• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Senin, 21 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Ketika Para Peneliti Mendirikan Shalat

by Dini Koswarini
3 tahun ago
in Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
0
Penelitian

Foto: Unsplash

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

Oleh: Supadilah Iskandar
Peneliti dan pengamat sosial, mengajar sastra dan religiositas di pedalaman Banten Selatan
supadilahiskandar@gmail.com

PENELETIAN dan riset-riset ilmiah, khususnya di ruang laboratorium, biasanya dilakukan demi kelestarian dan kemaslahatan hidup manusia. Termasuk demi kelestarian hewan, tanaman, dan makhluk-makhluk Tuhan lainnya. Pada prinsipnya, setiap riset dilakukan demi untuk kemaslahatan dan kehidupan yang lebih baik.

Sains mendasarkan percobaannya pada aspek-aspek humanistik. Meskipun memang ada, namun jarang ditemui riset ilmiah yang latar belakangnya tidak menyinggung tentang kualitas hidup yang lebih baik. Misalnya, Profesor Effendy dari Universitas Negeri Malang (UNMA), ia terbiasa mensintesis senyawa kimia anorganik kompleks. Kegemarannya melakukan sintesis membuahkan ratusan senyawa baru yang mencengangkan.

Di kemudian hari, ketika hasil sintesisnya ditelaah secara mendalam, maka akan semakin terungkap adanya keterhubungan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Tapi, jikapun hasil sintesisnya tidak dapat digunakan manusia, sifat fisika dan kimia dari molekul yang disintesis tetap menyumbang informasi baru yang memperkaya ilmu, dan ujung-ujungnya untuk kehidupan manusia yang lebih baik pula.

ArtikelTerkait

5 Prinsip Emas Bisnis Rasulullah yang Relevan Sepanjang Zaman

Apa yang Terjadi Jika Makan Telur Tiap Hari?

The End of Medsos

Apa Itu Nimbus, Varian Baru Covid 19 yang Lagi Merebak?

Riset dan penelitian itu, meniscayakan kesucian jiwa dan hati manusia. Sebagaimana lelaku shalat maupun puasa, segala kebaikan yang dilakukan di permukaan bumi, mengindikasikan bahwa hamparan bumi ini seluruhnya adalah tempat bersujud (syukur). Kesucian dan kejernihan hati, membuat seorang hamba tidak lagi “terhijab” untuk menembus cahaya Allah. Memahami pola alam yang bertebaran seraya menyadari pesan-pesan implisit yang Allah sampaikan dari hamparan alam semesta ini.

BACA JUGA: Gadis Cantik Sebagai Anugerah Tuhan

Pesan universal

Seringkali manusia melukai Ibu-Bumi dengan membuat kerusakan di atasnya seperti membuang emisi udara berlebihan, sampai membuat banyak orang sesak napas. Usaha menyembuhkan Ibu-Bumi dengan merealisasikan WFH nyatanya tidak berpengaruh signifikan. Karena yang bertanggungjawab untuk menyucikan bumi adalah kita semua. Kita wajib berbuat baik di atas permukaan bumi karena bumi sejatinya adalah hamparan tempat sujud (masjid). Terkait dengan ini, dalam hadis yang diriwayatkan Abu Dawud, Nabi Muhammad menegaskan. “Bumi diciptakan untukku sebagai sarana untuk mensucikan, serta berfungsi sebagai tempat sujud.”

Secara implisit apa yang dinyatakan Nabi, bahwa setiap kebaikan yang dilakukan di permukaan bumi identik dengan perilaku “shalat ”. Menegakkan nilai-nilai kebenaran dan keadilan juga merupakan lelaku shalat . Sehaluan dengan pernyataan Mohamad Marzuki, seorang pelukis sufistik, bahwa shalat mengandung makna tentang hidup yang benar. Karena impact dari mendirikan shalat , membuat manusia agar tidak berperilaku fasik dan mungkar. Untuk itu, selayaknya kita menerbitkan banyak perilaku baik, seperti mencari ilmu, mengadakan riset dan penelitian, karena semuanya itu merupakan jihad manusia dalam melawan kebodohan dan kemungkaran.

Proses mencari ilmu dan kebenaran (hikmah) bisa didapatkan dari nalar rasional, berpikir logis, ataupun pengamatan empiris. Salah satu bentuk menggali kebenaran adalah mencari ilmu di ruang-ruang laboratorium. Hal ini, karena di laboratorium terdapat proses penginderaan empiris serta bernalar secara rasional. Bekerja di laboratorium sejatinya adalah bagian dari aktivitas shalat , yakni ibadah yang akan membuat kita mengenal Tuhan melalui jalur pngamatan tentang apa yang Dia ciptakan berupa alam semesta.

Jadi, kita tidak lagi membutuhkan debat kusir maupun argumentasi bertele-tele, khususnya tentang konsep integrasi antara nilai-nilai keislaman dengan aktivitas yang ada di laboratorium. Seakan-akan kerja saintifik itu tak ada kaitannya dengan nilai-nilai islami, bahkan ada yang berpendapat bahwa sains seakan bertentangan dengan agama, sehingga harus dicarikan jembatan penghubungnya.

