• Home
  • Disclaimer
  • Iklan
  • Redaksi
  • Donasi
  • Copyright
Senin, 2 November 2026
Islampos
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Islampos
[adinserter block="1"] [adinserter block="17"]

Marhaban Ya Ramadhan

by Eneng Susanti
6 tahun ago
in Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
0
nama lain bulan Muharram, doa tahun baru hijriah

Ilustrasi. Foto: FreeImages

[adinserter block="3"] [adinserter block="19"]

Oleh:Ikhlas Hikmatiar
(Editor Buku & Pengajar Bahasa Indonesia, Purwakarta)

HANYA tinggal hitungan hari lagi kita akan kedatangan tamu agung nan mulia bulan suci Ramadhan 1442 H. “Marhaban ya Ramadhan” demikian seruan kaum muslim di seluruh penjuru dunia menyambut haru bulan suci di turunkannya Alquran ini.

Bagaimana mungkin tak bahagia, rindu, dan gembira akan kedatangan bulan Ramadhan? Pasalnya, Ramadhan merupakan bulan suci penuh berkah yang di dalamnya memiliki banyak keutamaan dan kemuliaan bagi orang-orang beriman yang menjalankan amalan ibadahnya dengan sungguh-sungguh dan ikhlas. Di dalam bulan suci nan mulia ini pintu-pintu langit dibuka, pintu neraka dikunci , dan setan-setan dibelenggu dengan izin serta kuasa Allah subhanahu wa ta’ala (HR. Bukhari).

“Marhaban Ya Ramadhan” sekali lagi dan untuk kesekian ribu hingga jutaan kalinya kaum muslimin menyambut kedatangan Ramadhan dengan seruan kalimat mulia tersebut. Bukan tanpa alasan dalam penyambutan Ramadhan selalu disematkan kata “marhaban” hingga menjadi satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan. Sementara, dalam bahasa dan kebudayaan Arab sendiri ada kalimat yang umumnya lazim diucapkan untuk menyambut kedatangan seseorang (tamu/kerabat), yakni “ahlan wa sahlan” yang artinya selamat datang.

ArtikelTerkait

5 Prinsip Emas Bisnis Rasulullah yang Relevan Sepanjang Zaman

Apa yang Terjadi Jika Makan Telur Tiap Hari?

The End of Medsos

Apa Itu Nimbus, Varian Baru Covid 19 yang Lagi Merebak?

BACA JUGA: 8 Hal yang Harus Dipersiapkan untuk Sambut Bulan Ramadhan

Sebagaimana dijelaskan oleh Hajriyanto Y. Thohari selaku Duta Besar LBBP RI untuk Lebanon di Beirut, kalimat “ahlan wa sahlan” biasanya diucapkan oleh orang Arab ketika bertemu sahabat, saudara, atau saat menyambut kedatangan tamu. Kata, ‘ahlan’ berasal dari kata “ahl” (أهل) yang artinya keluarga. Ada pun kata, ‘Sahlan’ berasal dari kata “sahala” (سهل) yang artinya mudah, gampang, ringan, atau tidak ada halangan sama sekali.

Bahkan, tokoh senior Muhammadiyah itu mengatakan seperti dilansir dari detikcom, ungkapan ‘Ahlan wa sahlan’ artinya mirip seperti kalimat dalam bahasa Inggris, “May our house be like your family home and like a level plain on which you can walk easily and safely! atau Semoga rumah kami bisa menjadi seperti rumah keluarga Anda sendiri dan menjadi tempat yang membuat Anda mudah, nyaman dan aman! Walhasil, ternyata ungkapan “ahlan wa sahlan” itu bukan sekadar ucapan selamat datang, melainkan memiliki makna yang sangat dalam.

Lantas, jika demikian, mengapa dalam penyambutan bulan suci Ramadhan tidak menggunakan ungkapan “Ahlan wa Aahlan Ya Ramadhan”, tetapi justru yang digunakan adalah “Marhaban Ya Ramadhan”? Jawabannya tak lain karena ungkapan “Marhaban” memiliki makna yang jauh lebih mendalam lagi dari sekadar “ahlan wa sahlan” hingga dikhususkan bagi kedatangan tamu yang mulia nan agung bulan suci Ramadhan.

