• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Kamis, 5 November 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Menghilangkan Mafsadat Lebih Penting dari Meraih Maslahat

by Yudi
6 tahun ago
in Kolom
Reading Time: 2 mins read
A A
0
pewaris para nabi, pewaris nabi, islam

Foto ilustrasi: Unsplash

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

SALAH satu kaidah penting dalam fiqih Islam adalah kaidah “درء المفاسد أولى من جلب المصالح” (menghilangkan mafsadat lebih utama dari meraih kemaslahatan).

Pada dasarnya, Syariat datang untuk meraih kemaslahatan dan menghilangkan mafsadat, tapi kadang terjadi ta’arudh (pertentangan) antara dua hal ini, dan pada kondisi ta’arudh ini, menghilangkan mafsadat lebih penting dan harus diutamakan dibandingkan meraih kemaslahatan.

Contoh penerapan kaidah ini:

ArtikelTerkait

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

1. Disyariatkan tidak menghadiri Shalat Jum’at dan jamaah, karena sakit, khauf, dan hal-hal lain yang dikhawatirkan menimbulkan dharar dan mafsadat bagi dirinya atau orang lain.

BACA JUGA: Ahli Fikih yang Sejati

2. Pemilik harta tidak boleh menggunakan harta miliknya jika itu merugikan orang lain, misal menghidupkan mesin yang bersuara sangat bising di tengah pemukiman.

3. Tidak boleh menjual barang-barang haram seperti minuman keras dan narkoba, meski itu mendatangkan keuntungan bagi dirinya.

4. Tidak boleh monopoli dan menaikkan harga di atas kewajaran, meskipun itu menguntungkan bagi dirinya.

Namun ada beberapa kondisi, meraih maslahat lebih utama meski harus jatuh pada mafsadat, karena sisi maslahatnya jauh lebih penting untuk diraih. Contohnya:

1. Berdusta adalah perbuatan haram dan mafsadat, namun ia dibolehkan jika ditujukan untuk mendamaikan dua muslim yang sedang bermusuhan, atau kepada istri untuk kebaikannya.

Imam As-Suyuthi menyatakan bahwa ini sebenarnya masuk dalam kaidah “melakukan mafsadat yang lebih ringan untuk menghindari mafsadat yang lebih berat”.

BACA JUGA: Fikih Ibadah Orang Indonesia

2. Mengucapkan kalimat kufur itu haram dan mafsadat, namun boleh dalam rangka bercerita, atau saat dipaksa yang bisa menyebabkan kematiannya, selama orang yang dipaksa ini hatinya tetap kokoh dalam keimanan.

Ini dibolehkan, karena menjaga keselamatan jiwa jauh lebih maslahat dibandingkan keburukan mengucapkan ucapan kufur yang hatinya tetap kokoh dalam keimanan. Wallahu a’lam. []

Rujukan: Al-Qawa’id Al-Fiqhiyyah Wa Tathbiqatuha Fi Al-Madzhab Asy-Syafi’i, karya Dr. Muhammad Az-Zuhaili, Juz 2, Halaman 38-39, Penerbit Dar Al-Bayan, Damaskus.

Facebook: Muhammad Abduh Negara

Tags: fikihHukum FikihMafsadatmanfaatMaslahat
ADVERTISEMENT
Previous Post

10 Amalan Pendukung Taubat

Next Post

Ini Sejumlah Kebijakan Trump yang Dibatalkan Joe Biden, Salah Satunya terkait Imigran Muslim

Yudi

Yudi

Related Posts

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

14 Juli 2025
Israel, Yahudi, Gaza, Tentara

Tentara yang Diperas oleh Negaranya Sendiri

10 Juli 2025
Firaun, Benjamin Netanyahu

Firaun Tak Kalahkan Musa, Netanyahu Takkan Kalahkan Gaza

9 Juli 2025
Gaza

Dari Era Pra Hijrah ke Gaza: Warisan Generasi Progresif dalam Menolak Ketidakadilan

8 Juli 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.