• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Selasa, 15 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Menyikapi Corona; Sahabat Nabi Pun Ada yang Meninggal Karena Wabah Penyakit 

by Sodikin
6 tahun ago
in Kolom
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi badai gurun. Foto: stormandsky.com

Ilustrasi badai gurun. Foto: stormandsky.com

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

“TAKUT itu hanya kepada Allah, bukan kepada virus corona.” Pernyataan ini sekilas nampak benar dan menenteramkan menghadapi kondisi mencekam saat ini, tapi sesungguhnya mengandung syubhat yang dapat membahayakan kehidupan.

Virus corona ciptaan Allah, harimau juga ciptaan Allah. Orang yang mengatakan “Takutlah pada Allah, bukan takut virus corona,” kira-kira bersedia tidak dimasukan ke dalam kandang harimau? Besar dugaan saya ia akan menolaknya.

Takut kepada Allah itu wajib, bagus, baik dan benar. Tapi menghindari keburukan makhluk yang membahayakan kehidupan, mengancam kesehatan dan dapat menghilangkan nyawa, merupakan keharusan.

BACA JUGA: Apapun yang Kita Pilih Merupakan Takdir Allah

ArtikelTerkait

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

“Aku beralih dari satu takdir Allah,” tutur Sayidina Umar bin Khathab, “Menuju takdir Allah yang lain.” Artinya selain keyakinan yang kokoh pada Allah SWT, berdoa mohon perlindungan, juga ada ikhtiar yang harus dilakukan dengan seksama.

Ada pula yang mengatakan, “Kalau sudah waktunya mati ya mati aja, baik oleh corona maupun bukan.” Aih, sedap betul paparan ini, sebuah pandangan bijak nan mulia seolah pakar yang menyimpulkannya.

Betul, mati itu sudah ditentukan waktunya, tapi yang kita lakukan bukan pasrahnya, bukan pula terlalu percaya diri. Yakin kepada Allah itu harus, bahkan wajib hukumnya. Tapi menafikan ikhtiar dalam menghindari bahaya, wabah, penyakit menular, dan mematikan merupakan ibadah kepada Allah SWT.

Jangan kira bahwa wabah tidak akan menulari orang beriman dan hanya akan menjangkit orang berdosa. Sunnatullah berlaku di sini. Beriman atau berdosa, pejabat atau rakyat, kaya atau miskin, semua bisa terular, sakit dan meninggal.

Bila keimanan menjadi ukuran kekebalan tubuh, sahabat agung Abu Ubaidah bin Al Jarrah yang paling layak menjadi yang utama dalam perkara ini.

Beliau sahabat yang sangat dicintai Rasulullah SAW, termasuk ashabiqunal awalun atau orang yang pertama-tama masuk islam, sosok kepercayaan Rasulullah SAW, menjadi tameng saat anak panah dan tombak menghujani Rasulullah SAW di medan Perang Uhud, calon khalifah pasca wafatnya Rasulullah SAW yang mulia.

Tapi apa yang terjadi?

Pada saat pembebasan Syam dan terjadi wabah di sana, Abu Ubaidah termasuk salah satu sahabat yang terjangkit. Atas kehendak Allah SWT, beliau wafat di sana, semoga Allah menyayanginya, semoga Allah meridhainya.

BACA JUGA: Ini Kata Ustaz Adi Hidayat tentang Penyakit dan Obatnya yang Disebutkan dalam Alquran

Bayangkan, sahabat agung yang dicintai Rasulullah SAW, termasuk salah satu dari sepuluh orang yang dijamin masuk surga, juga bisa kena wabah penyakit dan meninggal karenanya. Apalagi kita, yang jauh kualitas keimanan, ilmu dan akhlak dari beliau.

Sebakda mohon ampun kepada Allah atas segala dosa-dosa, memantapkan keyakinan atas kuasa-Nya, berdoa mohon perlindungan, kesehatan dan keselamatan, kita berusaha menyempurkan ikhtiar menghindari wabah ini. Ikuti nasihat para ulama, petunjuk pemerintah, anjuran dokter dan para ahli. Semoga wabah ini segera berlalu. Semoga Allah sehatkan kita semua, selamat dunia akhirat.

Salam orang awam tak berilmu. []

Tags: CoronapenyakitVirus Corona
ADVERTISEMENT
Previous Post

Profesor di Aceh Sebut Ekstrak Daun Ganja bisa Obati Corona

Next Post

Pabrik Tahu Tempe Terancam Gulung Tikar, Pengrajin Berharap Pemerintah Bisa Tekan Harga Kedelai

Sodikin

Sodikin

Related Posts

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

14 Juli 2025
Israel, Yahudi, Gaza, Tentara

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

10 Juli 2025
Firaun, Benjamin Netanyahu

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

9 Juli 2025
Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

8 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.