• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 16 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Seni dalam Sejarah Islam: Musik

by Eneng Susanti
7 tahun ago
in Kolom
Reading Time: 3 mins read
A A
0
alat musik dari timur tengah, hukum musik

Ilustrasi. Foto: hopbackstage

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

NEGARA mana yang musiknya paling maju saat ini? Amerika Serikat? Inggris? Sungguh mengagumkan mengingat cukup banyak ilmu musik yang dilahirkan seniman-cendekiawan Islam, yang mestinya, itu membuat musik jauh lebih maju dan berkembang di dunia Islam.

Perjalanan ilmu musik di masyarakat Islam sendiri tidak terlepas dari peran Dinasti Umayyah II (atau yang biasa disebut kekhalifahan Andalusia) dan Abbasiyah. Pada masa itu, musik dianggap cabang dari matematika, karena dalam musik seseorang harus mempelajari, not, ketukan, ritme lagu, yang semuanya berhubungan dengan matematika. Karena itu tidak heran, kalau di masa lalu para ilmuwan biasanya juga pandai bermain musik dan menulis teori musik.

Al Razi, ilmuwan yang juga dikenal sebagai salah satu dokter terbesar dalam dunia Islam pandai menggubah musik. Ibnu Sina yang seorang dokter hebat, juga menulis teori tentang musik. Al Kindi yang dikenal sebagai filsuf besar dunia Islam menjadi satu-satunya orang Arab yang menulis buku tentang teori notasi musik. Dan, Al Farabi yang juga seorang filsuf adalah pemain musik yang hebat dan menulis tiga buku tentang musik. Bukunya diterjemahkan ke dalam bahasa latin dan dipelajari di berbagai sekolah musik Eropa. Teori-teori musik Al Farabi memberi pengaruh besar pada perkembangan musik Eropa sampai hari ini. Selain itu, rata-rata para ahli fisika Islam biasanya juga seorang ahli musik.

BACA JUGA: Ketika Musik Menggema di Andalusia

ArtikelTerkait

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

Para khalifah biasanya menikmati pertunjukan musik bersama puisi. Khalifah Al Walid I, Yazid II dan Al Walid II memiliki dua musisi favorit yang kerap diundang ke istana. Musisi ini adalah Ibn Muhriz, seorang pemain perkusi, dan Ma’bad, seorang penyanyi. Para musisi ini biasanya tampil dengan mi’zafah, sebuah alat musik petik, mizmar atau suling rumput, drum, kastanet dan terompet besar. Penyelenggaraan festival musik tahunan dimulai pada masa Khalifah Yazid. Sejak itu, perkembangan seni musik meningkat dengan pesat.

Pada masa Dinasti Umayyah, musisi yang dianggap terbesar dari semuanya adalah Said ibn Misjah (hidup pada tahun 634-726 M). Said berkelana ke Suriah dan Persia untuk mengumpulkan dan menerjemahkan lagu-lagu Bizantium dan Persia ke dalam bahasa Arab. Ia juga musisi pertama yang menyusun teori dan praktek musik Arab.

BACA JUGA: Dengarkan Musik Klasik bisa Bikin Pintar, Masa Iya? Ini Faktanya

Pada masa Dinasti Abbasiyah, buku-buku tentang musik termasuk buku yang banyak diterjemahkan. Beberapa di antaranya adalah karya Euclid dari Yunani yang berjudul Kitab al Nagham (Buku Melodi), karya Aristoxenus berjudul Kitab al Iqa (Irama), dan karya Nicomachus berjudul Kitab al Musiqi al Kabir (Opus Mayor dalam Musik). Karya-karya itu menjadi buku pokok siswa sekolah musik yang didirikan kekhalifahan di Baghdad. Salah satu murid sekolah musik ini adalah Ziryab yang mengembangkan seni musik di Eropa. Ia kemudian mendirikan konservatori (pusat pengembangan musik) di Kordoba. Setelahnya berdiri konservatori lain di Sevilla, Toledo, Valencia dan Granada.

Bersambung. []

Maya Lestari Gf
Aktivis Literasi, Parenting, dan Homeschooling
Penulis buku dan instruktur menulis

Ig @mayalestarigf | mayalestarigf.com | MerahCeri.blogspot.com

Tags: IslamMaya Lestari GfMusiksejarahSeni
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mengapa Paul Pogba Mantap Masuk Islam?

Next Post

Tentara Israel Hancurkan Saluran Air di Desa Bardala

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Related Posts

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

14 Juli 2025
Israel, Yahudi, Gaza, Tentara

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

10 Juli 2025
Firaun, Benjamin Netanyahu

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

9 Juli 2025
Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

8 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.