• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Minggu, 27 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Kisah Al Qashwa, Unta Nabi Muhammad ﷺ

by Eneng Susanti
4 tahun ago
in Sirah
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Al Qashwa, pelajaran darikisah nabi salehdan unta

Ilustrasi. Foto: Experience Tamborine Mountain

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

SAHABAT mulia Islampos, umat Islam mengetahui bahwa Rasulullah ﷺ pernah berhijrah dari Mekah ke Madinah. Beliau menempuh perjalanan panjang bersama Abu Bakar. Beliau juga ditemani seokor unta yang dikenal dengan sebutan Al Qashwa.

Al Qashwa merupakan unta yang setia menemani Rasulullah ﷺ selama belasan tahun. Unta inilah yang ditunggangi Rasulullah ﷺ saat berjuang di medan perang hingga berbagai perjalanan lainnya, termasuk ketika hijrah dari Kota Mekah ke Madinah.

Dilansir nu.or.id, Al Qashwa mulanya dimiliki Abu Bakar Ash-Shiddiq. Awalnya Al Qashwa diberikan cuma-cuma kepada Rasulullah ﷺ, tapi ditolak.

BACA JUGA: Unta Nabi Berhenti di Rumah Abu Ayyub Al Ansari

Ketika Nabi Muhammad ﷺ hijrah dari Makkah ke Madinah, Abu bakar menawarkan unta yang paling istimewa. Mendapat tawaran dari Abu Bakar, Nabi ﷺ menjawab tidak akan menunggangi unta yang bukan milik sendiri.

ArtikelTerkait

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

Ketika Rasulullah ﷺ membelinya dari Abu Bakar dengan harga 400 dirham, Al Qashwa baru berumur 4 tahun. Ia mati dalam usia 15 tahun, sehingga unta tersebut “menemani” Rasulullah ﷺ selama 11 tahun.

Rasulullah ﷺ pertama kali ditemani Al Qashwa ketika hendak hijrah ke Madinah. Bahkan, sejak beliau pertama kali keluar dari rumah Abu Bakar untuk meninggalkan Mekah.

Rasullullah ﷺ menunggangi unta Al Qashwa menuju arah sebuah gua di Gunung Tsur, sebuah rute ke selatan atau jalan ke arah Yaman. Ini untuk mengelabui musuh, karena apabila Rasulullah langsung menuju rute Madinah, ke arah utara, maka sudah pasti kaum kafir Quraisy menemukannya.

Ketika tiba di Gua Tsur, Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar, tentunya bersama unta Al Qashwa, tinggal selama 3 hari. Hal ini untuk memantau situasi terkini di Makkah usai kabar kepergian Rasulullah ﷺ.

Setelah situasinya dianggap mereda, Rasulullah ﷺ kembali menaiki Al Qashwa menyusuri rute yang tidak biasa dilalui para pedagang ketika hendak menuju Madinah.

Setelah keluar Mekah, Rasulullah ﷺ dan Abu Bakar menuju barat dan agak ke selatan hingga sampai di Pantai Laut Merah. Mereka menempuh rute barat laut dan melalui beberapa hari untuk sampai ke Madinah.

BACA JUGA: Kisah Nabi Saleh dan Untanya

Mereka terus ke arah utara hingga melewati sepanjang seberang Gurun Nubian. Berjalan menyusuri pedalaman dan pantai, lalu ke timur laut sampai sampai di Lembah Aqiq. Untuk mencapai Madinah, perjuangan mereka masih panjang.

Mereka harus menaiki satu lembah ke lembah lainnya, satu bukit ke bukit lainnya. Hingga akhirnya mereka tiba di Quba dan tiga hari berselang sampai di Madinah, sebuah tempat yang dinanti-nantikan.

Senin 22 September 622 Masehi menjadi hari yang bersejarah bagi umat Islam. Hari itu Rasulullah ﷺ tiba di Madinah.

Selain menunggangi Al Qashwa untuk hijrah ke Madinah, Rasulullah ﷺ juga menunggangi unta kesayangannya itu dalam beberapa peristiwa penting lainnya seperti Perang Badar, Fathu Makkah, Perdamaian Hudaibiyah, dan Haji Wada. []

SUMBER: NU.OR.ID

Tags: Al Qashwanabi muhammadrasulullahuntaunta Nabi
ADVERTISEMENT
Previous Post

Anggota DPR Pertanyakan Mengapa Polisi Lepas Pengemudi Fortuner yang Lakukan Ancaman dan Perusakan Usai Diperiksa

Next Post

Dikenal sebagai Guru Muhammad Al Fatih, Siapakah Syaikh Aaq Syamsuddin?

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Related Posts

pasukan nabi isa, pemuda, nabi ibrahim, nabi musa

7 Fakta Sosok Nabi Musa AS: Nabi Penyelamat Bani Israil

7 Juli 2025
QRIS

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran QRIS dan Bagaimana Sejarahnya?

30 Juni 2025
Ibnu Abbas, Bani Israil, Abu Bakar

Abu Bakar: Cinta Sejati pada Rasulullah ﷺ yang Mengalahkan Segalanya

27 Juni 2025
Penjagaan Allah terhadap Nabi, Abu Bakar

Fatimah Tidak Izinkan Abu Bakar Masuk ke Dalam Rumah, tanpa Izin Suami

12 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.