BACA JUGA: Doa Menyambut Ramadhan

Merujuk ke KBBI, kata marhaban diartikan sebagai kata seru untuk menyambut atau menghormati kedatangan tamu (yang berarti selamat datang). Selaras dengan arti tersebut, dalam bukunya Lentera Al-Quran, Kisah dan Hikmah Kehidupan (2008: 140), Muhammad Quraish Shihab menjelaskan bahwa “Marhaban” berasal dari kata rahb yang berarti luas atau lapang. Beliau menambahkan bahwasanya kata ini menggambarkan kalau tamu yang datang itu disambut sekaligus diterima dengan lapang dada dan penuh sukacita kegembiraan.

Alhasil, dapat kita simpulkan bahwa makna ucapan “Marhaban Ya Ramadhan” adalah selamat atas datangnya tamu (bulan Ramadhan) yang disambut dengan penerimaan penuh sukacita, lapang dada, dan kegembiraan. Pasalnya, tamu yang datang ini sangat agung nan mulia dan membawa banyak keberkahan, ampunan, serta keistimewaan bagi umat muslim yang mempersiapkan segalanya untuk beramal di bulan penuh berkah ini.

Sekali lagi, “Marhaban Ya Ramadhan”! Semoga Ramadhan tahun ini menjadi momentum spesial bagi kaum muslimin untuk bisa meraih banyak pahala dan keutamaan hikmah Ramadhan sekaligus bangkit dari berbagai keterpurukan umat selama ini. []

Tags: marhabanramdhan
ADVERTISEMENT
Previous Post

Mendengar Ayat Tentang Azab, Khalifah Umar bin Abdul Aziz Menangis

Next Post

14 Manfaat Senyuman bagi Suami Istri

Eneng Susanti

Eneng Susanti

Related Posts

Leasing, Bisnis

5 Prinsip Emas Bisnis Rasulullah yang Relevan Sepanjang Zaman

11 Juli 2025
telur

Apa yang Terjadi Jika Makan Telur Tiap Hari?

16 Juni 2025
Threads

The End of Medsos

14 Juni 2025
Syarat Taubat Diterima, Waktu Mustajab untuk Berdoa, Hukum Menggunakan Masker ketika Shalat, Waktu Berdoa yang Mustajab, Hadits tentang sabar, Sedekah Shubuh, ibadah, keutamaan berdoa, Syarat Taubat, Waktu Mustajab untuk Berdoa di Hari Jumat, Hukum Menghadiahkan Al-Fatihah untuk Diri Sendiri, Doa Memohon Ampunan pada Allah SWT, Perkara Iman, Istighfar,Hukum Meminta Doa dari Orang Lain, Nimbus

Apa Itu Nimbus, Varian Baru Covid 19 yang Lagi Merebak?

13 Juni 2025
Please login to join discussion

Tulisan Terbaru

Melakukan Perubahan, sifat jujur, orang yang meninggalkan shalat, istidraj, FITNAH, SYAHWAT, maksiat, bunuh diri, dosa, maksiat, taubat

5 Alasan Jangan Mengungkit Dosa Masa Lalu Seseorang yang Sudah Bertaubat

by Yudi
14 Juli 2025
0

agar tidak mengulangi dosa, mengganti shalat wajib, dosa jariyah, mandi, dosa, shalat

Jangan Tinggalkan Shalat Meski Badan Kotor saat Kerja, Tidak Semua Kotor Itu Najis

by Yudi
14 Juli 2025
0

Senin

Jangan Lagi Bilang “Nggak Suka Senin!”

by Dini Koswarini
14 Juli 2025
0

Cerai, Sebab Zina Dilarang dalam Islam, zina, Penyebab Lelaki Selingkuh, Talak

Talak: Halal yang Dibenci, Senjata Iblis untuk Memecah Belah

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Laporan Donasi Islampos Juli 2025: Alhamdulillah, Sudah Terkumpul Rp2.390.999!

by Saad Saefullah
13 Juli 2025
0

Terpopuler

No Content Available
Facebook Twitter Youtube Pinterest Telegram

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.

No Result
View All Result
  • Home
  • Beginner
  • Tahukah
  • Sirah
  • Renungan
  • Muslimbiz
    • Muslimtrip
  • Berita
  • Cari

© 2022 islampos - Membuka, Menginspirasi, Free to Share.