelajarSayursiswa SMA
ADVERTISEMENT
Previous Post

Viral Video Pelajar Tendang Nenek di Tapsel, Polisi Sebut Ada 2 Video

Next Post

Doa yang Dibaca ketika Sujud dalam Shalat

Yudi

Yudi

Related Posts

JISc

Banyak Diterima di UI, JISc Ungguli SMA Negeri Meski Terapkan 3 Kurikulum

24 Juni 2025
Mam Fifi, JISc

Jakarta Islamic School (JISc) Difitnah, Pemilik Siap Ambil Langkah Hukum

18 Mei 2025
Israel

PUI Kecam Keras Agresi Israel di Gaza, Serukan Gencatan Senjata dan Tuntut Pengadilan Internasional

9 April 2025
Depok

Program Unik Bantuan Makan Sahur (BMS) Khusus Warga Depok

28 Maret 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.