• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Sabtu, 17 Oktober 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Menghindari Kerusakan dan Kebinasaan

by Yudi
7 tahun ago
in Kolom
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ilustrasi: Unsplash

Ilustrasi: Unsplash

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

DALAM surah al-‘Ashr ayat 1-3, Allah jalla wa ‘alaa berfirman:

والعصر . إن الإنسان لفي خسر . إلا الذين آمنوا وعملوا الصالحات وتواصوا بالحق وتواصوا بالصبر

Artinya: “Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman, beramal shalih serta saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran.”

ArtikelTerkait

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

Menurut Imam Ibn Katsir rahimahullah di kitab tafsir beliau, pada ayat di atas, Allah ta’ala bersumpah bahwa sesungguhnya manusia benar-benar berada dalam kerusakan dan kebinasaan (khasaarah wa halaak). Menurut Imam al-Baidhawi rahimahullah di kitab tafsir beliau, alif lam ma’rifah pada kata al-insan menunjukkan jenis (lil jins), artinya untuk seluruh manusia. Sedangkan nakirah pada kata khusrin adalah lit ta’zhiim, artinya menunjukkan begitu besarnya kerugian yang akan didapatkan.

BACA JUGA: Memperebutkan Sesuatu yang Membinasakan

Bisa kita simpulkan, mengikuti pendapat dua imam mufassir, di ayat pertama dan kedua di atas, Allah ta’ala bersumpah bahwa seluruh manusia benar-benar akan mendapatkan kerugian yang teramat besar, kerusakan dan kebinasaan.

Ayat ketiga merupakan pengecualiannya. Allah subhanahu wa ta’ala mengecualikan orang-orang yang beriman, beramal shalih, dan saling berwasiat dalam kebenaran dan kesabaran dari ancaman kebinasaan di ayat kedua. Imam Ibn Katsir rahimahullah menyatakan bahwa beriman kepada Allah ta’ala dan beramal shalih maksudnya adalah mengimani Allah ta’ala dalam hati, dan mengerjakan amal shalih dengan anggota badan mereka. Imam ath-Thabari rahimahullah dalam kitab tafsir beliau menyatakan bahwa maksud alladziina aamanuu wa ‘amilush shaalihaat adalah membenarkan dan mentauhidkan Allah ta’ala, mengakui keesaan dan kewajiban taat kepada-Nya, beramal shalih, menunaikan segala yang diwajibkan oleh Allah ta’ala atas mereka, dan menjauhi seluruh yang dilarang-Nya.

Imam ath-Thabari rahimahullah menafsirkan frase tawaashau bil haqq dengan saling berwasiat untuk selalu beramal berdasarkan perintah yang telah diturunkan oleh Allah dalam Kitab-Nya, dan menjauhi apapun yang dilarang-Nya dalam Kitab-Nya. Beliau juga mengutip pernyataan dua imam tabi’in, Qatadah dan Hasan al-Bashri –rahmatullahi ‘alaihima–, bahwa yang dimaksud dengan al-haqq dalam ayat ini adalah Kitabullah.

BACA JUGA: Nabi Khawatir Umatnya Binasa karena Harta dan Kemewahan

Untuk frase tawaashau bish shabr, imam ath-Thabari rahimahullah menafsirkannya dengan saling berwasiat untuk bersabar dalam beramal ketaatan kepada Allah. Untuk frase ini, beliau juga mengutip pernyataan imam Qatadah dan Hasan al-Bashri –rahimahumaLlah–, bahwa yang dimaksud dengan ash-shabr dalam ayat ini adalah ketaatan kepada Allah.

Dari penjelasan mufassir terhadap surah al-‘Ashr di atas, bisa kita simpulkan bahwa untuk menyelamatkan diri kita dari kerusakan dan kebinasaan, dari kerugian yang teramat besar, di dunia dan akhirat, maka kita wajib mentauhidkan Allah ta’ala, menunaikan segala yang diwajibkan oleh-Nya dan menjauhi seluruh yang dilarang-Nya, serta saling berwasiat untuk selalu mengikuti Kitab Allah dan bersabar dalam ketaatan kepada-Nya. []

Web: abufurqon.net

Facebook: Muhammad Abduh Negara 

Tags: BinasaDirusakrusak
ADVERTISEMENT
Previous Post

Masjid di India Bagikan Makanan Gratis kepada 800 Buruh Terdampak Karantina Wilayah

Next Post

Tablet yang Diletakkan di Bawah Mulut untuk Pengidap Jantung, Apakah Merusak Puasa?

Yudi

Yudi

Related Posts

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

14 Juli 2025
Israel, Yahudi, Gaza, Tentara

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

10 Juli 2025
Firaun, Benjamin Netanyahu

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

9 Juli 2025
Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

8 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.