• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Kamis, 17 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Ragam Pelanggaran Perjanjian oleh Yahudi di Madinah

Bila di era Rasulullah ﷺ saja Yahudi selalu melanggar perjanjian, apalagi di era sekarang?

by Saad Saefullah
1 tahun ago
in Kolom
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab, Yahudi

Foto: Pixabay

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

SETIBANYA di Madinah, Rasulullah ﷺ membuat perjanjian dengan seluruh komponen masyarakat. Salah satunya dengan Yahudi. Namun, Yahudilah yang selalu melanggar perjanjian. Apa bentuk pelanggarannya?

Poin Perjanjian pertama:

Kaum Muslimin dan orang-orang Yahudi sama-sama berusaha menciptakan suasana damai di kota Medinah. Masing-masing dari mereka dibebaskan memeluk agama yang mereka yakini.

Pelanggaran perjanjian

a. Tragedi Pasar Bani Qainuq Kumpulan orang-orang Yahudi mengganggu wanita-wanita muslimah yang datang ke pasar, mengolok, menghina sampai kepada tindakan yang amoral yaitu menarik paksa jilbab wanita muslimah tersebut sampai lepas dan tersingkaplah uaratnya.

Merasa harga dirinya diinjak-injak, wanita muslimat tersebut berontak sambil teriak meminta pertolongan dan perlindungan. Didengarlah oleh seorang laki-laki muslim dan segera datang memberikan pertolongan lalu terjadi perkelahian akhirnya laki-laki yang membela perempuan muslimah tadi terbunuh (syahid).

ArtikelTerkait

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

b. Ka’ab bin Asyraf merupakan seorang pemuda Yahudi dari ayah yang berasal dari suku Thayy. Sementara itu, ibunya berasal dari Bani Nadhir Yahudi. Dia dikenal sebagai pemuda tampan yang kaya raya. Ia juga populer sebagai penyair yang suka merendahkan dan mengejek Nabi. Juga, merangkum bait-bait syair yang menjelek-jelekkan istri para sahabat dengan ketajaman lidahnya.

Poin Perjanjian kedua:

Kaum Muslimin dan orang-orang Yahudi wajib saling menolong dan memerangi setiap orang atau kabilah lain yang hendak menyerang kota Medinah.

Pelanggaran Perjanjian

Sejumlah tokoh Yahudi Bani Nadhir dan Bani Wa’il seperti Sallam bin abil Huqaiq, Hayyi bin Akhtab, Kinanah bin abil Huqaiq, Hauzah bin Qais al-Wa’iliy dan Abu Ammar al-Wa’iliy berangkat ke Mekah untuk mengajak kaum musyrikin Quraisy memerangi Rasûlullâh ﷺ . Mereka berjanji, “Kami akan bersama kalian berperang sampai berhasil menghancurkan kaum Muslimin.” Dari persengkongkolan ini kaum seluruh kabilah Arab mengepung Madinah dalam perang Khandak.

Poin Perjanjian ketiga:

Barang siapa di antara masing-masing mereka bertempat tinggal di dalam atau di luar kota Medinah, wajib dipelihara keamanan dan hartanya.

Pelanggaran perjanjian

a. Upaya Pembunuhan Rasulullah ﷺ di Bani Nadhir.

Suatu hari, Rasulullah ﷺ mendatangi Bani Nadhir karena suatu urusan, kedatangan Nabi pun disambut dengan baik. Nabi dipersilakan duduk di sisi dinding rumah.

Tapi, mereka bersekongkol untuk membunuh Nabi. Mereka memilih cara menjatuhkan sebongkah batu dari loteng ke arah Nabi yang tengah duduk. ‘Amr ibn Al Jihasy mengajukan diri sebagai eksekutor.

b. Menebarkan suasana permusuhan

Zaid bin Aslam menuturkan kepada Ibnu Jurir bagaimana fitnah disebarluaskan Syasy bin Qais, Yahudi. pada waktu itu. Suatu ketika, Ibnu Qais melewati beberapa sahabat Nabi ﷺ dari kalangan Aus dan Khazraj. Mereka tampak sedang mengobrol dan bercengkerama sewajarnya. Melihat mereka tampak akrab dan rukun, Ibnu Qais dongkol bukan main.

Dengan penuh kebencian, ia lantas berbisik kepada pemuda Yahudi di sebelahnya, “Lihatlah orang-orang bani Aus dan Khazraj itu! Mereka kini telah bersatu di kota ini. Demi Allah, saya tidak akan pernah bersama mereka meskipun mereka bersatu!”

Syasy bin Qais merasa bahwa inilah kesempatan baginya untuk memengaruhi mereka. Ia dan kawannya lantas menghampiri mereka. Saat obrolan sedang mengalir, Ibnu Qais menyebut tentang kehebatan Khazraj atas Aus dalam Perang Bu’ats. Ia terus mengungkit-ungkit kembali hari kemenangan Suku Khazraj dan betapa kekalahan telah memalukan Aus dalam peristiwa pada tahun-tahun belakangan itu. Bahkan, pemuda yang mendampingi Syasy menyanyikan lagu-lagu permusuhan yang sudah biasa dilantunkan prajurit Khazraj saat memerangi Aus.

Poin Perjanjian keempat:

Seandainya terjadi perselisihan atau pertentangan antara kaum Muslimin dan orang-orang Yahudi, yang tidak dapat diselesaikan, maka urusannya diserahkan kepada Nabi Muhammad.

Pelanggaran Perjanjian

Yahudi Mengenakan Harga Tinggi untuk Air Minum. Kota Madinah pernah mengalami paceklik hingga kesulitan air bersih. Satu-satunya sumber air yang tersisa adalah sebuah sumur milik seorang Yahudi, yaitu Sumur Raumah. Rasa airnya mirip dengan sumur zam-zam. Kaum muslimin dan penduduk Madinah terpaksa harus rela antri dan membeli air bersih dari Yahudi tersebut.

BACA JUGA:  Serangan Kilat, Terusirnya Yahudi dari Kota Madinah

Prihatin atas kondisi umatnya, Rasulullah kemudian bersabda, “Wahai Sahabatku, siapa saja di antara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surga-Nya Allah Ta’ala,” demikian hadis riwayat (HR. Muslim).

Mendengar hal itu, Utsman bin Affan yang kemudian segera bergerak untuk membebaskan Sumur Raumah itu. Utsman segera mendatangi Yahudi pemilik sumur dan menawar untuk membeli sumur Raumah dengan harga yang tinggi.

Bila di era Rasulullah ﷺ saja Yahudi selalu melanggar perjanjian, apalagi di era sekarang? []

Tags: madinahNasrullah BaksolaharPerjanjian Yahudiyahudi
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mengapa Orang yang Telah Meninggal Ingin Bersedekah Jika Dihidupkan Kembali?

Next Post

Kuisioner: Seberapa Jujur dan Bertanggung Jawab Anda tentang Keterlambatan ke Tempat Kerja?

Saad Saefullah

Saad Saefullah

Lelaki. Tidak terkenal. Menyukai kisah-kisah Nabi dan Para Sahabat.

Related Posts

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

14 Juli 2025
Israel, Yahudi, Gaza, Tentara

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

10 Juli 2025
Firaun, Benjamin Netanyahu

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

9 Juli 2025
Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

8 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.