• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Minggu, 5 April 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos

Nabi Muhammad dan Ibunda, Aminah

by Saad Saefullah
3 tahun ago
in Sirah
Reading Time: 2 mins read
A A
0
keringat Rasulullah Inilah yang dimaksud sebagai salah satu keutamaan membaca sholawat. , Kecintaan Para Sahabat terhadap Nabi, Rambut Nabi, Waktu Terbaik Bershalawat, Waktu Bershalawat Terbaik, Cinta kepada Nabi, Rasulullah Tak Bisa Baca Tulis, Keteladanan Nabi Muhammad, akhlak Rasulullah, Fakta Nabi Muhammad, Keutamaan Shalawat, ﷺ, Nasihat Rasulullah, Cara Bershalawat yang Benar kepada Nabi, Arti Mimpi Bertemu Nabi, Nabi Muhammad, Cara Nabi Memotivasi Orang, Keutamaan Nama Muhammad, Shalawat, Nabi Muhammad, Shalawat, Keistimewaan Shalawat

Foto: Pinterest

BAGAIMANA momen Nabi Muhammad dan Ibunda, Aminah?

Keluarga Arab kota memiliki kebiasaan untuk menitipkan anak mereka yang baru lahir kepada perempuan desa atau gurun untuk disusui. Hal ini dilakukan agar anak mereka terhindar dari penyakit yang ada di wilayah perkotaan, agar anaknya memiliki tubuh yang sehat, dan agar anak-anak mereka fasih dalam berbahasa Arab.

Begitu pun dengan Sayyidah Aminah. Ia menitipkan anaknya, Nabi Muhammad, kepada Halimah as-Sa’diyah beberapa saat setelah melahirkannya. Maka sejak saat itu, Nabi Muhammad tinggal bersama keluarga Halimah di perkemahan daerah Bani Sa’ad. Ia tumbuh di daerah tersebut dan jauh dari ibunya yang berada di Makkah.

BACA JUGA: 5 Upaya Pembunuhan terhadap Nabi Muhammad ﷺ

ArtikelTerkait

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

Sebetulnya Halimah ingin agar Nabi Muhammad tinggal bersamanya. Alasannya, Halimah mengalami kehidupan yang lebih baik selama merawat Nabi Muhammad. Hewan ternaknya menjadi gemuk-gemuk dan penuh dengan susu. Ia merasa Nabi Muhammad adalah pembawa berkah bagi keluarganya. Sehingga ia meminta izin kepada Sayyidah Aminah agar memperpanjang masa kebersamaannya dengan Nabi Muhammad.

Namun keinginan Halimah itu sirna setelah mendengar cerita tentang ‘kejadian aneh’ yang menimpa anak asuhnya itu seperti Nabi Muhammad dibelah dadanya. Ia khawatir dan tidak ingin anak asuhnya itu kenapa-kenapa, maka akhirnya Halimah menyerahkan kembali Nabi Muhammad kepada Sayyidah Aminah. Jadilah sejak saat ini Nabi Muhammad melalui hari-harinya bersama ibundanya, Sayyidah Aminah.

Merujuk buku Muhammad: Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik (Marin Lings, 2012), Rasulullah hidup bersama ibunya selama tiga tahun, atau hingga dia berusia enam tahun. Selain mendapatkan perhatian penuh dari ibundanya, Rasulullah juga mendapatkan perhatian dari kakek, paman, bibi, dan sepupu-sepupunya.

Meski sudah dikaruniai seorang anak yang begitu cemerlang, Sayyidah masih saja terkenang dengan almarhum suaminya, Sayyid Abdullah bin Abdul Muthalib. Maka ketika Nabi Muhammad berusia enam tahun, Aminah mengajak puteranya itu untuk berziarah ke makam Sayyid Abdullah di Yatsrib (Madinah).

 

https://www.youtube.com/watch?v=3K_hosy4l-I&t=109s

Sayyidah Aminah mengajak serta Ummu Aiman atau Barakah –budak warisan dari suaminya- untuk menemani perjalanannya ke Yatsrib. Mereka ikut serta bersama dengan sebuah kafilah untuk sampai di Yastrib. Sayyidah Aminah menaiki untanya sendiri, sementara Ummu Aiman bersama Nabi Muhammad menaiki unta yang satunya lagi.

Nabi Muhammad tampak sedih ketika sampai di kuburan ayahandanya. Tidak hanya itu, selama di Yatsrib Sayyidah Aminah juga mengenalkan Nabi Muhammad dengan paman-pamannya dari Bani Adi bin Najjar. Sebagaimana keterangan buku Sirah Nabawiyah (Syekh Shafiyyurrahman al-Mubarakfuri, 2012), Sayyidah Aminah dan Nabi Muhammad berada di Yatsrib selama sebulan.

Kunjungan yang tidak terlalu lama itu ternyata membuat Nabi Muhammad cukup terkesan. Seperti diuraikan buku Sahabat-sahabat Cilik Rasulullah (Nizar Abazhah, 2011), Nabi Muhammad melakukan banyak kegiatan selama di Yatsrib. Mulai dari berenang di kolam Adi –sebuah kolam terindah di kawasan Yatsrib pada saat itu, bermain-main di kebun-kebun, menerbangkan layang-layang, dan mencabut rumput di jalan-jalan.

BACA JUGA: Kisah Al Qashwa, Unta Nabi Muhammad ﷺ

Setelah satu bulan berlalu, mereka akhirnya pulang kembali ke Makkah. Namun siapa sangka, Sayyidah Aminah jatuh sakit di tengah perjalanan ketika sampai Abwa’ –sebuah desa yang jaraknya sekitar 140 km dari Madinah ke Makkah. Ini menjadi momen kebersamaan Rasulullah dengan ibundanya yang terakhir. Karena beberapa saat setelah menahan rasa sakit, Sayyidah Aminah akhirnya wafat.

Sesaat sebelum wafat, Sayyidah Aminah berpesan kepada Ummu Aiman –budakya yang ikut dalam perjalanan- untuk menjaga dan merawat Nabi Muhammad. ummu Aiman melaksanakan wasiat Sayyidah Aminah itu dengan baik, ia mengantarkan Nabi Muhammad ke Makkah dengan selamat. Ummu Aiman juga sangat sayang dan perhatian kepada Nabi Muhammad sehingga dikenal sebagai ibu kedua Nabi Muhammad. []

SUMBER: NU ONLINE

Tags: aminahIbunda Nabi Muhammadnabi muhammad
Previous Post

Jadwal Sidang Isbat Awal Ramadhan 1444 H dan Libur Lebaran 2023

Next Post

Balasan Melupakan Al-Quran

Saad Saefullah

Saad Saefullah

Lelaki. Tidak terkenal. Menyukai kisah-kisah Nabi dan Para Sahabat.

Please login to join discussion
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.