• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Kamis, 17 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Menengok Faktor Runtuhnya Dinasti Abbasiyah

by Mila
8 tahun ago
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
diantar iblis pergi ke masjid

Masjid Ibn Thoulun. Masjid yang dibangun oleh Ahmad Ibn Thoulun, gubernur antara tahun 868-884 Masehi pada masa dinasti Abbasiyah. Ilustrasi Foto: Ellys Utami Purwandari/Kompasiana

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

Oleh: Ridha Nurul Arafah
Mahasiswi Ilmu Hadis UIN Sunan Kalijaga

KEKUASAAN dinasti Abbasiyah tergolong sangat panjang, mulai tahun 750 – 1258 M atau selama 524 tahun. Semua sumber buku sejarah mengatakan bahwa ilmu pengetahuan Islam berkembang pesat dibawah kepemimpinan dinasti Abbasiyah ini. Tetapi, roda itu berputar, tak selamanya kejayaan berpihak padanya.

Dalam buku Sejarah Peradaban Islam karya Badri Yatim disebutkan bahwa Abbasiyah runtuh pada masa disintegrasi (1000 – 1250 M). Pada masa ini, banyak dinasti yang lahir setelah melepaskan diri dari kekuatan Baghdad dibawah kepemimpinan Abbasiyah. Salah satu alasan dari sekian alasan dinasti tersebut memilih untuk berdiri sendiri yaitu karena menurut mereka, penguasa Bani Abbas lebih mementingkan peradaban dan kebudayaan dibanding politik dan ekspansi.

BACA JUGA: Siapa yang Boleh Jadi Penguasa?

ArtikelTerkait

5 Prinsip Emas Bisnis Rasulullah yang Relevan Sepanjang Zaman

Apa yang Terjadi Jika Makan Telur Tiap Hari?

The End of Medsos

Apa Itu Nimbus, Varian Baru Covid 19 yang Lagi Merebak?

Dan dalam buku Ilmuan-Ilmuan Muslim karya Ehsan Masood dikatakan bahwa akibat dari banyaknya provinsi yang memisahkan diri dari Baghdad, penghasilan pun berkurang, eksistensi Baghdad menyusut dan kekuatan sang khalifah menurun, serta sistem-sistem irigasi pun mulai rusak karena kurangnya pemeliharaan sehingga produksi pertanian anjok drastis.

Dari dua pernyataan di atas dapat disimpulkan bahwa ketidakpuasan masyarakatlah yang membuat banyak provinsi memutuskan untuk memisahkan diri dari kekuasaan Baghdad sehingga Abbasiyyah melemah. Philip K Hitti dalam bukunya History of The Arabs mengatakan:

Setelah membaca situasi Baghdad yang semakin melemah, pada tahun 1253, Hulagu Khan meluncurkan serangan dari Mongol untuk meruntuhkan kekhalifahan. Pasukan Hulagu Khan menyapu bersih segala yang mereka lalui dan akhirnya pada tahun 1258, Baghdad yang pada saat itu menjadi pusat peradaban dan pusat ilmu pengetahuan jatuh ke tangan bangsa Mongol. Disitulah awal mula Islam mengalami kemunduran.

Islam bukan hanya mengajarkan masalah keagamaan, tetapi juga lengkap beserta pengajaran mengenai tatanan hidup bernegara. Negara perlu dibela dan dijaga, alasan runtuhnya dinasti Abbasiyah yang kuat itu dapat dijadikan pelajaran bahwa membangun suatu negara yang makmur nan maju itu tidak sesulit mempertahankannya. Dan yang perlu diingat, bahwa negara yang baik adalah negara yang memperhatikan kehidupan rakyatnya. []

OPINI ini adalah kiriman pembaca Islampos. Kirim OPINI Anda lewat imel ke: redaksi@islampos.com, paling banyak dua (2) halaman MS Word. Sertakan biodata singkat dan foto diri. Isi dari OPINI di luar tanggung jawab redaksi Islampos.

Tags: Dinasti AbbasiyahKhilafahruntuh
ADVERTISEMENT
Previous Post

Ketika Habib Nabil Panggil Sandiaga ‘Al-Ustaz’ dan Gatot ‘Jenderal Umat Islam’

Next Post

MUI Sesalkan Langkah Wasit Diskualifikasi Atlet Judo Karena Menolak Lepas Hijab

Mila

Mila

Related Posts

Leasing, Bisnis

5 Prinsip Emas Bisnis Rasulullah yang Relevan Sepanjang Zaman

11 Juli 2025
telur

Apa yang Terjadi Jika Makan Telur Tiap Hari?

16 Juni 2025
Threads

The End of Medsos

14 Juni 2025
Syarat Taubat Diterima, Waktu Mustajab untuk Berdoa, Hukum Menggunakan Masker ketika Shalat, Waktu Berdoa yang Mustajab, Hadits tentang sabar, Sedekah Shubuh, ibadah, keutamaan berdoa, Syarat Taubat, Waktu Mustajab untuk Berdoa di Hari Jumat, Hukum Menghadiahkan Al-Fatihah untuk Diri Sendiri, Doa Memohon Ampunan pada Allah SWT, Perkara Iman, Istighfar,Hukum Meminta Doa dari Orang Lain, Nimbus

Apa Itu Nimbus, Varian Baru Covid 19 yang Lagi Merebak?

13 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.