• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Rabu, 16 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Ramadhan di Tengah Pandemi, Komunitas Muslim di Jerman Gelar ‘Iftar To Go’

by Sodikin
5 tahun ago
in Dunia
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Relawan Turki Goecen Muelayim, 55, (kiri) dan Ural Hasan, 55, dari layanan pengiriman makanan buka puasa, membagikan makanan kepada seorang perempuan Muslim yang membutuhkan dan anaknya selama Ramadan di tengah pandemi COVID-19 di Wupperta, Jerman. Foto: VOA

Relawan Turki Goecen Muelayim, 55, (kiri) dan Ural Hasan, 55, dari layanan pengiriman makanan buka puasa, membagikan makanan kepada seorang perempuan Muslim yang membutuhkan dan anaknya selama Ramadan di tengah pandemi COVID-19 di Wupperta, Jerman. Foto: VOA

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

JERMAN–Ramadhan pada 2021 di Jerman masih didera pandemi COVID-19. Negara itu, saat ini, bahkan masih memberlakukan lockdown sebagian. Namun, itu tak menghalangi niat sebuah komunitas Muslim di Wuppertal, Jerman, untuk membantu mereka yang kesulitan selama bulan suci itu.

Menurut laporan, banyak restoran tutup, orang-orang dilarang berkumpul, dan ada pembatasan bergerak setelah jam tertentu. Semua itu membuat kegiatan berbuka puasa, atau iftar, sulit bagi banyak Muslim di Jerman.

BACA JUGA: Desainer Pintu Kabah Meninggal Dunia di Jerman

Terkait hal tersebut, Komunitas Muslim di masjid Ditib di Wuppertal, Jerman, berusaha mengatasi masalah ini dengan menyelenggarakan program “Iftar To Go”, yang pada intinya menyediakan makanan malam siap santap gratis bagi siapa saja, tak hanya Muslim, selama Ramadhan.

ArtikelTerkait

Sejarah Pengkhianatan Israel kepada Palestina Pasca Perang Dunia Kedua

Kebakaran Los Angeles, Antara “Karma” James Wood dan Penghancuran Gaza?

7 Faktor Jepang Lebih Cepat Bangkit Meski Hancur di Tahun 1945

Rencana Mualaf Korea Daud Kim Bangun Masjid di Incheon Batal, Apa Penyebabnya?

Program ini pernah digelar tahun lalu, dan banyak mendapat sambutan. Tahun ini, menurut panitianya, permintaannya lebih besar karena pandemi telah mengakibatkan semakin banyak orang mengalami kesulitan finansial.

Mustafa Temizer adalah ketua panitia “Iftar To Go”. “Ini edisi baru dari tahun lalu. Tahun lalu kami memulainya pertama kali karena adanya pembatasan terkait wabah virus corona. Tahun ini kami juga banyak mendapat permintaan, bahkan harus menambah jumlah makanan. Orang-orang yang bersedia menyumbangkan uang mengatakan, mereka akan dengan senang hati mendukung program ini. Jadi, ketika kami menyadari bahwa pandemi belum berakhir, kami memutuskan sejak awal untuk melanjutkannya,” jelasnya.

BACA JUGA: Vlogger Beken Asal Jerman, Christian Betzmann Masuk Islam

Bagi komunitas Muslim di Wuppertal, atau Jerman pada umumnya, mencari makanan untuk berbuka puasa pada saat ini tidaklah mudah. Pandemi menghalangi mereka ke luar rumah karena adanya peraturan jam malam. Selepas pukul 7 malam waktu setempat, mereka dilarang berkeliaran di luar rumah, meski matahari baru akan terbenam atau saat azan magrib dikumandangkan, satu jam kemudian.

Komunitas Muslim ini tidak hanya menyediakan layanan ambil, tapi layanan antar makanan. Panitia menyediakan petugas yang siap mengirim makanan ke keluarga-keluarga yang membutuhkan sepanjang mereka memesannya terlebih dahulu. []

SUMBER: VOA INDONESIA

Tags: iftarjermanpandemiPuasaRamadhan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Tidak Minum saat Puasa Bermanfaat untuk Tubuh

Next Post

Dinukil dari Hadis, Inilah 7 Doa Andalan di Bulan Ramadhan

Sodikin

Sodikin

Related Posts

gaza, palestina

Sejarah Pengkhianatan Israel kepada Palestina Pasca Perang Dunia Kedua

18 Juni 2025
Los Angeles

Kebakaran Los Angeles, Antara “Karma” James Wood dan Penghancuran Gaza?

10 Januari 2025
jepang

7 Faktor Jepang Lebih Cepat Bangkit Meski Hancur di Tahun 1945

16 Desember 2024
DAUD KIM

Rencana Mualaf Korea Daud Kim Bangun Masjid di Incheon Batal, Apa Penyebabnya?

14 Mei 2024
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.