• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Jumat, 3 April 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

Saudaraku, Belajarlah Menjadi Tukang Parkir

by Ari Cahya Pujianto
5 tahun ago
in Nasihat
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Foto: Google Image

Foto: Google Image

SAUDARAKU,

Tahukah engkau tukang parkir? Ya, salah satu profesi yang hanya sedikit orang meminatinya. Bagaimana tidak, tukang parkir ini bekerja di pinggiran atau di suatu tempat tertentu untuk mengamankan kendaraan yang jumlahnya tidak sedikit.

Dan terkadang jika terjadi hal yang tidak diinginkan, maka ia akan terkena imbasnya. Sebab, memang cukup berat tanggungjawabnya.

Saudaraku,

ArtikelTerkait

Sunnah Keluar Rumah, oleh: Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc., MA.

Akibat Menyebarkan Kejelekan terhadap Seorang Mukmin

3 Sungai Sebagai Pembersih Dosa di Dunia

Siapa yang Allah Beri Hidayah untuk Berdoa

Kita harus mau belajar jadi tukang parkir. Lha kok, kenapa? Belajar jadi tukang parkir, bukan berarti kita belajar untuk mempersiapkan diri berprofesi jadi tukang parkir.

BACA JUGA: Saudaraku, Ujian bagi Orang Mukmin Itu seperti Obat yang Mengeluarkan Penyakit dari Tubuhnya

Melainkan, kita belajar dari hikmah pekerjaan yang dilakukannya itu.

Tukang parkir memiliki banyak mobil dan motor. Jumlahnya terkadang tak terhitung. Tetapi, saat mobil atau motor itu pergi satu per satu, maka tak ada sedikit rasa sesal yang dirasa.

Saudaraku,

Mengapa? Sebab ia tahu bahwa mobil dan motor tersebut hanya titipan.

Dan ia hanya ditugaskan untuk menjaga. Ia tidak berpikir bahwa ia yang memilikinya. Sehingga, ketika pergi, ia tidak menangisinya.

Itulah yang harus kita lakukan pada suatu hal yang dekat dengan kita, yang menjadi titipan dari Allah SWT. Baik itu keluarga maupun barang.

Saudaraku,

Kita hanya diberi amanat oleh Allah SWT untuk menjaga dan menggunakannya dengan baik. Jangan sampai ada rasa ingin memiliki.

Sebab, jika sudah memiliki rasa tersebut, maka ketika kehilangan kita akan merasakan sedih luar biasa.

BACA JUGA: Saudaraku, Jangan Kautanam Bibit-bibit Perpecahan dengan Berprasangka…

Kita harus belajar untuk tidak memiliki secara penuh. Sebab, segala sesuatu yang ada di muka bumi ini hanyalah milik Allah SWT. Kita tak bisa mengambil punya Allah.

Saudaraku,

Kita tak bisa mengaku-ngaku bahwa apa yang dimiliki Allah ini adalah milik kita.

Maka, ketika kesadaran tersebut diterapkan, hati kita akan lebih mudah untuk mengikhlaskan sesuatu yang telah pergi dari kita. []

Tags: cinta duniaTukang Parkir
Previous Post

4 Perkara yang Jadi Penghalang Muslim Menjadi Ahli Waris

Next Post

Canda Rasulullah SAW kepada Ummu Aiman: Unta Itu Anak Unta

Ari Cahya Pujianto

Ari Cahya Pujianto

Hanya Pemuda Akhir Zaman yang Berharap Ridha dan Ampunan Allah Swt

Please login to join discussion
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.