Jumlah Rakaat Shalat Tarawih, Syarat Ibadah, Imam dalam Shalat, Batasan Mendapatkan 1 Rakaat dalam Shalat, Perbedaan Shalat Lelaki dan Perempuan, Penelitian
Foto: Unsplash

Terlepas dari polemik dan debat kusir itu, saat ini kita semua menyaksikan betapa teknologi telah menguasai sendi-sendi kehidupan manusia di segala aspek. Perkembangan yang dirintis oleh Artificial Intelligence (AI), tampaknya membawa pengaruh yang makin dalam dan luas. Ia telah mengambil alih tugas-tugas yang biasanya hanya dilakukan oleh orang yang memiliki otoritas khusus, bahkan di bidang keagamaan sekalipun.

Peran agamawan

Di era milenial ini, agama adalah persoalan yang bisa masuk ke semua lini kehidupan. Hampir tidak ada ruang dalam kehidupan bermasyarakat yang tidak bisa dimasuki oleh agama, sejak kelahiran hingga kematian.

Untuk itu, ruang lingkup kerja agamawan atau penyuluh agama sangat luas. Persoalan-persoalan yang dihadapi oleh masyarakat terus tumbuh silih berganti. Masyarakat membutuhkan penjelasan dengan perspektif agama tentang persoalan-persolan yang berkembang. Mereka butuh pegangan untuk menyikapi dinamika yang terjadi. Penyuluh agama yang diwartakan dalam novel Perasaan Orang Banten (2012) untuk melayani kepentingan masyarakat kampung Jombang, kini sudah harus menguasai pengelolaan data melalui AI. Dengan kecerdasan dan kekayaan data yang disampaikan kiai dan ulama, mereka akan dapat memesona khalayak. Di samping teladan yang mumpuni, seorang tokoh agama perlu menghadirkan peran dan fungsi AI guna semakin memperkaya khazanah maupun petuah-petuah spiritual mereka.

Sedang Shalat Dipanggil Orang Tua, Hukum Menahan Kentut ketika Shalat, Hukum Shalat Dhuha Setiap Hari, Cara agar Shalat Istikharah Jitu, sabar, keutamaan shalat sunnah, Jumlah Rakaat Shalat Witir, Waktu Shalat Sunah yang Dilarang, Khusyu dalam Shalat, Surat yang Dianjurkan saat Shalat Sunnah Fajar, Pembatal Shalat, Shalat Rawatib, Penelitian
Foto: Unsplash

Dengan kompetensi yang memadai, seorang tokoh agama dapat memiliki pemahaman dan penguasaan tentang agama dan problem yang dihadapi oleh masyarakatnya, sehingga dapat memberikan respons yang mencerahkan sesuai tuntutan zaman. Pengertian membaca (iqra’) bukan lagi semata-mata membaca kitab maupun teks-teks harfiah, tetapi juga mahir membaca situasi dan fenomena nyata yang tumbuh di sekeliling kita. Dengan itu, ia akan memiliki kekayaan perspektif, selalu up-date dan tidak kehilangan kesadaran atas realitas.

BACA JUGA:  Siapa Jodoh Saya?

Kini, semua profesi dan keahlian sudah menghubungkan segalanya dengan agama. Persoalan agama nampaknya terlalu besar jika hanya diserahkan kepada ulama maupun tokoh agama semata. Keikutsertaan semua pihak adalah bentuk rasa memiliki, peduli dan tanggung jawab terhadap nilai-nilai agama yang membawa perbaikan dan kemaslahatan bersama.

Untuk itu, di tengah kontestasi, persaingan wacana, dan padatnya lalu lintas informasi, kehadiran ulama maupun tokoh agama menjadi sangat penting. Ia akan menjadi suluh yang memberikan panduan bagi masyarakat. Ia akan menjadi penggerak bagi pengembangan literasi, sehingga mereka menjadi umat dengan kualitas pemahaman keagamaan yang baik.

Dengan demikian, seorang ulama dan penyuluh agama sebenarnya sedang berkontribusi dalam upaya mencerdaskan dan mendewasakan bangsa ini. Tentu saja dibutuhkan modal dan kapasitas yang harus selalu ditingkatkan. Sebab jika tidak, kehadirannya hanya akan menjadi beban sejarah, serta dianggap sebelah mata di tengah perkembangan masyarakat yang semakin kaya akan wawasan spiritual dan keilmuwan. []

Tags: penelitiShalat
ADVERTISEMENT
Previous Post

Kemenag Imbau Umat Islam Gelar Salat Gaib untuk Korban Gempa Maroko dan Banjir Libya

Next Post

PDIP Pertanyakan Jika Ganjar Berpasangan dengan Ridwan Kamil Otomatis Menang?

Dini Koswarini

Dini Koswarini

Related Posts

Leasing, Bisnis

5 Prinsip Emas Bisnis Rasulullah yang Relevan Sepanjang Zaman

11 Juli 2025
telur

Apa yang Terjadi Jika Makan Telur Tiap Hari?

16 Juni 2025
Threads

The End of Medsos

14 Juni 2025
Syarat Taubat Diterima, Waktu Mustajab untuk Berdoa, Hukum Menggunakan Masker ketika Shalat, Waktu Berdoa yang Mustajab, Hadits tentang sabar, Sedekah Shubuh, ibadah, keutamaan berdoa, Syarat Taubat, Waktu Mustajab untuk Berdoa di Hari Jumat, Hukum Menghadiahkan Al-Fatihah untuk Diri Sendiri, Doa Memohon Ampunan pada Allah SWT, Perkara Iman, Istighfar,Hukum Meminta Doa dari Orang Lain, Nimbus

Apa Itu Nimbus, Varian Baru Covid 19 yang Lagi Merebak?

13 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.