• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 18 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Shalat Sunnah Witir

by Yudi
6 tahun ago
in Islam 4 Beginner
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Foto: Islampos

Foto: Islampos

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

SHALAT Witir adalah shalat sunah yang dikerjakan pada waktu malam hari setelah waktu isya dan sebelum waktu shalat subuh, dengan rakaat ganjil. Shalat ini dilakukan setelah shalat lainnya, seperti tarawih dan tahajud. Ini didasarkan pada sebuah hadits:

Diriwayatkan dari Aisyah.ra, dia berkata: “Setiap bagian waktu malam, Rasulullah SAW pasti melakukan shalat witir dan beliau menyudahi witirnya sampai waktu sahur,” (HR. Bukhari 996. Muslim 745. An-Nawawi 6/367-368).

Hukum shalat witir adalah sunnah muakkad (sangat dianjurkan) karena Nabi Muhammad SAW selalu melaksanakannya setiap malam. Shalat witir hanya di laksanakan satu kali dalam satu malam.

BACA JUGA: Hukum Shalat Witir Satu Rakaat

ArtikelTerkait

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

7 Prinsip Utama dalam Kehidupan Seorang Muslim

Amalan Unggulan, Amalan Rahasia, dan Amalan yang Terus-Menerus

Tempat-Tempat Terlarang untuk Shalat, di Mana Saja?

Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada dua witir dalam satu malam,” (HR. Ahmad).

Witir berarti ‘Ganjil’ atau tidak genap, karena itu shalat witir harus dilaksanakan dengan jumlah rakaat ganjil yaitu mulai dari satu rakaat sampai sebelas rakaat dalam satu malam.

Rasulullah SAW bersabda: “Janganlah berwitir dengan tiga rakaat menyerupai shalat Maghrib, namun berwitirlah dengan lima raka’at, tujuh, sembilan atau sebelas raka’at,” (HR al-Hâkim dan dishahihkan Syaikh al-Albâni dalam kitab Shalat Tarawih, hlm. 85).

Maksud dari janganlah shalat witir tiga rakaat dengan menyerupai shalat maghrib dalam hadits di atas adalah dalam tata caranya harus dibedakan dengan shalat maghrib yaitu dengan melaksanakan terlebih dahulu dua rakaat yang diakhiri dengan salam, kemudian shalat lagi satu rakaat yang diakhiri dengan salam. Jika ingin melaksanakan sebelas rakaat, berarti lakukan dua rakaat dikali lima ditambah satu rakaat lagi.

Syaikh Sholih Al Fauzan hafizhahullah dalam Al Muntaqo min Fatawa Al Fauzan no. 117, 49/43 menyatakan,

Tidak mengapa mengerjakan shalat witir tiga rakaat sekaligus dengan sekali salam, tanpa duduk tahiyyat (awal) dan salamnya di raka’at terakhir.

Akan tetapi yang lebih afdhal (lebih utama) dan lebih baik adalah mengerjakan shalat witir dengan dua raka’at terlebih dahulu secara terpisah kemudian salam, lalu ditambah satu raka’at lagi sehingga berjumlah tiga raka’at. Inilah yang lebih afdhal.

Akan tetapi jika seseorang mengerjakan shalat witir tiga raka’at sekaligus dengan sekali tahiyat, maka itu juga diperbolehkan.

BACA JUGA: Ini Waktu Shalat Witir yang Lebih Afdhal

Dari Ibnu Umar.ra, dia berkata: “Nabi SAW memisahkan antara rakaat yang genap dengan yang ganjil dengan Salam,” (HR Ahmad dan dishahîhkan Syaikh al-Albani dalam Irwa‘ al- Ghalil, no. 327).

Shalat witir lebih utama dilaksanakan pada akhir shalat malam (shalat Tahajud). Akan Tetapi, jika khawatir tidak bisa bangun malam, shalat witir bisa dilaksanakan setelah pelaksanaan shalat Isya.

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang khawatir tidak bisa melakukan shalat witir pada akhir malam, hendaklah berwitir pada permukaan malam. Barang siapa yang berkeinginan untuk shalat pada akhirnya, maka hendaklah berwitir pada akhirnya. Sesungguhnya shalat pada akhir malam itu disaksikan oleh para malaikat, dan itu yang lebih utama,” (HR. Muslim 755. An-Nawawi 6/374). Wallahu a’lam bishawab. []

Tags: Shalatshalat witir
ADVERTISEMENT
Previous Post

Yahudi Pembunuh Keluarga Palestina Dijatuhi 3 Hukuman Seumur Hidup

Next Post

Sedekah Bubur Barirah untuk Nabi

Yudi

Yudi

Related Posts

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

13 Juli 2025
Rahmat Allah, Kebaikan, Prinsip

7 Prinsip Utama dalam Kehidupan Seorang Muslim

7 Juli 2025
Tajwid, Surat Al-Baqarah, Amalan

Amalan Unggulan, Amalan Rahasia, dan Amalan yang Terus-Menerus

6 Juli 2025
Pembatal Shalat

Tempat-Tempat Terlarang untuk Shalat, di Mana Saja?

3 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.