• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Kamis, 24 September 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Maulid Nabi: Ekspresi Cinta

by Saad Saefullah
7 tahun ago
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Nabi Muhammad Tanda Cinta pada Nabi Muhammad, Fakta Nabi Muhammad, Cara Rasulullah Berpakaian, Hal yang Disukai oleh Rasulullah, Fakta Nabi Muhammad, Fakta Nabi Muhammad, Syafaat Nabi, Rasulullah ﷺ Dijamin Masuk Surga, Pesan Rasulullah, Rasulullah

Foto: Wallpaper Islami

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]


Oleh: Ainul Mizan
Malang
mizanainul@gmail.com

SETIAP memasuki bulan Rabiul Awal, terkenang sosok manusia agung kekasih Allah SWT. Kegundahannya adalah memikirkan nasib umatnya. Bahkan kegundahan memikirkan nasib umatnya tersebut terbawa hingga menjelang wafatnya. Beliau gundah akan nasib umatnya sepeninggal beliau. Apakah umatnya tetap berpegang teguh akan ajaran yang dibawanya? Ataukah justru umatnya ini banyak menelantarkannya?

Bulan Rabiul Awal mendendangkan kerinduan kepada sosok tauladan sepanjang jaman yakni Nabi Muhammad SAW. Kami mengetahui bahwa dengan kegembiraan saja menyambut kelahiranmu, bisa mendatangkan rahmat Allah SWT. Adalah Abu Lahab, sang paman yang memusuhi dakwah Nabi SAW, mendapatkan dispensasi dari siksa yang diterimanya setiap hari kelahiran Nabi SAW lantaran suka citanya menyambut kelahiran beliau SAW. Lantas, bagaimana pula dengan kita, umatnya yang ingin meneladaninya dan menaatinya? Tentu keberkahan hidup akan didapatkan.

Ekspresi kegembiraan dan suka cita menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW itu terlihat di tengah – tengah kaum muslimin. Mereka membaca sholawat, melakukan diba’an dan mengadakan pengajian mauidhoh hasanah serta seabrek kegiatan lainnya sebagai wujud kegembiraan menyambut kelahiran Nabi SAW. Adalah merupakan kewajaran bila orang tua sangat gembira dengan kehadiran seorang anak di tengah – tengah kehidupan mereka. Bahkan mereka akan mengungkapkan kegembiraan tersebut dengan melakukan perayaan kecil – kecilan atas kehadiran sang buah hati. Hari – hari mereka akan penuh warna kebahagiaan. Bertumpu asa akan anaknya nanti menjadi anak yang sholih sehingga menjadi tabungan kebaikan dan pahala bagi kehidupan mereka di dunia dan akherat.

ArtikelTerkait

5 Prinsip Emas Bisnis Rasulullah yang Relevan Sepanjang Zaman

Apa yang Terjadi Jika Makan Telur Tiap Hari?

The End of Medsos

Apa Itu Nimbus, Varian Baru Covid 19 yang Lagi Merebak?

Sedangkan momen Rabiul Awal ini adalah momen kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kelahiran manusia agung yang mendapatkan mandat menyelamatkan manusia dan dunia dari kehancuran. Risalah Islam sebagai kunci keselamatan dunia dan akherat, disampaikannya. Tidakkah lebih layak lagi bagi kita untuk bersuka cita dan mengekspresikan kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW?

Akan tetapi kegembiraan dan suka cita itu sebagian besarnya hanya berhenti dan terpaku secara seremonial belaka. Suka cita akan kelahiran Nabi Muhammad SAW berhenti di malam itu. Ya, malam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Seolah mereka sudah merasa cukup dengan ekspresi suka cita dan kegembiraan di malam peringatan tersebut. Itulah wujud cinta mereka kepada sang junjungan.

Akibatnya yang terjadi kewajiban ditinggalkan dengan pemakluman udzur habis mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Sejak sore begitu sibuknya mengurus semua hal terkait peringatan Maulid Nabi. Sholat Ashar, Maghrib dan Isya pun melayang diterbangkan oleh kesibukan melakukan perayaan. Tidak terkecuali Sholat Subuh juga terlewati. Bangun tidur kesiangan. Saat ditanyakan jawabannya adalah maklum tadi malam begadang melakukan kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Walhasil, berulang kali peringatan Maulid Nabi SAW diselenggarakan, potret kehidupan umat belum berubah. Umat ini masih terpuruk dalam gelapnya lorong kehidupan yang jauh dari penerapan risalah sang Nabi.

Sedangkan Mauidhoh hasanah diperdengarkan, bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW menandai akan era baru. Yakni sebuah era untuk mengubah wajah dunia yang diliputi kegelapan menjadi wajah baru dunia yang diliputi cahaya petunjuk ilahi yakni Islam. 

Ekspresi kegembiraan atas kelahiran Nabi Muhammad SAW menjadi sumber energi yang seharusnya melahirkan munculnya enegi dan gelombang besar sebuah untuk umat. Dengan demikian kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW bukanlah kecintaan yang semu. Akan

tetapi kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW adalah sebuah cinta sejati, sebuah cinta yang melahirkan ketaatan dalam melaksanakan dan berpegang teguh pada ajaran yang mulia. []

Kirim OPINI Anda lewat imel ke: islampos@gmail.com, paling banyak dua (2) halaman MS Word. Sertakan biodata singkat dan foto diri. Isi di luar tanggung jawab redaksi.

Tags: arti maulidmaulid nabi
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mahalnya Neraka, Murahnya Surga

Next Post

Sunnah Nabi Itu Emang Super!

Saad Saefullah

Saad Saefullah

Lelaki. Tidak terkenal. Menyukai kisah-kisah Nabi dan Para Sahabat.

Related Posts

Leasing, Bisnis

5 Prinsip Emas Bisnis Rasulullah yang Relevan Sepanjang Zaman

11 Juli 2025
telur

Apa yang Terjadi Jika Makan Telur Tiap Hari?

16 Juni 2025
Threads

The End of Medsos

14 Juni 2025
Syarat Taubat Diterima, Waktu Mustajab untuk Berdoa, Hukum Menggunakan Masker ketika Shalat, Waktu Berdoa yang Mustajab, Hadits tentang sabar, Sedekah Shubuh, ibadah, keutamaan berdoa, Syarat Taubat, Waktu Mustajab untuk Berdoa di Hari Jumat, Hukum Menghadiahkan Al-Fatihah untuk Diri Sendiri, Doa Memohon Ampunan pada Allah SWT, Perkara Iman, Istighfar,Hukum Meminta Doa dari Orang Lain, Nimbus

Apa Itu Nimbus, Varian Baru Covid 19 yang Lagi Merebak?

13 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.