• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Kamis, 5 November 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Pesan Umar bin Abdul Aziz tentang Puasa

by Eneng Susanti
5 tahun ago
in Ibrah
Reading Time: 2 mins read
A A
0
pesan Umar bin Abdul Aziz, ilustrasi piring sendok garpu hari tasyrik puasa Idul adha

Ilustrasi. Foto: Pixabay

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

ADA pesan Umar bin Abdul Aziz tentang puasa Syawal. Salah satu khalifah Dinasti Umayyah yang disebut-sebut sebagai khulafaur rasyidin kelima itu menyampaikan yang dapat direnungkan setiap muslim yang telah melewati masa Ramadhan.

Dikutip dari laman Alwafd, Imam sekaligus pengkhutbah di Masjid Sayyidah Zainab Kairo Mesir, Dr Abdullah Azab, menyampaikan bahwa Umar bin Abdul Aziz pernah berkata, “Siapa yang tidak memiliki sesuatu untuk disedekahkan, maka berpuasalah.”

Makna di balik pesan Umar bin Abdul Aziz tentang puasa

Abdullah menjelaskan, pesan Umar bin Abdul Aziz tersebut bermakna bahwa jika seorang Muslim tidak mempunyai sesuatu yang bisa diberikan sebagai bentuk sedekah, maka hendaklah berpuasa.

“Artinya di sini, puasa menjadi penebus perbuatan-perbuatan yang buruk,” kata dia.

ArtikelTerkait

Sapu Cinta dari Sultan Abdul Hamid II

Istighfar dan Para Ulama Salaf

Kunci Menjadi Kaya: Sedekah dan Keberkahan harta

Sunnah Keluar Rumah, oleh: Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc., MA.

BACA JUGA: Nasihat Umar bin Abdul Aziz tentang Keberkahan Hidup

Dalam hal itulah, puasa Syawal ibarat shalat sunnah yang melengkapi atau menutup kekurangan pada shalat fardhu. Di Hari Kiamat kelak, Allah SWT akan menanyakan shalat sunnah yang dikerjakan seorang hamba jika shalat fardhunya memiliki kekurangan.

عن أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : ( إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ : انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنْ الْفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ

Dari Abu Hurairah Hurairah, dia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya amal manusia yang pertama kali akan dihisab kelak pada hari kiamat adalah sholatnya.”

Rasulullah melanjutkan, “Allah SWT berfirman kepada para malaikat-Nya, sedangkan dia lebih mengetahui. ‘Lihatlah sholat hamba-Ku, sudahkah dia melaksanakannya dengan sempurna ataukah terdapat kekurangan? Bila ibadahnya telah sempurna maka tuliskanlah untuknya pahala yang sempurna pula.’ Namun bila ada sedikit kekurangan darinya, maka Allah berfirman, ‘Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki sholat sunnah dan bila dia memiliki sholat sunnah maka Allah berfirman sempurnakanlah untuk hamba-Ku kekurangannya pada sholat wajib dengan sholat sunnahnya.’ Demikian semua ibadah akan menjalani proses yang serupa.”

pesan Umar bin Abdul Aziz, niat puasa Ramadhan, ilustrasi lentera kurma puasa
ilustrasi lentera kurma puasa (Source:
Daily Express)

Abdullah juga menerangkan, seorang Muslim yang melanjutkan puasa setelah Ramadhan, dalam hal ini puasa Syawal, maka ini menjadi tanda diterimanya puasa yang dikerjakan selama bulan suci Ramadhan.

BACA JUGA: Petuah Umar bin Abdul Aziz

“Karena jika Allah SWT menerima amal ibadah seorang hamba, maka Dia membimbing hamba tersebut ke amal saleh berikutnya. Pahala untuk suatu kebaikan membuahkan kebaikan setelahnya,” kata dia.

Di dalam puasa, jelas Abdullah, juga tersimpan rasa syukur atas nikmat kesempurnaan. Generasi salaf, jika mereka mampu menghabiskan satu malam dengan amal ibadah, maka dilanjut dengan menunaikan ibadah puasa sebagai rasa syukur atas keberhasilan melaksanakannya.

“Amal ibadah yang dikerjakan pada Ramadhan tidak terputus. Ketaatan setelah bulan suci itu adalah bukti bahwa puasa yang dikerjakan selama Ramadhan bukanlah beban,” tuturnya.

Demikianlah yang tersirat dari pesan Umar bin Abdul Aziz tentang puasa Syawal. []

SUMBER: ALWAFD  

Tags: Puasapuasa ramadhanumar bin abdul aziz
ADVERTISEMENT
Previous Post

4 Cara Anak Berbakti pada Orang Tua yang Sudah Meninggal

Next Post

Bolehkah Membatalkan Puasa Qadha?

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Related Posts

Sultan Abdul Hamid II

Sapu Cinta dari Sultan Abdul Hamid II

7 Juli 2025
Imam Syafi'i, Ulama, Madzhab, Istighfar

Istighfar dan Para Ulama Salaf

5 Juli 2025
Rezeki, Jalan Rezeki, pencuri, Uang Haram, Sedekah

Kunci Menjadi Kaya: Sedekah dan Keberkahan harta

4 Juli 2025
Pahala, Sunnah Keluar Rumah

Sunnah Keluar Rumah, oleh: Ustadz Dr. Khalid Basalamah, Lc., MA.

21 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.